25 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Sab
25 ° Ming
Jumat, Oktober 16, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEADLINE

MSCI Usulkan Pasar Saham Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Minta Klarifikasi

MSCI membuka konsultasi perubahan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market. BEI akan meminta klarifikasi atas penilaian tersebut.

Tri Antoni by Tri Antoni
16 Oktober 2026, 08.58 WIB
in HEADLINE, NASIONAL
0
Logo bertuliskan MSCI berwarna biru pada dinding dengan panel tanaman hijau

MSCI. (Foto: Kompas)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Penyedia indeks saham global MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market. Pengumuman yang disampaikan pada Kamis (15/10/2026) waktu New York itu menjadi perkembangan baru dalam evaluasi pasar saham Indonesia.

Perubahan tersebut belum diputuskan secara final. MSCI masih membuka kesempatan bagi pelaku pasar untuk memberikan masukan sebelum menentukan klasifikasi Indonesia pada Juni 2027.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan meminta klarifikasi kepada MSCI mengenai dasar penilaian tersebut. Otoritas bursa menilai sejumlah perbaikan tata kelola pasar modal telah dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

MSCI Soroti Transparansi Kepemilikan Saham

Usulan perubahan klasifikasi muncul setelah MSCI menilai persoalan transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia belum menunjukkan perbaikan yang memadai.

Kekhawatiran utama mencakup struktur kepemilikan saham yang dinilai belum cukup terbuka, konsentrasi kepemilikan pada sejumlah perusahaan, serta dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.

MSCI menyatakan investor institusi internasional masih membutuhkan bukti bahwa reformasi pasar modal Indonesia telah diterapkan secara konsisten dan menghasilkan perubahan nyata.

Sejumlah langkah sebelumnya telah diumumkan otoritas Indonesia, termasuk peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor, dan pelaporan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

BEI dan OJK juga menyiapkan peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float menjadi 15 persen.

Free float adalah bagian saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan masyarakat, di luar kepemilikan tertentu yang dibatasi dalam penghitungan tersebut.

MSCI mengakui adanya langkah reformasi itu, tetapi menilai pelaksanaannya belum memberikan bukti perbaikan yang cukup kuat secara menyeluruh.

Usulan Standalone Lebih Berat dari Peringatan Sebelumnya

Dalam evaluasi Juni 2026, MSCI masih membuka kemungkinan konsultasi untuk mengubah klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market atau pasar rintisan.

Peringatan tersebut disertai kesempatan bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk menunjukkan kemajuan reformasi menjelang peninjauan indeks November.

Namun, dalam perkembangan terbaru, MSCI mempertimbangkan klasifikasi Standalone Market setelah menerima masukan bahwa pemindahan Indonesia ke Frontier Market belum cukup mencerminkan persoalan yang dinilai masih terjadi.

Standalone Market merupakan kelompok pasar yang diperlakukan secara terpisah dari kelompok Emerging Market maupun Frontier Market dalam klasifikasi indeks MSCI.

Apabila usulan tersebut akhirnya diterapkan, saham Indonesia tidak lagi menjadi bagian dari indeks MSCI untuk kedua kelompok pasar tersebut. Perubahan ini berpotensi mendorong pengelola dana yang mengikuti indeks melakukan penyesuaian portofolio.

Meski demikian, keputusan pemindahan status belum diambil, dan besarnya kemungkinan arus dana keluar belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp. 17.938 per Dolar AS, Evaluasi MSCI Jadi Sorotan

Pembatasan Perubahan Indeks Saham Indonesia Tetap Berlaku

Di tengah proses konsultasi, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terhadap saham Indonesia dalam indeks globalnya.

Kebijakan tersebut mencakup penangguhan penambahan saham baru ke MSCI Indonesia Investable Market Index, pembatasan kenaikan faktor inklusi asing, serta penghentian sementara perpindahan saham ke segmen indeks dengan kapitalisasi pasar lebih besar.

Faktor inklusi asing digunakan MSCI untuk menghitung bagian saham yang memenuhi ketentuan indeks dan dapat diakses investor internasional.

MSCI tetap dapat mengeluarkan saham yang teridentifikasi melalui kerangka konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Data keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen juga tetap digunakan untuk menyesuaikan perkiraan free float emiten Indonesia.

Pembatasan tersebut berlaku pada pengelolaan indeks MSCI, bukan larangan memperdagangkan seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

BEI Akan Meminta Penjelasan kepada MSCI

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian berdasarkan metodologi yang digunakan.

Namun, BEI akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pertimbangan MSCI, terutama dengan memperhatikan berbagai reformasi yang telah dilaksanakan otoritas pasar modal Indonesia.

Jeffrey menegaskan bahwa BEI bersama OJK telah mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal.

BEI juga akan melanjutkan koordinasi dengan OJK dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien.

Baca Juga: Kristomei Sianturi Resmi Jadi Kepala BNPB, Prioritaskan Karhutla dan Respons OTT KPK

Keputusan Akhir Dijadwalkan Juni 2027

MSCI membuka periode konsultasi kepada pelaku pasar hingga 30 April 2027. Keputusan akhir mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Selama proses tersebut, MSCI masih dapat menerbitkan pembaruan sementara berdasarkan tanggapan yang diterima.

MSCI menyatakan usulan perubahan ke Standalone Market akan dilanjutkan kecuali hasil konsultasi memberikan bukti kuat mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.

Source: MSCI; EmitenNews
Tags: Bursa Efek IndonesiaFree FloatMSCIOJK

Related Posts

Seorang pria mengenakan jas hitam, dasi biru dan peci hitam berdiri di dekat mikrofon, dengan sejumlah perwira berseragam di belakangnya
NASIONAL

Kristomei Sianturi Resmi Jadi Kepala BNPB, Prioritaskan Karhutla dan Respons OTT KPK

Oktober 16, 2026
Ilustrasi suasana bursa kerja di dalam gedung dengan pengunjung, stan rekrutmen, dan papan bertuliskan Job Fair DKI Jakarta 2026
NASIONAL

Job Fair DKI Jakarta Oktober 2026 Buka Lebih dari 12 Ribu Lowongan, Ini Jadwal dan Cara Daftar

Oktober 15, 2026
Tangkapan layar upacara pelantikan di Istana Negara, sejumlah hadirin menghadap layar bertuliskan pelantikan Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat
NASIONAL

Prabowo Lantik Maruli Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD

Oktober 15, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Valentino Rossi tersenyum dengan topi hitam, kacamata hitam, dan syal berwarna kuning

Pesan Valentino Rossi untuk Bulega Usai Juara WorldSBK 2026, Jelang MotoGP 2027

Oktober 15, 2026
Ilustrasi suasana bursa kerja di dalam gedung dengan pengunjung, stan rekrutmen, dan papan bertuliskan Job Fair DKI Jakarta 2026

Job Fair DKI Jakarta Oktober 2026 Buka Lebih dari 12 Ribu Lowongan, Ini Jadwal dan Cara Daftar

Oktober 15, 2026
Lima ponsel berlogo Apple dalam berbagai warna ditampilkan dari sisi belakang

Apple Dikabarkan Pangkas Pesanan Komponen iPhone 18 Pro Sedikitnya 15 Persen

Oktober 15, 2026
Para pemain AC Milan berseragam merah dan hitam saling berpelukan merayakan gol, dengan pemain lawan berbaju biru di lapangan

Hasil RB Salzburg vs AC Milan 0-4: Cisse Hattrick, Ini Susunan Pemain

Oktober 16, 2026
Logo bertuliskan MSCI berwarna biru pada dinding dengan panel tanaman hijau

MSCI Usulkan Pasar Saham Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Minta Klarifikasi

Pemain Juventus berseragam hitam melompat menyambut bola di tengah sejumlah pemain Celta Vigo berseragam biru muda

Hasil Celta Vigo vs Juventus 1-2: Gol Kolo Muani Menangkan Juve di Menit Akhir

Para pemain AC Milan berseragam merah dan hitam saling berpelukan merayakan gol, dengan pemain lawan berbaju biru di lapangan

Hasil RB Salzburg vs AC Milan 0-4: Cisse Hattrick, Ini Susunan Pemain

Petugas kesehatan mendampingi pria yang sedang mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital pada lengan atas

Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin

Logo bertuliskan MSCI berwarna biru pada dinding dengan panel tanaman hijau

MSCI Usulkan Pasar Saham Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Minta Klarifikasi

Oktober 16, 2026
Pemain Juventus berseragam hitam melompat menyambut bola di tengah sejumlah pemain Celta Vigo berseragam biru muda

Hasil Celta Vigo vs Juventus 1-2: Gol Kolo Muani Menangkan Juve di Menit Akhir

Oktober 16, 2026
Para pemain AC Milan berseragam merah dan hitam saling berpelukan merayakan gol, dengan pemain lawan berbaju biru di lapangan

Hasil RB Salzburg vs AC Milan 0-4: Cisse Hattrick, Ini Susunan Pemain

Oktober 16, 2026
Petugas kesehatan mendampingi pria yang sedang mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital pada lengan atas

Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin

Oktober 16, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times