Bulatan Times – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 membidik jumlah penonton yang lebih besar ketika ajang balap motor kelas dunia tersebut kembali berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan lebih dari 145.000 penonton menghadiri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung selama tiga hari pada 9–11 Oktober mendatang.
Target tersebut mencakup pengunjung domestik maupun mancanegara. Penyelenggara bersama pemerintah daerah kini mematangkan berbagai persiapan menjelang kedatangan puluhan ribu penggemar MotoGP ke Mandalika.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Jadwal, Target Penonton, dan Persiapan Terbaru
Target Penonton MotoGP Mandalika Naik
Target lebih dari 145 ribu penonton menunjukkan upaya penyelenggara untuk meningkatkan jumlah kunjungan dibandingkan edisi sebelumnya.
Data ITDC mencatat penyelenggaraan MotoGP Mandalika sebelumnya menarik 140.324 penonton selama tiga hari. Artinya, target tahun ini berada di atas capaian tersebut.
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, sebelumnya menjelaskan target tersebut ketika penyelenggara berkoordinasi dengan Polda NTB.
“Kami menargetkan lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan.”
Pernyataan Troy Warokka tersebut dikutip dari ANTARA dalam laporan mengenai target penonton MotoGP Indonesia 2026.
MotoGP Mandalika Digelar 9–11 Oktober
Kalender resmi MotoGP memastikan Grand Prix Indonesia berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Mandalika berada dalam rangkaian balapan Asia-Pasifik pada fase akhir musim. Setelah MotoGP Jepang di Motegi pada 2–4 Oktober, rombongan kejuaraan dunia bergerak ke Lombok sebelum melanjutkan perjalanan menuju Australia dan Malaysia.
MotoGP Indonesia menjadi salah satu dari 22 Grand Prix dalam kalender musim 2026. Balapan utama di Mandalika dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2026 Tersisa 47 Persen, Penjualan Tembus 53 Persen
Persiapan Tidak Hanya Berpusat di Sirkuit
Membawa lebih dari 145 ribu penonton selama tiga hari membuat persiapan tidak cukup dilakukan di dalam area sirkuit.
ITDC bersama Pemerintah Provinsi NTB mematangkan koordinasi lintas sektor, termasuk pengelolaan kawasan, mobilitas pengunjung, kesiapan operasional, keamanan hingga aktivitas pendukung selama penyelenggaraan.
Persiapan akses menjadi penting karena arus penonton akan terkonsentrasi menuju kawasan The Mandalika di Lombok Tengah.
Aspek keamanan juga telah dikoordinasikan bersama Polda NTB untuk memastikan kesiapan pengamanan kawasan ketika ajang internasional berlangsung.
Dampak MotoGP Diharapkan Meluas ke Ekonomi Lokal
Target penonton yang tinggi bukan hanya berkaitan dengan jumlah orang yang berada di tribune.
Kedatangan pengunjung dalam jumlah besar berpotensi menggerakkan hotel, transportasi, restoran, UMKM hingga berbagai layanan wisata di Lombok dan wilayah sekitarnya.
ITDC mencatat penyelenggaraan sebelumnya berkaitan dengan aktivitas lebih dari 600 UMKM dan melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Penyelenggara karena itu melihat MotoGP sebagai bagian dari penggerak aktivitas ekonomi dan pariwisata kawasan, bukan hanya kompetisi di lintasan.
Baca Juga: MotoGP Austria 2026, Misi Hattrick Marc Marquez di Spielberg
Mandalika Masuk Fase Flyaway MotoGP 2026
MotoGP Mandalika berada pada fase penting kalender karena menjadi bagian dari rangkaian flyaway menjelang penghujung musim.
Setelah Jepang dan Indonesia, kejuaraan bergerak menuju Australia dan Malaysia. Kalender resmi MotoGP menempatkan Mandalika sebagai salah satu persinggahan utama di Asia sebelum persaingan musim berlanjut menuju seri-seri terakhir.
Dengan waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, tantangan penyelenggara bukan hanya mencapai target penjualan tiket. Mobilitas penonton, keamanan, akomodasi dan kesiapan layanan di kawasan juga akan menentukan pengalaman pengunjung selama tiga hari MotoGP Indonesia 2026.











