BULATAN TIMES – Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara masih memunculkan beragam respons. Salah satunya datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, yang mempertanyakan proses pergantian tersebut.
Melalui akun X pribadinya, Said Didu menilai pergantian Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026) terlihat tidak berlangsung seperti biasa.
Ia kemudian mengemukakan dua kemungkinan yang menurutnya dapat menjelaskan situasi tersebut. Pertama, Purbaya dinilai mungkin telah melakukan kesalahan besar selama menjabat. Kemungkinan kedua, menurut Said Didu, justru berkaitan dengan kebijakan yang dijalankan Purbaya.
“Menkeu di jalan benar tetapi ada pihak yg terganggu dan menekan Presiden utk ganti Menkeu,” tulis Said Didu melalui akun X @msaid_didu pada 14 September 2026.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Said Didu dan bukan penjelasan resmi mengenai alasan Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya. Hingga pergantian dilakukan, pemerintah tidak membeberkan secara spesifik alasan pemberhentian Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan.
Baca Juga: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya
Pergantian Purbaya Berlangsung Cepat
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan memang berlangsung cukup cepat. Beberapa jam sebelum posisinya digantikan, Purbaya masih menjalankan agenda sebagai Menteri Keuangan.
Reuters melaporkan Purbaya tengah menghadiri rapat bersama DPD ketika menerima panggilan telepon yang berkaitan dengan pemberhentiannya. Purbaya kemudian mengakui kecewa dengan keputusan tersebut, meski ia menyebut sebelumnya sudah memiliki perkiraan bahwa dirinya mungkin diganti.
Pada Senin sore, Presiden Prabowo resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah lama berkecimpung dalam perumusan kebijakan fiskal pemerintah. Reuters mencatat Suahasil telah menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Pergantian itu sekaligus menempatkan seorang teknokrat yang telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai pemegang kendali kebijakan fiskal.
Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kemenkeu
Selepas dilantik, Suahasil menghadapi pekerjaan besar menjaga kredibilitas fiskal sekaligus menjalankan program pemerintah.
Salah satu komitmen yang disampaikan adalah mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga APBN tetap sehat dan kredibel.
Baca Juga: Suahasil Langsung Pimpin Kemenkeu Usai Dilantik, Fokus Jaga APBN Tetap Kredibel
Pergantian Menteri Keuangan mendapat perhatian pasar karena berlangsung ketika kebijakan fiskal Indonesia sedang menjadi sorotan. Sejumlah analis yang diwawancarai Reuters menilai pengalaman Suahasil sebagai teknokrat berpotensi memberikan sinyal stabilitas dan kebijakan yang lebih dapat diprediksi bagi investor.
Suahasil sebelumnya telah menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Setelah dilantik menggantikan Purbaya, ia kini memegang kendali Kementerian Keuangan dan kebijakan fiskal pemerintah.










