Bulatan Times – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali menemukan sejumlah benda pada Sabtu (12/9/2026).
Dalam pencarian hari kelima, tim gabungan menemukan dua life jacket berwarna oranye, satu helm proyek merah, dan satu jeriken bahan bakar berwarna biru di Sektor X, sisi utara Pantai Carita.
Namun, hingga Sabtu malam, benda-benda tersebut belum dapat dipastikan berasal dari speedboat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis. Petugas masih melakukan konfirmasi dan identifikasi terhadap temuan tersebut.
Temuan Baru Masih Harus Diidentifikasi
Penemuan sejumlah benda mengambang menjadi bagian dari penyisiran luas yang dilakukan unsur SAR di sekitar Selat Sunda.
Meski secara visual berupa perlengkapan yang dapat ditemukan di kapal, tim pencarian belum menyimpulkan adanya keterkaitan dengan Arupadhatu 1.
Langkah tersebut penting karena temuan pada hari-hari sebelumnya sempat memunculkan dugaan serupa.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki sebelumnya memastikan satu life jacket, sebuah pelampung putih, serta life jacket lain yang ditemukan pada operasi sebelumnya ternyata bukan perlengkapan keselamatan milik Arupadhatu 1 setelah dikonfirmasi kepada pemilik kapal.
Karena itu, temuan terbaru dua life jacket, helm, dan jeriken juga harus melalui proses identifikasi sebelum dapat dikaitkan dengan rombongan yang sedang dicari.
Area Pencarian Diperluas
Memasuki hari kelima, tim SAR memperluas penyisiran melalui jalur laut maupun udara.
Kantor SAR Banten membagi pencarian laut ke dalam enam sektor dengan luas sekitar 2.537 mil laut persegi, sedangkan pencarian udara mencakup sekitar 2.063 mil laut persegi.
Sejumlah kapal dikerahkan, termasuk KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KRI Leuser, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa, KN SAR Tetuka 247, hingga RIB milik Basarnas.
Dari udara, pencarian diperkuat menggunakan Helikopter HR-3604 serta dua drone thermal Basarnas.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad, seperti dikutip ANTARA.
Ia menyebut setiap informasi yang berpotensi menjadi petunjuk akan dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh tim.
Pencarian Menjangkau Lampung hingga Ujung Kulon
Operasi hari kelima juga diarahkan ke wilayah yang lebih luas.
Kapolda Banten menyebut pencarian difokuskan ke beberapa area, termasuk Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon. KP Sanjaya bahkan menjalani perjalanan pulang-pergi sekitar 80 mil dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam dalam operasi pencarian.
Kondisi perairan tetap menjadi perhatian. Basarnas memperkirakan tinggi gelombang di area operasi berkisar 0,5 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 10-20 knot.
Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan karena kondisi Selat Sunda dapat berubah dengan cepat.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Rombongan tersebut hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan adalah:
- Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA
- Arie Basuki dari Merdeka.com
- Donal Husni, fotografer lepas
- Yudhistira dari iNews
- Daus dari Anadolu
Tiga orang lainnya merupakan nakhoda, anak buah kapal, dan seorang pemandu.
Hingga Sabtu malam, pencarian terhadap seluruh rombongan masih berlangsung. Karena itu, setiap benda yang ditemukan belum dapat dijadikan petunjuk pasti sebelum identifikasinya selesai.











