BULATAN TIMES – Ducati dan Aprilia menilai motor MotoGP bermesin 850cc yang akan digunakan mulai musim 2027 tetap dapat memberikan peningkatan keselamatan meskipun catatan waktu putarannya berpotensi mendekati motor 1.000cc saat ini.
General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, dan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menjelaskan bahwa perubahan regulasi terutama bertujuan mengurangi kecepatan tertinggi motor ketika pembalap mendekati tikungan, bukan semata-mata memperlambat waktu mengelilingi sirkuit.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam sesi media menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika pada 8 Oktober 2026, kemudian kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan catatan waktu cepat dari pengujian tertutup motor generasi 2027.
Hingga pertengahan Oktober, belum tersedia catatan waktu resmi yang dapat digunakan untuk membandingkan performa akhir motor 850cc dengan mesin 1.000cc.
Ducati Tekankan Pengurangan Kecepatan saat Memasuki Tikungan
Gigi Dall’Igna menjelaskan bahwa pengurangan kapasitas mesin memiliki tujuan keselamatan yang lebih spesifik daripada sekadar menghasilkan waktu putaran lebih lambat.
Menurutnya, kecepatan yang dicapai pembalap sebelum memasuki tikungan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan regulasi baru.
Pengurangan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc diharapkan membatasi tenaga dan kecepatan tertinggi motor, terutama pada lintasan lurus.
Dall’Igna menilai motor baru masih mungkin mencatat waktu putaran mendekati motor 2026, tetapi hal tersebut tidak otomatis menghilangkan manfaat keselamatan dari kecepatan puncak yang lebih rendah.
Waktu satu putaran dipengaruhi kemampuan motor sepanjang lintasan, termasuk ketika melakukan pengereman, melewati tikungan, serta berakselerasi keluar dari tikungan.
Dengan demikian, motor yang memiliki kecepatan tertinggi lebih rendah masih dapat mempertahankan waktu putaran kompetitif apabila performanya pada bagian lintasan lain meningkat.
Aprilia Perkirakan Tenaga Mesin Berkurang Sekitar 50 HP
Massimo Rivola memberikan penjelasan dengan menyoroti kecepatan yang telah dicapai motor MotoGP bermesin 1.000cc.
Pada Grand Prix Italia 2026 di Mugello, dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, sama-sama mencatat kecepatan tertinggi 368,6 kilometer per jam.
Catatan tersebut menjadi rekor kecepatan MotoGP dan menunjukkan besarnya performa motor yang digunakan dalam regulasi saat ini.
Rivola memperkirakan mesin 850cc generasi 2027 akan memiliki tenaga sekitar 50 daya kuda atau horsepower (HP) lebih rendah.
Menurutnya, pengurangan tenaga sebesar itu seharusnya membantu menurunkan kecepatan tertinggi motor.
Namun, angka 50 HP tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan Rivola, bukan hasil pengukuran resmi seluruh motor yang akan digunakan pada 2027.
Rivola juga mengatakan bahwa umpan balik awal pembalap menunjukkan motor generasi baru terasa lebih mudah dikendalikan.
Karakter tersebut berpotensi membantu pembalap mempertahankan kecepatan ketika melewati tikungan, meskipun mesin mempunyai tenaga lebih kecil.
Baca Juga: Ducati Bantah Motor MotoGP 2026 Dibuat Khusus untuk Marc Marquez
Ban Pirelli Masih Jadi Faktor yang Belum Terjawab
Selain perubahan mesin, MotoGP akan mengganti pemasok ban dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027.
Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor penting karena karakter ban memengaruhi pengereman, daya cengkeram, serta kemampuan motor mempertahankan kecepatan di tikungan.
Rivola mengingatkan bahwa catatan waktu cepat dalam satu putaran belum dapat digunakan untuk memastikan performa motor sepanjang balapan.
Motor dapat menunjukkan kecepatan kompetitif dalam pengujian singkat, tetapi belum tentu mempertahankan performa yang sama ketika digunakan selama puluhan putaran.
Daya tahan dan karakter ban Pirelli dalam kondisi balapan penuh juga masih memerlukan pengujian lebih lanjut.
Perbandingan catatan waktu motor 850cc dengan motor 1.000cc saat ini memiliki keterbatasan lain. Program pengujian setiap pabrikan, kondisi lintasan, penggunaan bahan bakar, dan konfigurasi motor dapat berbeda.
Karena itu, catatan waktu yang beredar dari tes tertutup belum cukup untuk menetapkan bahwa motor 2027 akan memiliki kecepatan atau performa balapan yang setara dengan generasi sekarang.
Regulasi MotoGP 2027 Tidak Hanya Mengubah Mesin
MotoGP telah menetapkan sejumlah perubahan teknis yang akan diberlakukan mulai musim 2027.
Selain pengurangan kapasitas mesin, ukuran diameter silinder maksimum diturunkan dari 81 milimeter menjadi 75 milimeter.
Penggunaan komponen aerodinamika juga dibatasi lebih ketat. Perangkat pengatur ketinggian motor atau ride-height device serta perangkat holeshot tidak lagi diperbolehkan.
Kapasitas tangki bahan bakar berkurang dari 22 liter menjadi 20 liter, sementara seluruh motor diwajibkan menggunakan bahan bakar 100 persen berkelanjutan.
Perubahan regulasi tersebut ditujukan untuk mengurangi kecepatan puncak, meningkatkan keselamatan, serta membuat karakter balapan lebih bergantung pada kemampuan pembalap.
Baca Juga: Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026
Tes Valencia Jadi Tahap Penting Sebelum MotoGP 2027
MotoGP telah menjadwalkan pengujian di Valencia pada 1 Desember 2026 sebagai tahap berikutnya untuk motor 850cc.
Tes tersebut akan menjadi kesempatan bagi susunan pembalap musim 2027 untuk mulai menggunakan motor generasi baru secara lebih luas.
Persiapan kemudian berlanjut melalui Shakedown Test di Sepang pada 29–30 Januari 2027, tes resmi Sepang pada 31 Januari–1 Februari, serta tes Buriram pada 6–7 Februari.
MotoGP 2027 dijadwalkan dimulai di Buriram, Thailand, pada 5–7 Maret, ketika motor bermesin 850cc dan ban Pirelli memasuki musim balapan resminya.









