MANCHESTER, BULATAN TIMES – Manchester City akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada pertandingan kedua fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Etihad, Kamis (15/10/2026) pukul 02.00 WIB. Kedua tim datang dengan modal kemenangan, menjadikan pertemuan ini salah satu laga utama pada pekan kedua kompetisi.
Manchester City sudah mencatat delapan kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Sementara itu, PSG datang sebagai juara Liga Champions dua musim berturut-turut, setelah memenangi edisi 2025 dan 2026.
Pertandingan ini juga mempertemukan Enzo Maresca sebagai pelatih Manchester City dengan Luis Enrique yang menangani PSG.
Manchester City Bawa Momentum Kemenangan atas Liverpool
Manchester City memperoleh modal penting setelah mengalahkan Liverpool 3-0 di Stadion Anfield pada Minggu (11/10/2026).
Erling Haaland membuka keunggulan pada menit ke-65, disusul gol Jérémy Doku tiga menit kemudian. Rayan Cherki melengkapi kemenangan lewat gol pada menit ke-78.
Ketiga gol terjadi setelah Liverpool kehilangan Ryan Gravenberch yang menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62.
Kemenangan tersebut membuat City mempertahankan catatan sempurna dalam enam pertandingan awal Liga Inggris musim ini. Tim asuhan Maresca juga memulai Liga Champions dengan mengalahkan FC Porto 2-0 pada 8 September.
Keberhasilan menjaga gawang tanpa kebobolan di markas Porto menjadi modal bagi City menghadapi PSG yang memiliki sejumlah pilihan penyerang berbahaya.
Baca Juga: Michael Carrick Desak Kasus Finansial Manchester City Segera Tuntas
PSG Datang sebagai Juara Bertahan Liga Champions
PSG memulai perjalanan mempertahankan gelar Liga Champions dengan kemenangan besar 6-1 atas Slovan Bratislava pada 9 September 2026.
Dalam pertandingan domestik terakhir, klub asal Paris tersebut juga mengalahkan Le Mans FC 3-1 di Parc des Princes, Sabtu (10/10/2026).
Lucas Beraldo membuka keunggulan melalui penalti pada menit ke-19. Setelah Le Mans menyamakan kedudukan, Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG kembali unggul pada menit ke-61 sebelum Maghnes Akliouche memastikan kemenangan tujuh menit kemudian.
Keberadaan Kvaratskhelia, Akliouche, dan Ousmane Dembélé memberikan Luis Enrique beberapa pilihan untuk membangun serangan. UEFA mencatat Dembélé telah mencetak gol dalam lima penampilan Liga Champions secara beruntun sebelum pertemuan dengan City.
PSG juga memiliki pengalaman menghadapi tim-tim besar Eropa setelah menjadi juara Liga Champions pada dua musim terakhir.
Haaland dan Rekor Kandang City Jadi Sorotan
Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang layak mendapat perhatian dalam pertandingan ini.
Menurut statistik UEFA menjelang pekan kedua, penyerang asal Norwegia tersebut telah menghasilkan 59 gol dari 59 penampilan di Liga Champions.
City juga mempunyai catatan kandang yang kuat di kompetisi Eropa. UEFA mencatat mereka hanya kalah sekali dari 25 pertandingan kandang terakhir pada fase grup atau fase liga Liga Champions, dengan 21 kemenangan dan tiga hasil imbang.
Namun, PSG memiliki pengalaman mengalahkan City dalam pertemuan terakhir kedua klub.
Pada 22 Januari 2025, PSG membalikkan ketertinggalan dua gol untuk menang 4-2 atas Manchester City di Parc des Princes dalam fase liga Liga Champions 2024/2025.
Pertandingan kali ini berlangsung dalam situasi berbeda. City ditangani Maresca, sedangkan PSG berusaha mempertahankan keberhasilan mereka di bawah Luis Enrique.
Baca Juga: Jadwal Liga Champions Pekan Ini 13–15 Oktober 2026, Man City vs PSG
Prediksi Skor Man City vs PSG
Keunggulan bermain di Etihad dan delapan kemenangan beruntun menjadi modal utama Manchester City. Produktivitas Haaland serta kontribusi Doku dan Cherki dalam pertandingan terakhir juga memperlihatkan beberapa pilihan serangan tuan rumah.
Di sisi lain, PSG datang dengan pengalaman mempertahankan gelar Eropa serta produktivitas enam gol pada pertandingan pembuka Liga Champions musim ini.
City memiliki peluang memanfaatkan dukungan kandang, tetapi PSG juga dapat memberikan ancaman melalui kombinasi pemain depan dan kemampuannya mengubah jalannya pertandingan.
Prediksi skor: Manchester City 2-2 PSG.
Hasil imbang menjadi salah satu kemungkinan dalam duel dua tim yang sama-sama menunjukkan produktivitas menyerang. Prediksi tersebut merupakan perkiraan sebelum pertandingan, bukan hasil atau proyeksi resmi UEFA.











