22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

2.945 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Catat 491 Titik

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
24 Agustus 2026, 15.38 WIB
in NASIONAL
kebakaran hutan

Foto ilustrasi

BULATANTIMES.COM — Sebanyak 2.945 titik panas atau hotspot terdeteksi di Pulau Sumatra pada Senin (24/8/2026). Data tersebut merupakan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hingga pukul 07.00 WIB.

Hotspot tersebut tersebar di 10 provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 1.429 titik.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Riau, Pastikan Karhutla Tuntas

Sementara itu, Riau berada di posisi kedua dengan 491 titik panas.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, mengatakan sebaran hotspot di Sumatra saat ini cukup tinggi dan tersebar di sejumlah wilayah.

“Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik,” kata Gita, dikutip dari ANTARA.

Riau Catat 491 Hotspot

Dari total 491 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebarannya terdapat di sejumlah kabupaten dan kota.

Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 239 titik. Berikutnya Indragiri Hilir dengan 166 titik.

Baca Juga: Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Sementara itu, 30 titik panas terdeteksi di Bengkalis. Indragiri Hulu mencatat 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, dan Kampar sembilan titik.

Hotspot juga terpantau di Rokan Hilir sebanyak delapan titik, Siak tujuh titik, Kuantan Singingi empat titik, serta Kota Dumai tiga titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa Pelalawan dan Indragiri Hilir menjadi dua wilayah yang paling banyak menyumbang titik panas di Riau.

Kondisi Udara Pekanbaru Mulai Terdampak

Meningkatnya jumlah titik panas juga berdampak terhadap kondisi udara di Pekanbaru.

Pada Minggu (23/8/2026) malam, jarak pandang di wilayah tersebut dilaporkan hanya sekitar 2,5 kilometer dalam kondisi berasap.

Kondisi kualitas udara juga sempat memburuk. Berdasarkan parameter PM2,5, kualitas udara pada dini hari hingga pagi hari masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat selama beberapa jam.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan kualitas udara.

Sekolah di Pekanbaru Beralih ke Pembelajaran Daring

Dampak kondisi udara tersebut juga dirasakan sektor pendidikan.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah bagi peserta didik pada Senin (24/8/2026).

Kebijakan tersebut berlaku untuk sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Pembelajaran daring dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan ketika kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka.

Karhutla Riau Hanguskan Ratusan Hektare

Selain tingginya jumlah hotspot, kebakaran lahan di Riau dalam beberapa hari terakhir juga telah menyebabkan ratusan hektare lahan terbakar.

Data Manggala Agni mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 800 hektare.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan luasan kebakaran terbesar, mencapai sekitar 471 hektare. Pelalawan menyusul dengan luas sekitar 300 hektare, sedangkan Kampar mencatat kebakaran dalam luasan puluhan hektare.

Baca Juga: 25 Agustus 2026 Libur Apa? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Besarnya area yang terdampak membuat penanganan karhutla di Riau membutuhkan koordinasi berbagai pihak.

Hotspot Tidak Selalu Berarti Kebakaran

Meski jumlah hotspot menjadi indikator penting dalam pemantauan kebakaran, titik panas tidak otomatis berarti seluruhnya merupakan kejadian kebakaran.

Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Karena itu, titik yang terdeteksi tetap perlu diverifikasi oleh petugas di lapangan.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan apakah titik tersebut benar-benar merupakan kebakaran, sekaligus mengetahui lokasi dan luas area yang terdampak.

Sumber: BMKG Stasiun Pekanbaru, ANTARA, Manggala Agni, dan TIMES Indonesia.

Tags: BMKGKarhutlaKebakaran HutanRiauSumateraTitik Panas

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG jika Tak Terserap Hingga Akhir Oktober

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times