31 °c
Columbus
26 ° Rab
24 ° Kam
Rabu, September 16, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS DUNIA

AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata

Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui memiliki sistem senjata di orbit. China dan Rusia memperingatkan risiko militerisasi ruang angkasa.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in DUNIA
0
Ilustrasi satelit di orbit Bumi menggambarkan persaingan kemampuan militer Amerika Serikat, China dan Rusia

Ilustrasi persaingan kemampuan militer di orbit Bumi. (Ilustrasi: AI/Bulatan Times)

0
SHARES
8
VIEWS

BULATAN TIMES – Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui telah menempatkan sistem persenjataan di orbit Bumi. Pengungkapan tersebut langsung mendapat respons dari China dan Rusia di tengah meningkatnya persaingan militer di ruang angkasa.

Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink menyampaikan keberadaan sistem tersebut saat berbicara dalam Air, Space & Cyber Conference di Maryland, Senin (14/9/2026).

Meink menyebut US Space Force kini memiliki on-orbit space control weapons yang ditujukan untuk menghadapi tindakan lawan yang mengancam pasukan AS.

Pemerintah AS tidak menjelaskan bentuk senjata tersebut, jumlahnya, lokasi orbit, maupun cara kerjanya. Meink juga tidak mengungkap apakah sistem itu menggunakan kemampuan kinetik, energi terarah, peperangan elektronik, atau teknologi lainnya.

Baca Juga: Iran Peringatkan AS dan Israel soal Serangan Baru

AS Sengaja Buka Keberadaan Senjata di Orbit

Pernyataan Meink menjadi perhatian karena kemampuan militer AS di orbit selama ini termasuk persoalan yang sangat sensitif.

Kepada wartawan, Meink mengatakan penggunaan istilah dalam pengumuman tersebut telah dipertimbangkan secara matang. Namun, ia menolak menjelaskan kemampuan teknis sistem yang dimiliki AS.

Washington memandang ruang angkasa sebagai bagian penting dari keamanan militer sekaligus ekonomi. Satelit antara lain digunakan untuk komunikasi, navigasi, pengintaian, peringatan dini, dan mendukung operasi militer di darat, laut serta udara.

Seorang pejabat US Space Command, Richard Palmer, menyebut pengakuan terbuka tersebut sebagai sebuah momen penting dalam perkembangan kemampuan militer ruang angkasa AS.

Pemerintah AS juga menempatkan pengembangan kemampuan itu dalam konteks ancaman terhadap asetnya di orbit.

Washington selama beberapa tahun terakhir menyoroti pengembangan teknologi counter-space oleh China dan Rusia yang dinilai dapat mengganggu atau melumpuhkan satelit dalam kondisi konflik.

China Minta AS Hentikan Pembangunan Militer di Luar Angkasa

Pengakuan tersebut mendapat reaksi keras dari Beijing.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan negaranya menentang perlombaan senjata dan upaya menjadikan ruang angkasa sebagai wilayah peperangan.

China kemudian meminta Washington menghentikan perluasan kemampuan militernya di ruang angkasa.

“Kami mendesak AS menghentikan perluasan pembangunan militernya di luar angkasa,” kata Guo, dikutip dari Anadolu Agency.

Beijing menyatakan penggunaan ruang angkasa seharusnya dilakukan secara damai dan stabilitas strategis global perlu dipertahankan.

Pernyataan serupa disampaikan setelah US Space Force mengonfirmasi keberadaan sistem yang mereka sebut mampu mempertahankan pasukan gabungan AS dari tindakan lawan.

Baca Juga: China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Rusia: Ruang Angkasa Harus Bebas dari Senjata

Rusia turut merespons perkembangan tersebut.

Moskow menyatakan ruang angkasa seharusnya tetap bebas dari segala jenis senjata. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan kekhawatiran bahwa pengakuan Washington dapat mempercepat persaingan kemampuan militer di orbit.

Persoalan persenjataan antariksa sendiri tidak hanya berkaitan dengan senjata yang ditempatkan langsung di orbit.

Kemampuan counter-space dapat mencakup berbagai teknologi yang ditujukan untuk mengganggu atau menghancurkan sistem antariksa lawan, termasuk pengacauan sinyal, serangan siber, laser, hingga sistem anti-satelit.

Reuters sebelumnya melaporkan AS dan China sama-sama meningkatkan persiapan menghadapi kemungkinan konflik yang meluas ke ruang angkasa. Perkembangan satelit yang mampu mendekati atau berinteraksi dengan satelit lain juga menjadi perhatian dalam persaingan tersebut.

Apa yang Sebenarnya Dilarang di Orbit?

Keberadaan senjata di ruang angkasa berkaitan dengan aturan internasional yang telah berlaku sejak era Perang Dingin.

Outer Space Treaty 1967 melarang negara menempatkan senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya di orbit Bumi.

Namun, perjanjian tersebut tidak secara eksplisit melarang seluruh jenis senjata konvensional ditempatkan di ruang angkasa. Celah inilah yang menjadi salah satu persoalan dalam perkembangan teknologi militer modern.

Karena AS tidak mengungkap karakteristik sistem yang telah ditempatkan di orbit, belum dapat dipastikan dari informasi publik bagaimana senjata tersebut bekerja maupun kemampuan apa yang dimilikinya.

Yang telah dikonfirmasi Washington adalah keberadaan on-orbit space control weapons. Rincian operasionalnya tetap dirahasiakan.

Source: Reuters, AP

Related Posts

Kapal di perairan sekitar Pulau Perim, Selat Bab al-Mandab
DUNIA

Kuasai Pulau Perim, Houthi Justru Hadapi Risiko Jadi Sasaran Empuk Serangan Udara

September 14, 2026
Ilustrasi satelit di orbit Bumi
DUNIA

AS Kaitkan Citra Satelit China dengan Serangan Iran ke Pangkalan di Yordania

September 13, 2026
Ilustrasi tumpukan dokumen intelijen
DUNIA

CIA Buka Dokumen Rahasia, India Pernah Masuk Daftar Potensi Target Al-Qaeda Sebelum 9/11

September 13, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muhammad Said Didu yang menyoroti pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan

Said Didu Soroti Pencopotan Purbaya dari Kursi Menkeu, Singgung Dua Kemungkinan

September 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri acara serah terima jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Resmi Lepas Jabatan Menkeu, Ditanya Rencana ke Depan: Mau Mancing

September 15, 2026
Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi

Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi di BYON Combat Showbiz 8

Agustus 30, 2026
Tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan HGB dibawa dari Gedung Merah Putih KPK

OTT KPK Kasus HGB Bogor Berujung 8 Tersangka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

September 15, 2026
Samsung Galaxy Z Fold8

Harga HP Samsung September 2026, Galaxy Z Fold8 Tembus Rp 40 Jutaan

Ilustrasi satelit di orbit Bumi menggambarkan persaingan kemampuan militer Amerika Serikat, China dan Rusia

AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata

Ilustrasi tim SAR mencari lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di Selat Sunda

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Masuk Hari Kedelapan, Tim SAR Sisir hingga Enggano

Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi Pad 9 Pro dengan keyboard dan stylus

Xiaomi Pad 9 dan Pad 9 Pro Resmi Meluncur, Bawa Layar 144 Hz dan Baterai hingga 11.000 mAh

Samsung Galaxy Z Fold8

Harga HP Samsung September 2026, Galaxy Z Fold8 Tembus Rp 40 Jutaan

September 16, 2026
Ilustrasi satelit di orbit Bumi menggambarkan persaingan kemampuan militer Amerika Serikat, China dan Rusia

AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata

September 16, 2026
Ilustrasi tim SAR mencari lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di Selat Sunda

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Masuk Hari Kedelapan, Tim SAR Sisir hingga Enggano

September 15, 2026
Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi Pad 9 Pro dengan keyboard dan stylus

Xiaomi Pad 9 dan Pad 9 Pro Resmi Meluncur, Bawa Layar 144 Hz dan Baterai hingga 11.000 mAh

September 15, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times