22 °c
Banjar Triwangsakeliki
24 ° Rab
24 ° Kam
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

AI Ternyata Haus Air, Kebutuhannya Bisa Melonjak Tajam hingga 2030

Pertumbuhan AI ikut meningkatkan kebutuhan air pusat data. Sejumlah penelitian memperkirakan jejak air server AI dapat meningkat tajam menuju 2030.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
20 menit ago
in TEKNO & SAINS
0
Ilustrasi pusat data AI dengan sistem pendinginan yang menggunakan air

Ilustrasi penggunaan air untuk mendukung sistem pusat data dan komputasi AI. Ilustrasi: Bulatan Times

0
SHARES
5
VIEWS

Bulatan Times – Ledakan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mendorong kebutuhan chip dan listrik dalam jumlah besar. Di balik aktivitas seperti membuat teks, gambar hingga menjalankan model AI, terdapat pusat data yang juga membutuhkan air untuk menjaga infrastruktur komputasi tetap beroperasi.

Air terutama berkaitan dengan sistem pendinginan pusat data serta, secara tidak langsung, pembangkitan listrik yang memasok energi ke server. Ketika jumlah dan kapasitas server AI meningkat, jejak air teknologi ini ikut menjadi perhatian.

Penelitian yang dipublikasikan Nature Sustainability memperkirakan pengoperasian server AI di Amerika Serikat dapat menghasilkan jejak air tahunan sekitar 731 juta hingga 1,125 miliar meter kubik dalam rentang 2024–2030, tergantung skenario ekspansi.

Baca Juga: OpenAI Temukan 3 Masalah yang Bikin GPT-6 Astra Terasa Menurun

Mengapa AI Membutuhkan Air?

Server AI bekerja dengan beban komputasi tinggi. Perangkat keras yang menjalankan proses tersebut menghasilkan panas sehingga pusat data membutuhkan sistem pendinginan agar suhu peralatan tetap berada dalam batas operasional.

Sebagian fasilitas menggunakan sistem yang melibatkan air. Di luar penggunaan langsung itu, jejak air juga muncul dari listrik yang dibutuhkan pusat data karena pembangkitan energi tertentu membutuhkan air.

Penelitian Nature Sustainability memperkirakan komponen tidak langsung menyumbang sekitar 71 persen dari total jejak air server AI dalam model penelitian mereka, sedangkan penggunaan langsung sekitar 29 persen.

Artinya, pembicaraan mengenai “air yang digunakan AI” tidak sesederhana menghitung air yang masuk ke gedung pusat data.

Satu Model AI Bisa Membutuhkan Air dalam Jumlah Besar

Persoalan jejak air AI sebenarnya telah menjadi perhatian peneliti sejak sebelum ledakan layanan generative AI mencapai skala sekarang.

Studi Making AI Less “Thirsty” memperkirakan pelatihan GPT-3 di pusat data Microsoft di Amerika Serikat dapat menyebabkan sekitar 700 ribu liter air tawar menguap secara langsung.

Penelitian yang sama memperkirakan permintaan AI secara global dapat terkait dengan penarikan air sekitar 4,2 hingga 6,6 miliar meter kubik pada 2027.

Namun, angka tersebut tidak boleh diterjemahkan sebagai jumlah air yang semuanya “habis diminum AI”. Dalam kajian lingkungan, water withdrawal atau pengambilan air berbeda dengan water consumption, yaitu bagian air yang tidak segera dikembalikan ke sumber asalnya.

Perbedaan istilah ini penting agar angka besar mengenai jejak air AI tidak menjadi menyesatkan.

2030 Bisa Menjadi Tantangan Lebih Besar

Penelitian terbaru menunjukkan tekanan tersebut berpotensi meningkat seiring pembangunan server AI.

Kajian di Nature Sustainability menemukan skala dampaknya sangat dipengaruhi pertumbuhan kapasitas server, efisiensi pusat data, lokasi fasilitas, teknologi pendinginan, dan sumber listrik yang digunakan. Bahkan dalam skenario rendah, penelitian tersebut tetap menemukan kenaikan jejak energi, air, dan karbon.

Karena itu, tidak ada satu angka global yang dapat dianggap sebagai jawaban pasti mengenai berapa banyak air yang akan “dihabiskan AI” pada 2030. Yang lebih tepat adalah melihatnya sebagai rentang proyeksi dengan ketidakpastian besar.

Baca Juga: Apa Itu Internet dan Bagaimana Cara Kerjanya? Ini Penjelasannya

Bukan Hanya Air, Konsumsi Listrik Ikut Melonjak

Pertumbuhan AI juga terlihat dari kebutuhan listrik pusat data.

Laporan Lawrence Berkeley National Laboratory mencatat pusat data menggunakan sekitar 176 terawatt-jam (TWh) listrik di Amerika Serikat pada 2023, setara sekitar 4,4 persen konsumsi listrik negara tersebut.

Pada 2028, konsumsi pusat data AS diproyeksikan mencapai 325–580 TWh, atau sekitar 6,7–12 persen dari konsumsi listrik nasional, tergantung perkembangan industri. Berkeley Lab menyebut pertumbuhan server AI menjadi salah satu pendorong utama lonjakan permintaan tersebut.

Hubungan listrik dan air inilah yang membuat jejak lingkungan AI menjadi persoalan lebih kompleks daripada sekadar konsumsi daya chip.

Tidak Semua Pusat Data Sama Borosnya

Besarnya penggunaan air dapat berbeda jauh antara satu pusat data dan lainnya.

Lokasi geografis, iklim, teknologi pendinginan, efisiensi server hingga sumber listrik dapat mengubah hasil perhitungan. Pusat data yang beroperasi di daerah dengan tekanan sumber daya air tinggi juga menimbulkan persoalan berbeda dibanding fasilitas dengan kondisi air lebih melimpah.

Kajian tentang konsumsi air pusat data di npj Clean Water juga menyoroti masalah transparansi. Pengukuran konsumsi air oleh operator pusat data masih belum merata sehingga membandingkan satu fasilitas dengan fasilitas lainnya tidak selalu mudah.

Bisakah AI Dibuat Lebih Hemat Air?

Ada sejumlah jalur untuk menekan dampaknya.

Efisiensi sistem pendinginan, peningkatan utilisasi server, pemilihan lokasi pusat data dan penggunaan sumber energi dengan jejak air lebih rendah dapat membantu. Penelitian Nature Sustainability memperkirakan kombinasi praktik terbaik berpotensi menghasilkan pengurangan besar pada jejak lingkungan, meski penerapannya dibatasi kondisi infrastruktur dan ketersediaan teknologi.

Tantangannya adalah mengoptimalkan satu aspek tidak selalu otomatis memperbaiki aspek lainnya. Strategi untuk mengurangi konsumsi air pusat data dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan emisi karbon sehingga keduanya perlu dikelola secara bersamaan.

Dengan penggunaan AI yang terus meluas, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa pintar model yang dapat dibuat. Efisiensi energi, air, lokasi pusat data dan transparansi mengenai dampak lingkungan akan ikut menentukan seberapa berkelanjutan perkembangan AI pada tahun-tahun mendatang.

Source: Nature Sustainability, Lawrence Berkeley National Laboratory
Tags: Teknologi

Related Posts

Ilustrasi smartphone dengan antarmuka kecerdasan buatan untuk berita peluncuran iOS 27
GADGET

Apple Resmi Rilis iOS 27, Siri AI Jadi Andalan Pembaruan iPhone

September 15, 2026
Ilustrasi 5 cara membuat internet super kencang dan Wi-Fi lebih stabil
TEKNO & SAINS

5 Cara Membuat Internet Super Kencang, Wi-Fi Lebih Stabil dan Tidak Mudah Lemot

September 15, 2026
Pengaturan Shift Left Edge pada layar iPhone Duo
GADGET

iPhone Duo Punya Pengaturan Tersembunyi untuk Cegah Casing Ganggu Layar

September 14, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi

Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi di BYON Combat Showbiz 8

Agustus 30, 2026
Gedung Merah Putih KPK terkait OTT Kementerian ATR/BPN

BREAKING NEWS: OTT KPK Tangkap Dirjen Kementerian ATR/BPN, 17 Orang Diamankan

September 15, 2026
Hero Layla Mobile Legends

Build Layla Tersakit 2026: Item, Emblem, dan Tips Savage Mobile Legends

Agustus 29, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri acara serah terima jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Resmi Lepas Jabatan Menkeu, Ditanya Rencana ke Depan: Mau Mancing

September 15, 2026
Ilustrasi pusat data AI dengan sistem pendinginan yang menggunakan air

AI Ternyata Haus Air, Kebutuhannya Bisa Melonjak Tajam hingga 2030

Pembalap Ducati membawa bendera Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit

MotoGP Mandalika 2026 Bidik Lebih dari 145 Ribu Penonton

Betrand Peto terkait perkembangan laporan yang ditangani Polda Metro Jaya

Kasus Betrand Peto Dituding Ditunggangi, Kuasa Hukum Pelapor Beri Jawaban Tegas

Layanan artikel promosi dan publikasi bisnis Bulatan Times

Bulatan Times Buka Layanan Artikel Promosi dan Publikasi Bisnis Mulai Rp75 Ribu

Ilustrasi pusat data AI dengan sistem pendinginan yang menggunakan air

AI Ternyata Haus Air, Kebutuhannya Bisa Melonjak Tajam hingga 2030

September 15, 2026
Pembalap Ducati membawa bendera Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit

MotoGP Mandalika 2026 Bidik Lebih dari 145 Ribu Penonton

September 15, 2026
Betrand Peto terkait perkembangan laporan yang ditangani Polda Metro Jaya

Kasus Betrand Peto Dituding Ditunggangi, Kuasa Hukum Pelapor Beri Jawaban Tegas

September 15, 2026
Layanan artikel promosi dan publikasi bisnis Bulatan Times

Bulatan Times Buka Layanan Artikel Promosi dan Publikasi Bisnis Mulai Rp75 Ribu

September 15, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times