BULATAN TIMES – Kimi Antonelli berpeluang memastikan gelar juara dunia Formula 1 2026 pada Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin, Minggu (25/10/2026). Namun, pembalap Mercedes itu harus memenangkan balapan dan berharap dua pesaing terdekatnya gagal meraih hasil yang cukup untuk mempertahankan peluang juara.
Antonelli harus finis pertama, sementara rekan setimnya George Russell menempati posisi kesembilan atau lebih rendah. Lewis Hamilton dari Ferrari juga tidak boleh finis lebih tinggi dari posisi kelima.
Peluang tersebut terbuka setelah Antonelli finis ketiga di GP Singapura, Minggu (11/10/2026). Hasil itu membuat pembalap Italia berusia 20 tahun tersebut memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 102 poin atas Russell.
Antonelli Unggul 102 Poin Setelah GP Singapura
Antonelli mengoleksi 340 poin setelah menyelesaikan balapan di Marina Bay di belakang Max Verstappen dan Charles Leclerc.
Russell berada di posisi kedua klasemen dengan 238 poin. Pembalap Inggris itu hanya finis kesembilan di Singapura setelah harus memulai balapan dari belakang akibat penalti penggantian komponen mesin.
Hamilton menempati urutan ketiga klasemen dengan 229 poin. Ia tertinggal 111 angka dari Antonelli setelah finis keenam di Singapura.
Tiga pembalap lain yang masih mempunyai peluang matematis merebut gelar adalah Verstappen dengan 221 poin, Leclerc dengan 215 poin, dan Lando Norris dengan 201 poin.
Masih terdapat enam Grand Prix dalam kalender F1 2026, termasuk balapan berikutnya di Amerika Serikat. Dengan sistem 25 poin bagi pemenang setiap Grand Prix, tersedia maksimal 150 poin hingga akhir musim.
Baca Juga: George Russell Start dari Belakang di GP Singapura 2026 karena Penalti Power Unit
Mengapa Antonelli Wajib Menang di Austin?
Antonelli harus memperlebar keunggulannya atas Russell dari 102 menjadi setidaknya 125 poin setelah GP Amerika Serikat.
Jika memenangkan balapan di Austin, total Antonelli akan meningkat dari 340 menjadi 365 poin.
Russell masih dapat mengumpulkan maksimal dua poin agar gelar langsung jatuh kepada rekan setimnya. Artinya, ia harus finis kesembilan atau lebih rendah.
Apabila Russell finis kesembilan, total poinnya menjadi 240. Antonelli akan unggul tepat 125 poin.
Sementara itu, Hamilton harus finis kelima atau lebih rendah. Posisi kelima memberikan 10 poin, sehingga perolehan Hamilton akan menjadi 239 poin atau tertinggal 126 angka dari Antonelli.
Sebaliknya, jika Russell finis kedelapan, ia akan memperoleh empat poin dan mempertahankan peluang juara dunia. Hamilton juga masih mempunyai kesempatan apabila finis keempat atau lebih baik.
Antonelli tidak dapat mengunci gelar di Austin jika hanya finis kedua. Tambahan 18 poin akan membawanya ke 358 angka, atau maksimal unggul 120 poin atas Russell jika rekan setimnya tidak mencetak poin.
Keunggulan tersebut belum cukup karena masih tersedia 125 poin dari lima Grand Prix setelah balapan Amerika Serikat.
Mengapa Selisih 125 Poin Sudah Cukup?
Keunggulan tepat 125 poin masih memungkinkan Russell menyamai Antonelli secara matematis jika memenangkan seluruh lima balapan tersisa dan Antonelli gagal menambah angka.
Namun, regulasi FIA menentukan bahwa jumlah kemenangan balapan menjadi penentu pertama apabila dua pembalap mengakhiri musim dengan poin sama.
Antonelli telah memenangi delapan Grand Prix sepanjang musim 2026. Kemenangan di Austin akan menjadi kemenangan kesembilannya.
Russell baru mengoleksi tiga kemenangan. Sekalipun memenangkan seluruh lima balapan setelah GP Amerika Serikat, jumlah kemenangannya hanya akan mencapai delapan.
Dengan demikian, Russell tidak dapat mengungguli Antonelli dalam penentuan gelar berdasarkan jumlah kemenangan apabila keduanya berakhir dengan poin sama.
Sementara itu, kemenangan Antonelli di Austin juga akan menyingkirkan Verstappen, Leclerc, dan Norris dari persaingan gelar. Ketiganya sudah tertinggal terlalu jauh untuk mengejar perolehan poin Antonelli dalam lima balapan terakhir.
Antonelli Berpeluang Pecahkan Rekor Juara Dunia Termuda
Jika berhasil mengunci gelar pada 25 Oktober, Antonelli akan menjadi juara dunia Formula 1 termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun.
Rekor tersebut saat ini dipegang Sebastian Vettel, yang menjadi juara dunia pertamanya bersama Red Bull pada 2010 ketika berusia 23 tahun.
Namun, Antonelli memilih untuk tidak terlalu memikirkan kemungkinan tersebut menjelang balapan di Austin.
Dalam wawancara seusai GP Singapura yang dimuat laman resmi Formula 1, Antonelli mengatakan dirinya ingin tetap berkonsentrasi pada peningkatan performa mobil dan memaksimalkan setiap akhir pekan balap.
Ia juga mengakui belum sepenuhnya puas dengan penampilannya di Singapura, meskipun berhasil meraih podium dan memperlebar keunggulan klasemen.
Baca Juga: Verstappen Menang Sprint F1 Singapura 2026, Russell Kecelakaan di Lap Pertama
GP Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tanpa Sprint. Apabila persyaratan untuk mengunci gelar belum terpenuhi di Austin, perebutan juara dunia akan berlanjut ke GP Meksiko pada 1 November.
Empat balapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi, dengan seri terakhir pada 6 Desember 2026.










