Bulatan Times – Marc Marquez kembali ke Mobility Resort Motegi dengan situasi yang jauh berbeda dibanding setahun lalu. Di sirkuit yang sama, ia mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025. Kini, Marquez datang sebagai pengejar Jorge Martin dalam perebutan gelar musim 2026.
Marquez berada di posisi kedua klasemen dengan 294 poin. Jorge Martin memimpin dengan 306 poin, sehingga keduanya hanya terpaut 12 angka menjelang MotoGP Jepang pada 2–4 Oktober.
Persaingan kembali berubah setelah seri Austria. Martin memenangi Sprint dan finis kedua pada balapan utama, sedangkan Marquez menutup Grand Prix di posisi kelima.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Jelang Motegi: Martin Unggul 12 Poin atas Marc Marquez
Motegi Jadi Tempat Marquez Mengunci Gelar 2025
MotoGP Jepang tahun lalu menjadi salah satu balapan paling penting dalam karier Marquez.
Ia finis kedua di belakang Francesco Bagnaia dan memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 dengan lima seri tersisa.
Gelar tersebut menjadi titel MotoGP ketujuh Marquez sekaligus yang pertama bersama Ducati. Ia kembali menjadi juara dunia enam tahun setelah terakhir kali meraih gelar pada 2019.
Motegi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Marquez bersama Ducati. Pabrikan Italia itu pernah mengunci gelar pembalap di sirkuit Jepang bersama Casey Stoner pada 2007 dan kembali melakukannya lewat Marquez pada 2025.
Mengutip laman Ducati, Marquez menyebut MotoGP Jepang 2025 sebagai “kenangan yang tidak akan terlupakan.”
Ia juga menilai dukungan penggemar Jepang memberi motivasi tambahan saat kembali ke Motegi tahun ini.
Marquez Sempat Tertinggal 102 Poin
Perjalanan Marquez menuju Motegi musim ini tidak berjalan semulus 2025.
Cedera bahu kanan yang dialaminya setelah insiden di MotoGP Indonesia tahun lalu membuat Marquez harus kembali menjalani proses pemulihan.
Pada musim 2026, ia bahkan sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen.
Marquez kemudian memangkas jarak secara bertahap. Kemenangan di beberapa seri membuatnya menyamai poin Martin setelah MotoGP San Marino dan sempat mengambil posisi teratas klasemen.
Baca Juga: Marc Marquez Balikkan Defisit 102 Poin, Peluang Juara MotoGP 2026 Terbuka
Situasi kembali berubah di Austria. Marquez gagal mempertahankan posisi puncak setelah Martin tampil lebih kuat sepanjang akhir pekan.
Menjelang Jepang, Marquez sudah mengoleksi lima kemenangan Grand Prix dan enam kemenangan Sprint sepanjang musim ini.
Aspal Baru Motegi Jadi Tantangan Tambahan
Motegi juga tidak akan sepenuhnya sama seperti saat Marquez meraih gelar tahun lalu.
Lintasan telah mendapat lapisan aspal baru menjelang balapan 2026. Kondisi tersebut membuat tim dan pemasok ban tidak memiliki banyak data untuk memperkirakan karakter grip sepanjang akhir pekan.
Michelin menyiapkan beberapa pilihan ban belakang untuk menghadapi kondisi tersebut. Ban belakang kompon keras menggunakan konstruksi yang diperkuat, serupa dengan salah satu spesifikasi yang digunakan di Austria.
Pilihan itu menjadi perhatian Ducati karena Marquez mengaku kesulitan mendapatkan performa terbaik dari konstruksi ban belakang yang lebih kaku saat seri Austria.
Namun, Motegi secara karakter cukup cocok dengan Ducati. Sirkuit ini memiliki banyak zona pengereman keras dan akselerasi, sementara Ducati mencatat sembilan kemenangan di Motegi sepanjang sejarahnya.
Bagnaia juga memenangi dua edisi terakhir MotoGP Jepang pada 2024 dan 2025.
Marquez akan mulai menjalani sesi latihan MotoGP Jepang pada Jumat, 2 Oktober. Sprint berlangsung Sabtu pukul 13.00 WIB, sedangkan balapan utama dijadwalkan Minggu pukul 12.00 WIB.











