22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan soal ancaman kiamat ekologis dan bencana tanah longsor masif di kawasan Bandung Selatan.

Raja Umar by Raja Umar
29 Oktober 2026, 18.17 WIB
in NASIONAL
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung

Bandung, Bulatan Times – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan soal ancaman kiamat ekologis dan bencana tanah longsor masif di kawasan Bandung Selatan.
Alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi tanaman sayuran komersial memicu peringatan tersebut.


Dedi Mulyadi melontarkan peringatan tersebut di Bandung, Kamis. Hal itu menyikapi aksi perusakan sedikitnya 5.000 pohon teh di sekitar 0,4 hektare lahan milik PTPN I Regional 2 Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Oknum tak bertanggung jawab menggergaji pohon-pohon tersebut sehingga memicu kemarahan Aliansi Petani Pangalengan (APP).

Menjaga Lingkungan dari Ancaman Bencana

Dedi menegaskan bahwa fokus utamanya bukan konflik agraria, melainkan hilangnya tanaman teh yang berakar kuat dan berperan penting dalam menjaga kestabilan tanah serta mencegah longsor di lereng pegunungan.

“Saya tidak ada urusan dengan konflik agrarianya, tapi yang saya tekankan adalah jangan menebang tanaman yang memiliki fungsi konservasi, menjaga lingkungan dari ancaman bencana.
“Kalau masyarakat terus menebang pohon teh dan menggantinya dengan tanaman sayuran, nanti bisa terjadi longsor.” Bandung itu lereng gunung. Kalau kemudian semuanya berubah jadi kebun sayur, sudah, tunggu kehancurannya,” ujar Dedi melalui pernyataan resminya.

Jangan korbankan keselamatan jiwa masyarakat lokal


Dedi mengungkapkan bahwa kelompok berkepentingan sering kali memanfaatkan alih fungsi lahan yang terjadi berulang kali, termasuk di kawasan hutan yang pernah mengalami kebakaran. Kelompok tersebut berorientasi pada pundi-pundi kekayaan pribadi dengan mengorbankan keselamatan jiwa masyarakat lokal.

Baca Juga: 254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Dedi menegaskan pihaknya meminta warga perdesaan dan para petani tidak tergiur menjadi instrumen segelintir pihak. Kelompok tersebut bersembunyi di balik bisnis tanaman sayur tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan perkebunan lereng terjal.

“Jangan menjadi alat bagi orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan kekayaannya saja, tidak memperhatikan keselamatan lingkungan. Kalau sudah jadi bencana nanti yang repot kita semua. Untuk itu semoga ini menjadi kesadaran, tidak melakukan tindakan berulang,” ucap Dedi.

Dedi mengatakan Pemprov Jabar menegaskan bahwa perlindungan vegetasi kebun teh di Pangalengan dan Ciwidey bersifat absolut. Hal itu sangat penting mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi berpotensi memicu bencana ekologis fatal di masa depan.

Dia menambahkan upaya mempertahankan tutupan lahan dan fungsi konservasi alam di kawasan perbukitan Bandung Selatan menjadi kunci utama pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko bahaya tanah longsor serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Tags: Bencana AlamDedi MulyadiGUBERNUR JABAR

Related Posts

Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026
Ilustrasi tangan memegang ponsel yang menampilkan peta bidang tanah di samping dokumen sertifikat dengan informasi pribadi disamarkan
HEADLINE

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times