BULATANTIMES.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi ini perlu diwaspadai terutama oleh nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Dalam pembaruan terbaru BMKG, peringatan gelombang tinggi berlaku 4–7 September 2026. Tinggi gelombang dalam kategori tinggi berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter.
Baca Juga: Kualitas Udara Kalbar Bahaya Karhutla, Jarak Pandang 1 Km
Perairan Lampung Berpotensi Gelombang Tinggi
Lampung menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam daftar perairan dengan potensi gelombang tinggi.
BMKG mencatat dua wilayah yang perlu diwaspadai, yakni Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. Keduanya diprakirakan mengalami gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter.
Sementara itu, Teluk Lampung bagian Utara dan Selatan berada dalam kategori gelombang sedang dengan ketinggian sekitar 1,25–2,5 meter.
Untuk kondisi yang lebih dekat dengan waktu sekarang, prakiraan BMKG juga menunjukkan gelombang di Selat Sunda Selatan Lampung dapat mencapai sekitar 2,6 meter pada periode tertentu.
Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla
Daftar Perairan yang Berpotensi Gelombang 4 Meter
Selain Lampung, BMKG memperkirakan gelombang tinggi di sejumlah wilayah lain.
Beberapa di antaranya adalah:
| Wilayah | Perairan dengan Gelombang Tinggi |
|---|---|
| Lampung | Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung |
| Banten | Selat Sunda Barat Pandeglang, Perairan Selatan Pandeglang, Perairan Selatan Lebak |
| Bengkulu | Perairan Bengkulu, Pulau Enggano dan sekitarnya |
| Jawa Timur | Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi |
| Bali | Selat Bali Selatan, Perairan Selatan Bali, Selat Lombok Selatan |
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 13 perairan Indonesia masuk kategori tinggi dengan kisaran gelombang 2,5–4 meter dalam periode peringatan terbaru.
Angin Kencang Jadi Salah Satu Faktor
BMKG menjelaskan kondisi angin turut berpengaruh terhadap peningkatan tinggi gelombang. Di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator, angin umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 30 knot di sejumlah wilayah.
Kecepatan angin tertinggi antara lain berpotensi terjadi di kawasan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa dan Selat Makassar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang di perairan sekitar.
Masyarakat Diminta Waspada
Gelombang setinggi 2,5–4 meter dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil dan perahu nelayan.
Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut disarankan memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Kondisi laut juga dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan cuaca. Karena itu, informasi prakiraan perlu diperiksa kembali sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di perairan.
Berita Nasional Terbaru, Bulatan Times











