Bulatan Times – Perjuangan Veda Ega Pratama pada Moto3 Austria 2026 memasuki jalur yang lebih berat. Pembalap Indonesia dari Honda Team Asia itu harus memulai kualifikasi dari Q1 setelah mengakhiri Practice di posisi ke-18 di Red Bull Ring, Spielberg, Jumat (18/9/2026).
Veda membukukan waktu terbaik 1 menit 40,773 detik. Catatan tersebut sebenarnya sudah lebih cepat dibandingkan hasilnya pada sesi latihan bebas pertama, tetapi belum cukup untuk menempatkannya dalam 14 pembalap yang memperoleh tiket langsung ke Q2.
Jarak Veda dengan batas terakhir Q2 juga tidak terlalu jauh. Adrian Fernandez yang menempati posisi ke-14 hanya unggul 0,242 detik. Selisih tipis itu memperlihatkan betapa rapatnya persaingan Moto3 di Red Bull Ring.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Evaluasi Diri usai Finis P18 di Misano: Austria Jadi Target Bangkit
Veda Wajib Tembus Empat Besar Q1
Hasil Practice membuat Veda harus menjalani Q1 pada Sabtu (19/9/2026). Untuk melanjutkan perjuangan ke Q2, rookie bernomor 9 tersebut harus menempatkan diri di antara empat pembalap tercepat pada sesi pertama kualifikasi.
Jika gagal, peluang mendapatkan posisi start ideal akan semakin kecil. Posisi di grid menjadi penting karena Veda masih memburu kesempatan kembali membawa pulang poin dari Austria.
David Almansa menjadi pembalap tercepat dalam Practice dengan waktu 1 menit 39,668 detik. Maximo Quiles menempati posisi kedua, sedangkan Alvaro Carpe melengkapi tiga besar.
Meski berada di posisi ke-18, Veda masih memiliki kesempatan memperbaiki situasi melalui Q1. Karakter Red Bull Ring dengan trek lurus dan zona pengereman keras juga membuka peluang terjadinya persaingan dalam grup yang rapat.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Tembus Q2 Moto3 San Marino 2026
Rookie Honda Team Asia Jalani Musim Pertama
Moto3 2026 merupakan musim pertama Veda sebagai pembalap reguler Kejuaraan Dunia. Honda Team Asia memasangkannya dengan pembalap Jepang Zen Mitani setelah keduanya melalui program pengembangan Honda dan Idemitsu.
Veda datang ke Moto3 dengan status juara Idemitsu Asia Talent Cup 2023. Sebelum naik ke Kejuaraan Dunia, pembalap Indonesia tersebut juga mengasah kemampuan melalui Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP.
Adaptasinya sepanjang musim menunjukkan hasil yang beragam. Pada seri pembuka di Thailand, Veda langsung finis kelima setelah terlibat dalam perebutan podium. Ia kemudian mencatat sejarah dengan meraih podium Grand Prix di Goiania.
Veda juga sempat memperlihatkan kecepatannya di Sachsenring. Dalam Practice Moto3 Jerman, ia menjadi pembalap tercepat dengan catatan 1 menit 25,848 detik dan unggul hanya 0,008 detik atas Joel Esteban.
Pengalaman melewati Q1 pun bukan hal baru. Di Catalunya, Veda gagal melaju dari Q1 dan harus memulai balapan dari posisi ke-20. Namun, ia kemudian melakukan comeback hingga finis kedelapan. Hasil tersebut menunjukkan posisi start dari belakang tidak selalu menutup peluangnya mendapatkan poin.
Austria Jadi Kesempatan untuk Bangkit
Veda datang ke Austria setelah menjalani akhir pekan yang tidak mudah di San Marino. Ia memulai balapan di Misano dari posisi ke-15 dan sempat bertarung di zona poin, tetapi akhirnya menyelesaikan lomba di urutan ke-18.
Kini tantangan pertamanya di Red Bull Ring adalah melewati Q1. Selisih hanya 0,242 detik dari zona Q2 pada Practice memberi gambaran bahwa peluang tersebut masih terbuka, tetapi Veda harus menemukan tambahan kecepatan pada sesi kualifikasi.
Empat besar Q1 akan memberinya kesempatan bertarung kembali di Q2. Dari sana, Veda bisa memperbaiki posisi start dan membuka peluang lebih besar untuk kembali bersaing memperebutkan poin pada balapan Moto3 Austria 2026.











