Bulatan Times – Internet yang terasa lambat tidak selalu berarti paket dari penyedia layanan kurang cepat. Posisi router, frekuensi Wi-Fi, jumlah perangkat yang terhubung, hingga pengaturan jaringan dapat ikut memengaruhi performa koneksi di rumah.
Karena itu, sebelum buru-buru menaikkan paket internet, ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membuat koneksi lebih optimal.
Microsoft menjelaskan bahwa performa Wi-Fi dapat dipengaruhi tata letak rumah, kepadatan kanal, jenis frekuensi, serta hambatan fisik antara perangkat dan router. Google juga menyebut jarak, penghalang seperti dinding, perangkat lain yang memakai bandwidth, dan kemampuan perangkat menjadi faktor penting dalam kecepatan Wi-Fi.
Baca Juga: Apa Itu Internet dan Bagaimana Cara Kerjanya? Ini Penjelasannya
1. Letakkan Router di Posisi yang Tepat
Posisi router menjadi salah satu faktor paling sederhana tetapi sering diabaikan.
Router sebaiknya ditempatkan di area yang relatif berada di tengah rumah, terbuka, tidak terlalu rendah, dan tidak tertutup lemari atau benda besar.
Microsoft menyarankan router ditempatkan di lokasi sentral, tidak berada langsung di lantai, serta dijauhkan dari dinding tebal dan benda logam yang dapat menghambat sinyal. Google juga merekomendasikan lokasi yang terbuka dan, bila memungkinkan, sekitar setinggi pandangan mata.
Meletakkan router di sudut rumah hanya karena dekat dengan sambungan kabel bisa membuat sinyal harus melewati lebih banyak dinding sebelum mencapai perangkat.
Jika rumah mempunyai lebih dari satu lantai atau bentuk bangunannya memanjang, sistem mesh dapat menjadi pilihan untuk memperluas cakupan. Namun, titik mesh juga harus ditempatkan dengan benar agar hubungan antartitik tetap kuat.
2. Gunakan Frekuensi Wi-Fi yang Sesuai
Router modern umumnya mendukung lebih dari satu pita frekuensi.
Pilihan yang umum adalah 2,4 GHz dan 5 GHz, sementara perangkat yang lebih baru dapat mendukung 6 GHz melalui Wi-Fi 6E.
Microsoft menjelaskan 2,4 GHz mempunyai jangkauan lebih jauh dan lebih baik menembus penghalang, tetapi throughput-nya cenderung lebih rendah dan pita ini lebih padat.
Sebaliknya, 5 GHz menawarkan throughput lebih tinggi dan biasanya lebih sedikit gangguan, tetapi jangkauannya lebih pendek. Sementara 6 GHz dapat memberikan performa sangat tinggi dan latensi rendah ketika perangkat berada dekat dengan router, dengan syarat router dan perangkat sama-sama mendukung Wi-Fi 6E.
Untuk perangkat yang dekat dengan router dan membutuhkan kecepatan tinggi seperti laptop gaming, smart TV, atau perangkat streaming, 5 GHz biasanya menjadi pilihan lebih baik.
Untuk perangkat yang lebih jauh atau terhalang beberapa dinding, 2,4 GHz bisa menghasilkan koneksi yang lebih stabil.
Baca Juga: Apa Itu Domain? Pengertian Domain dan Jenis-Jenisnya
3. Kurangi Perangkat yang Menghabiskan Bandwidth
Semakin banyak perangkat aktif menggunakan koneksi pada saat bersamaan, semakin besar kemungkinan bandwidth terbagi.
Satu perangkat mungkin hanya digunakan membuka media sosial, tetapi perangkat lain dapat sedang mengunduh file besar, melakukan backup cloud, memperbarui game, atau menonton video resolusi tinggi.
Google menjelaskan setiap perangkat yang terhubung ke Wi-Fi ikut bersaing menggunakan bandwidth jaringan. Aktivitas beberapa perangkat secara bersamaan dapat membuat kecepatan yang diterima perangkat lain berkurang.
Coba periksa daftar perangkat yang terhubung melalui halaman administrasi atau aplikasi router.
Jika ada perangkat yang sudah tidak digunakan, putuskan koneksinya. Jadwalkan download besar dan update sistem di waktu yang tidak bersamaan dengan aktivitas penting seperti rapat video atau bermain game online.
Pada router yang mendukung Quality of Service atau QoS, pengguna juga dapat memprioritaskan perangkat atau jenis lalu lintas tertentu. Pengaturan ini tidak menambah kecepatan paket internet, tetapi dapat membantu membagi bandwidth secara lebih teratur.
4. Restart dan Perbarui Router Secara Berkala
Router bekerja terus-menerus selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
Jika koneksi tiba-tiba terasa lambat, salah satu langkah sederhana yang layak dicoba adalah memulai ulang modem dan router.
Google memasukkan restart jaringan sebagai salah satu langkah dasar ketika Wi-Fi mengalami penurunan kecepatan.
Selain restart, periksa juga apakah produsen router menyediakan pembaruan firmware.
Firmware merupakan perangkat lunak yang menjalankan router. Pembaruan dapat membawa perbaikan bug, peningkatan stabilitas, kompatibilitas, serta perbaikan keamanan.
Jika router sudah berusia cukup lama dan hanya mendukung standar Wi-Fi generasi lama, mengganti perangkat juga dapat memberikan peningkatan performa, terutama jika perangkat pengguna sudah mendukung standar Wi-Fi yang lebih baru.
Google menegaskan kecepatan juga dipengaruhi kemampuan router dan perangkat yang digunakan. Perangkat lama belum tentu mendukung standar Wi-Fi dengan kecepatan tertinggi.
5. Gunakan DNS yang Cepat dan Andal
Saat membuka sebuah situs, perangkat perlu mengetahui alamat IP server tujuan.
Di sinilah Domain Name System atau DNS bekerja.
Mengganti DNS tidak secara ajaib meningkatkan kapasitas internet dari 50 Mbps menjadi 100 Mbps. Namun, DNS resolver yang responsif dapat mempercepat proses pencarian alamat domain pada tahap awal ketika pengguna mengakses suatu situs.
Cloudflare menyediakan public DNS resolver 1.1.1.1 dan menyebut layanannya dirancang sebagai alternatif DNS publik yang cepat dan berorientasi privasi.
Pengguna juga dapat memakai DNS publik lain yang terpercaya, tergantung kebutuhan dan lokasi.
Perlu dicatat, mengganti DNS tidak akan memperbaiki masalah sinyal Wi-Fi, gangguan ISP, atau paket internet yang memang lambat. DNS hanya memengaruhi salah satu bagian dari proses ketika perangkat mencari alamat sebuah layanan internet.
Jangan Lupa Tes Kecepatan Sebelum dan Sesudah
Sebelum mengubah konfigurasi jaringan, lakukan pengujian kecepatan terlebih dahulu.
Microsoft menyarankan menjalankan beberapa speed test di lokasi berbeda di dalam rumah dan mencatat hasilnya. Setelah router dipindahkan atau pengaturan jaringan diubah, lakukan pengujian lagi untuk melihat apakah performanya benar-benar meningkat.
Pengujian sebaiknya dilakukan lebih dari sekali karena hasil dapat berubah tergantung kondisi jaringan.
Jika menggunakan Wi-Fi, coba bandingkan hasil saat perangkat berada dekat router dan saat berada di ruangan lain.
Bila memungkinkan, lakukan pula tes menggunakan kabel Ethernet. Jika kecepatan melalui kabel tinggi tetapi Wi-Fi jauh lebih rendah, masalah kemungkinan berada pada jaringan nirkabel di dalam rumah.
Namun, jika koneksi kabel juga jauh di bawah paket yang seharusnya didapat, masalah bisa berasal dari modem, jaringan ISP, atau layanan internet itu sendiri.
Internet Kencang Bukan Hanya Soal Paket Mbps
Paket internet dengan angka Mbps besar belum tentu memberikan pengalaman terbaik apabila jaringan Wi-Fi di rumah tidak diatur dengan baik.
Posisi router, jenis frekuensi, gangguan sinyal, jumlah perangkat, hingga kemampuan perangkat pengguna semuanya ikut menentukan hasil akhir.
Lima langkah yang paling mudah dicoba adalah memindahkan router ke posisi yang lebih baik, memilih pita Wi-Fi yang sesuai, mengendalikan perangkat yang memakai bandwidth, memperbarui router, dan menggunakan DNS yang responsif.
Jika seluruh langkah tersebut sudah dilakukan tetapi internet tetap jauh lebih lambat dari kecepatan layanan yang dijanjikan, langkah berikutnya adalah menghubungi ISP untuk memeriksa kondisi jaringan.











