BULATANTIMES.COM — Ribuan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengikuti salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8/2026) pagi. Salat meminta hujan tersebut digelar ketika kota masih menghadapi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salat istisqa dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Sejumlah jemaah terlihat mengenakan masker karena asap masih menyelimuti kawasan Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut
Warga Berharap Hujan Segera Turun
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.
“Hari ini kita bersama ribuan warga melaksanakan salat istisqa dan berdoa bersama di Halaman Masjid Raya Mujahidin memohon hujan yang berkah,” kata Edi Rusdi Kamtono, dikutip dari ANTARA.
Edi berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dan kualitas udara di Pontianak dapat kembali membaik.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat, IAIN Pontianak, serta pengurus Masjid Raya Mujahidin dan pemerintah daerah.
Baca Juga: 335 Konsesi di Sumatra-Kalimantan Terindikasi Ada Titik Api
Kualitas Udara Memburuk
Pelaksanaan salat istisqa berlangsung di tengah kondisi udara yang memburuk. Pemerintah Kota Pontianak menyebut kualitas udara berada pada kategori berbahaya selama beberapa hari terakhir akibat kabut asap.
Edi menduga asap yang menyelimuti Pontianak tidak seluruhnya berasal dari wilayah kota, melainkan turut dipengaruhi asap dari wilayah lain yang terbawa angin.
Pemerintah kota juga masih mempertahankan kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka sampai kondisi cuaca dan kualitas udara membaik.
Baca Juga: Modus Karhutla Riau: Pura-Pura Mancing Sebelum Pembakaran
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa keluar rumah juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi darurat asap dan menyiapkan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat.
Selain upaya penanganan karhutla di lapangan, salat istisqa menjadi bentuk ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara.
Sumber: ANTARA











