BULATANTIMES.COM – Penipuan melalui telepon atau scam call semakin menjadi ancaman bagi pengguna ponsel di Indonesia. Data Kaspersky Who Calls menunjukkan proporsi panggilan yang terindikasi sebagai penipuan mencapai 10,24 persen pada Juni 2026, naik tajam dibandingkan 2,55 persen pada Januari.
Jika dibandingkan dengan awal tahun, angkanya meningkat sekitar 302 persen. Aktivitas scam call bahkan sempat mencapai titik tertinggi 11,09 persen pada Mei 2026 sebelum turun menjadi 10,24 persen pada Juni.
Panggilan Penipuan Tidak Selalu Berasal dari Nomor Asing
Meningkatnya scam call membuat pengguna perlu lebih berhati-hati ketika menerima telepon yang tidak dikenal.
Namun, persoalannya bukan sekadar nomor asing yang menelepon. Pelaku penipuan kini juga memanfaatkan berbagai saluran digital untuk membangun kepercayaan sebelum mengarahkan korban ke situs atau layanan palsu.
Kaspersky mencatat tautan phishing semakin banyak disebarkan melalui pesan teks, aplikasi percakapan, media sosial, tawaran pekerjaan palsu hingga promosi hadiah atau giveaway.
Baca Juga: Ruben Onsu Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Modus Penipuan Semakin Beragam
Salah satu metode yang digunakan adalah phishing, yaitu upaya mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif melalui situs atau layanan palsu.
Pelaku dapat membuat alamat situs yang menyerupai layanan resmi menggunakan teknik typosquatting, sehingga korban yang tidak teliti bisa mengira dirinya sedang membuka situs asli.
Modus tersebut juga dapat dikombinasikan dengan telepon. Pelaku lebih dulu menghubungi korban, kemudian mengirimkan tautan yang diklaim sebagai formulir verifikasi, hadiah, pekerjaan, atau layanan tertentu.
Yang lebih berbahaya, akun aplikasi pesan yang sudah diretas dapat digunakan untuk mengirimkan pesan penipuan kepada kontak korban. Pesan tersebut terlihat seolah-olah berasal dari teman atau orang yang sudah dikenal.
Panggilan Spam Masih Mendominasi
Selain scam call, panggilan spam juga masih menjadi gangguan terbesar bagi pengguna ponsel.
Sepanjang periode yang dianalisis Kaspersky, panggilan spam menyumbang lebih dari 65 persen dari seluruh panggilan yang ditandai setiap bulan. Angka tertingginya mencapai 74,7 persen pada April 2026.
Perbedaan keduanya penting. Tidak semua panggilan spam merupakan penipuan, tetapi sebagian dapat digunakan sebagai bagian dari strategi untuk menghubungi calon korban.
Kenapa Penipu Mengincar Ponsel?
Ponsel kini digunakan untuk hampir semua aktivitas digital, mulai dari komunikasi, belanja, pembayaran, perbankan hingga mengakses berbagai layanan.
Kondisi tersebut membuat satu perangkat menyimpan banyak informasi penting. Jika korban berhasil diyakinkan untuk memberikan kode, kata sandi, data pribadi, atau membuka tautan berbahaya, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada sekadar menerima telepon mengganggu.
Kaspersky menilai perubahan pola hidup digital tersebut membuat penjahat siber semakin fokus memanfaatkan perangkat seluler sebagai jalur untuk menjangkau korban.
Baca Juga: Prabowo Subianto Akan Manfaatkan Uang Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Nasional
Cara Menghindari Penipuan Telepon
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pengguna untuk mengurangi risiko menjadi korban.
Pertama, jangan langsung percaya pada penelepon. Jika seseorang mengaku berasal dari bank, perusahaan, pemerintah, atau layanan tertentu dan meminta informasi sensitif, jangan langsung memberikannya.
Kedua, jangan sembarangan membuka tautan. Periksa alamat situs dengan teliti, terutama jika tautan dikirim setelah menerima telepon atau pesan yang mencurigakan.
Ketiga, jangan tergiur hadiah atau pekerjaan mendadak. Tawaran yang meminta pembayaran, data pribadi, atau verifikasi melalui tautan harus diperiksa terlebih dahulu.
Keempat, aktifkan autentikasi multifaktor pada akun penting. Lapisan keamanan tambahan dapat membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun.
Kaspersky juga menyarankan pengguna rutin memperbarui sistem keamanan perangkat dan memantau aktivitas akun untuk menemukan transaksi atau aktivitas yang tidak wajar.
Jangan Panik Saat Menerima Telepon Mencurigakan
Hal terpenting ketika menerima telepon mencurigakan adalah jangan terburu-buru mengikuti instruksi penelepon.
Jika penelepon mengaku berasal dari institusi tertentu, tutup telepon dan hubungi institusi tersebut melalui nomor atau kanal resmi yang ditemukan secara mandiri.
Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan yang diberikan oleh penelepon sebagai satu-satunya cara untuk melakukan verifikasi.
Lonjakan scam call sepanjang 2026 menunjukkan bahwa penipuan digital semakin mengandalkan manipulasi pengguna. Karena itu, kewaspadaan tidak cukup hanya dengan menghindari nomor asing, tetapi juga harus mencakup pesan, tautan, akun media sosial, dan berbagai bentuk komunikasi digital lainnya.
Sumber: Kaspersky, Katadata, ANTARA










