BULATAN TIMES – Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, membantah anggapan bahwa pengembangan motor Desmosedici GP26 sepanjang MotoGP 2026 diarahkan khusus untuk memenuhi kebutuhan Marc Marquez. Ia menegaskan bahwa Ducati menyediakan pilihan komponen berbeda bagi para pembalapnya, termasuk Francesco Bagnaia.
Tardozzi menyampaikan penjelasan tersebut setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). Hasil balapan itu kembali menyoroti performa Ducati karena hanya Marquez yang mampu menembus enam besar, sementara empat posisi terdepan dikuasai pembalap Aprilia.
Menurut Tardozzi, perbedaan performa antarpembalap Ducati tidak berarti pengembangan motor sepenuhnya mengikuti gaya berkendara Marquez.
Bagnaia dan Marquez Menggunakan Komponen Berbeda
Tardozzi menjadikan konfigurasi motor Bagnaia sebagai contoh bahwa Ducati tidak memberikan paket teknis yang selalu identik kepada seluruh pembalap.
Bagnaia menggunakan fairing atau bodi aerodinamika berbeda dari Marquez. Ia juga pernah memakai konfigurasi aerodinamika pada lengan ayun (swingarm) yang tidak sama dengan rekan setimnya.
Perbedaan itu merupakan bagian dari pilihan teknis untuk menyesuaikan karakter motor dengan kebutuhan pembalap.
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia yang dikutip Crash.net pada Selasa (13/10/2026), Tardozzi menegaskan bahwa Ducati tidak membangun motor berdasarkan kebutuhan Marquez lalu mengharapkan konfigurasi tersebut cocok bagi semua pembalap.
Kebebasan memilih komponen juga berlaku bagi Alex Marquez bersama Gresini Racing dan Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing, yang sama-sama menggunakan Desmosedici spesifikasi pabrikan pada musim 2026.
Perbedaan pendekatan aerodinamika Ducati sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan musim.
Pada Grand Prix Prancis di Le Mans, Mei 2026, Marc Marquez memilih kembali menggunakan fairing samping dengan spesifikasi yang mengacu pada motor 2025. Sementara itu, Bagnaia, Alex Marquez, dan Di Giannantonio memakai pilihan aerodinamika terbaru Ducati untuk musim 2026.
MotoGP melaporkan bahwa sayap depan keempat motor tersebut menggunakan pengembangan yang sama, tetapi konfigurasi fairing sampingnya terbagi menjadi dua pilihan.
Tardozzi juga mengakui Ducati telah mengupayakan pengembangan untuk Bagnaia, meskipun solusi yang dicoba belum menghasilkan peningkatan performa sesuai harapan.
Baca Juga: Alex Marquez Jelaskan Tantangan Ban Michelin bagi Ducati di MotoGP Mandalika 2026
Dominasi Aprilia di Mandalika Jadi Tantangan Ducati
Perdebatan mengenai arah pengembangan Ducati muncul ketika performa Aprilia semakin kuat dalam persaingan MotoGP 2026.
Pada balapan utama GP Indonesia, Marco Bezzecchi memenangi perlombaan, disusul Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura. Keempat pembalap tersebut menggunakan motor Aprilia RS-GP.
Marc Marquez menjadi pembalap Ducati dengan hasil terbaik setelah finis keenam. Alex Marquez menyusul di posisi ketujuh dan Fabio Di Giannantonio kedelapan, sedangkan Francesco Bagnaia gagal menyelesaikan balapan.
Meski demikian, Marquez masih mempertahankan peluang besar dalam perebutan gelar dunia. Seusai GP Indonesia, ia berada di posisi kedua klasemen dengan 353 poin, hanya tertinggal dua angka dari Jorge Martin yang memimpin dengan 355 poin.
Baca Juga: Profil Marc Marquez dan Jorge Martin, Dua Juara Dunia yang Berebut Gelar MotoGP 2026
Baca Juga: Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Martin Kembali Puncaki Klasemen
Tardozzi mengakui Aprilia menunjukkan keunggulan yang lebih besar daripada perkiraan Ducati di Mandalika. Ia memperkirakan tantangan berikutnya juga tidak mudah.
Grand Prix Australia di Phillip Island dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Menurut Tardozzi, karakter tikungan cepat dan panjang di sirkuit tersebut berpotensi menguntungkan Aprilia, terutama ketika motor berada pada sudut kemiringan maksimum.











