22 °c
Banjar Triwangsakeliki
24 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 15, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS EKONOMI

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp. 17.938 per Dolar AS, Evaluasi MSCI Jadi Sorotan

Rupiah melemah 35 poin pada penutupan Kamis. Investor mencermati perkembangan evaluasi MSCI dan arah suku bunga Amerika Serikat.

Tita by Tita
15 Oktober 2026, 17.29 WIB
in EKONOMI, HEADLINE
0
Tangan memegang selembar kumpulan uang rupiah pecahan Rp. 100.000 dan beberapa lembar uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar

Gambar ilustrasi rupiah dan dolar AS. (Foto: Suara.com)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026). Rupiah turun 35 poin atau 0,20 persen menjadi Rp. 17.938 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp. 17.903.

Pelemahan tersebut berlangsung ketika pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan perkembangan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia menjelang November 2026.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, sebagaimana dilaporkan Warta Ekonomi pada Kamis, menilai ketidakpastian mengenai evaluasi MSCI turut menjadi salah satu sentimen yang membebani pasar keuangan domestik.

Selain persoalan pasar modal Indonesia, pergerakan rupiah juga menghadapi tekanan eksternal setelah data inflasi Amerika Serikat memperkuat perhatian investor terhadap kebijakan bank sentral negara tersebut.

Evaluasi MSCI November Jadi Perhatian Investor

MSCI merupakan penyedia indeks saham global yang digunakan banyak investor institusi sebagai acuan penyusunan portofolio investasi.

Dalam pengumuman resmi pada 23 Juni 2026, MSCI menyampaikan kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

MSCI mengakui langkah reformasi yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Langkah tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor, dan rencana peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float menjadi 15 persen.

Namun, MSCI menekankan perlunya bukti bahwa perubahan tersebut diterapkan secara konsisten dan memberikan hasil yang berkelanjutan.

Pada 6 Juli 2026, MSCI juga mengumumkan kelanjutan sejumlah pembatasan terhadap saham Indonesia dalam indeksnya. Pembatasan tersebut mencakup penangguhan penambahan saham baru ke indeks tertentu dan penghentian sementara perpindahan saham ke kelompok indeks berkapitalisasi lebih besar.

MSCI menjadwalkan pengumuman hasil peninjauan indeks berikutnya pada 11 November 2026.

Jika kemajuan reformasi dinilai belum memadai, MSCI membuka kemungkinan melakukan konsultasi terkait perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Markets atau pasar berkembang menjadi Frontier Markets.

Kemungkinan konsultasi tersebut bukan keputusan penurunan status yang telah ditetapkan. Indonesia masih berada dalam klasifikasi pasar berkembang pada saat pengumuman itu disampaikan.

Inflasi Amerika Serikat Tambah Tekanan Pasar

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada perkembangan ekonomi Amerika Serikat setelah inflasi September 2026 tercatat sebesar 3,7 persen secara tahunan, lebih tinggi daripada perkiraan pasar.

Reuters melaporkan pengumuman inflasi tersebut sempat mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Perubahan permintaan terhadap aset tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor di pasar negara berkembang.

Meski demikian, indeks dolar kembali bergerak turun pada perdagangan Kamis setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah dan sejumlah pejabat The Fed menyampaikan sikap lebih berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga berikutnya.

Perubahan sentimen global tersebut berlangsung bersamaan dengan kekhawatiran investor mengenai aksesibilitas pasar saham Indonesia dan penilaian MSCI.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Apa Dampaknya ke Harga BBM dan Barang Impor?

Bank Indonesia Pertahankan Kebijakan Stabilisasi Rupiah

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah melalui operasi di pasar valuta asing.

Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026, BI menyampaikan bahwa strategi stabilisasi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri.

NDF dan DNDF merupakan instrumen transaksi valuta asing berjangka yang dapat digunakan dalam pengelolaan risiko nilai tukar. BI memanfaatkan instrumen tersebut sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi pasar.

Sementara itu, Muhammad Amru Syifa dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menilai pergerakan rupiah juga dipengaruhi kebijakan stabilisasi BI dan perkembangan fundamental ekonomi nasional.

Mengutip ANTARA, ia menyoroti pertumbuhan penjualan eceran Agustus sebesar 1,3 persen secara tahunan, meningkat dari 1,1 persen pada Juli. Penjualan eceran September diprakirakan tumbuh 1,4 persen.

Angka September tersebut masih berupa prakiraan, bukan realisasi yang telah diumumkan.

Baca Juga: APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

Kurs Rupiah di Pasar Spot Berbeda dari Kurs Transaksi BI

Penutupan rupiah di Rp. 17.938 per dolar AS merupakan angka perdagangan pasar spot yang dilaporkan pada Kamis sore.

Angka tersebut berbeda dari kurs transaksi Bank Indonesia maupun kurs beli dan jual yang ditetapkan bank umum untuk nasabah.

Berdasarkan daftar kurs transaksi BI yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, kurs jual dolar AS berada di Rp. 17.987,49, sedangkan kurs belinya Rp. 17.808,51.

Kurs jual digunakan ketika pihak bank menjual valuta asing, sedangkan kurs beli berlaku ketika bank membeli valuta asing. Nilai transaksi yang diterima masyarakat dapat berbeda sesuai bank, kanal layanan, dan waktu transaksi.

Tags: Bank IndonesiaKurs RupiahMSCIRupiahThe Fed

Related Posts

Petugas polisi memakai helm memeriksa puing dan rangka bangunan yang rusak di lokasi ledakan Pasar Cimanggis
HEADLINE

Ledakan Pasar Cimanggis: 2 Tewas, 11 Luka, Polisi Pastikan Bukan Bom

Oktober 15, 2026
Ilustrasi tumpukan emas batangan dan koin emas di atas meja dengan grafik pasar yang samar pada latar belakang
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 15 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 13.000, Buyback Melemah

Oktober 15, 2026
Sejumlah orang mengenakan rompi tahanan oranye dikawal petugas di dalam gedung
HEADLINE

KPK Sebut Dana Siap Pakai BNPB Diduga Disalahgunakan, 5 Tersangka Ditahan

Oktober 14, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gambar ilustrasi kepulan asap dan api berbentuk jamur di atas siluet gedung kota, bukan foto kejadian Pasar Cimanggis

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Orang Terluka dan 50 Brimob Dikerahkan

Oktober 14, 2026
Grafis bertuliskan Gemini 4 Argon dengan ikon Gemini dan angka 4 besar pada latar biru muda

Gemini 4 Argon Kini Bisa Dicoba di Indonesia, Ini Syarat dan Cara Aksesnya

Oktober 14, 2026
Lima ponsel berlogo Apple dalam berbagai warna ditampilkan dari sisi belakang

Apple Dikabarkan Pangkas Pesanan Komponen iPhone 18 Pro Sedikitnya 15 Persen

Oktober 15, 2026
Ilustrasi tumpukan emas batangan dan koin emas di atas meja dengan grafik pasar yang samar pada latar belakang

Harga Emas Hari Ini 15 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 13.000, Buyback Melemah

Oktober 15, 2026
Tangan memegang selembar kumpulan uang rupiah pecahan Rp. 100.000 dan beberapa lembar uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp. 17.938 per Dolar AS, Evaluasi MSCI Jadi Sorotan

Artwork Hayabusa Mobile Legends dengan kostum ninja hitam, pedang tajam, dan efek energi merah.

Build Hayabusa Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo

Artwork Hayabusa Mobile Legends dengan kostum ninja hitam, pedang tajam, dan efek energi merah.

Asal Usul Hayabusa di Mobile Legends

Marc Marquez mengenakan kemeja tim Ducati berwarna merah, duduk di sebelah helm balap dengan latar logo Pertamina

Persaingan Juara MotoGP 2026: Martin Unggul 2 Poin atas Marquez, Samai Rekor 2022

Tangan memegang selembar kumpulan uang rupiah pecahan Rp. 100.000 dan beberapa lembar uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp. 17.938 per Dolar AS, Evaluasi MSCI Jadi Sorotan

Oktober 15, 2026
Artwork Hayabusa Mobile Legends dengan kostum ninja hitam, pedang tajam, dan efek energi merah.

Build Hayabusa Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo

Oktober 15, 2026
Artwork Hayabusa Mobile Legends dengan kostum ninja hitam, pedang tajam, dan efek energi merah.

Asal Usul Hayabusa di Mobile Legends

Oktober 15, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja tim Ducati berwarna merah, duduk di sebelah helm balap dengan latar logo Pertamina

Persaingan Juara MotoGP 2026: Martin Unggul 2 Poin atas Marquez, Samai Rekor 2022

Oktober 15, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times