22 °c
Banjar Triwangsakeliki
24 ° Sen
24 ° Sel
Senin, Oktober 26, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
Home TEKNO & SAINS

Foto dan Video AI Bisa Memicu Ingatan Palsu, Ini Temuan Studi MIT

Studi MIT terhadap 200 peserta menemukan foto dan video hasil editan AI dapat meningkatkan kesalahan mengingat detail kejadian.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
26 Oktober 2026, 01.08 WIB
in TEKNO & SAINS
0
Ilustrasi seseorang melihat dua versi foto keluarga berbeda di layar laptop, dengan visual otak dan fragmen ingatan di latar belakang

Ilustrasi perbedaan foto asli dan foto yang dimodifikasi AI untuk menggambarkan risiko ingatan palsu, bukan dokumentasi penelitian MIT. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

BULATAN TIMES – Foto dan video yang diubah menggunakan kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi cara seseorang mengingat kejadian. Penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa orang yang melihat visual hasil manipulasi AI lebih rentan mengingat detail yang sebenarnya tidak ada dalam gambar asli.

Dalam eksperimen terhadap 200 peserta, kelompok yang melihat video AI dari foto yang telah diedit menunjukkan tingkat ingatan keliru 2,05 kali dibandingkan kelompok yang hanya melihat foto asli. Peserta dalam kelompok tersebut juga lebih yakin terhadap ingatan yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Penelitian itu diterbitkan dalam konferensi CHI pada April 2025 dan kembali mendapat perhatian setelah MIT Media Lab menyoroti dampak AI terhadap ingatan manusia pada Oktober 2026.

Bagaimana Peneliti Menguji Ingatan Peserta?

Tim peneliti yang melibatkan Pat Pataranutaporn, Chayapatr Archiwaranguprok, Samantha Chan, Elizabeth Loftus, dan Pattie Maes membagi 200 peserta menjadi empat kelompok. Setiap kelompok berisi 50 orang.

Seluruh peserta terlebih dahulu diperlihatkan sejumlah foto asli. Setelah mengerjakan tugas selingan, mereka mendapat materi visual berbeda sesuai kelompok masing-masing.

Kelompok pertama melihat kembali foto yang tidak diubah. Kelompok kedua menerima foto yang telah dimanipulasi menggunakan AI.

Kelompok ketiga melihat video buatan AI berdasarkan foto asli, sedangkan kelompok keempat menyaksikan video AI yang dibuat dari foto yang sebelumnya sudah dimanipulasi.

Peserta kemudian diminta mengingat detail dari materi awal yang mereka lihat.

Dalam contoh perubahan visual yang digunakan peneliti, ekspresi wajah seseorang dapat dibuat berbeda dari foto aslinya. Detail tambahan semacam ini memungkinkan peserta mengingat sesuatu yang sebenarnya tidak mereka lihat pada paparan pertama.

Perbandingan keempat kelompok membantu peneliti menilai apakah perubahan pada foto, animasi video, atau gabungan keduanya berkaitan dengan meningkatnya ingatan yang keliru.

Video AI dari Foto Editan Memberi Pengaruh Terbesar

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa manipulasi foto dan video menggunakan AI dapat meningkatkan jumlah kesalahan dalam mengingat detail.

Pengaruh paling besar ditemukan pada kelompok yang menyaksikan video AI hasil pengembangan foto yang sudah diedit. Tingkat ingatan palsunya mencapai 2,05 kali kelompok kontrol yang melihat foto tanpa perubahan.

Tingkat keyakinan peserta terhadap ingatan keliru tersebut juga tercatat 1,19 kali kelompok kontrol.

Artinya, peserta tidak hanya lebih sering menyebutkan detail yang salah. Dalam kondisi eksperimen tertentu, mereka juga merasa lebih yakin bahwa detail tersebut memang terdapat pada materi awal.

Ingatan palsu dalam penelitian ini merujuk pada kesalahan mengingat detail visual, bukan bukti bahwa seseorang sepenuhnya melupakan pengalaman hidup atau memperoleh ingatan baru yang bertahan selamanya.

Hasil tersebut juga tidak berarti setiap foto hasil editan AI pasti mengubah ingatan orang yang melihatnya. Efek yang dilaporkan muncul dalam kondisi pengujian yang dirancang oleh peneliti.

Ringkasan Video AI Juga Dapat Mengubah Ingatan

Temuan tentang pengaruh AI terhadap ingatan turut diperkuat oleh penelitian berbeda dari Georgetown University dan University of Washington yang diumumkan pada September 2026.

Penelitian ini melibatkan 331 peserta yang menyaksikan video animasi kecelakaan mobil dan pejalan kaki.

Setelah 24 hingga 48 jam, peserta diberi ringkasan video yang dibuat menggunakan AI. Sebagian menerima ringkasan yang akurat, sementara kelompok lain membaca ringkasan dengan informasi keliru mengenai rambu lalu lintas dalam tayangan.

Hasilnya, 83,6 persen peserta yang membaca ringkasan akurat berhasil mengingat rambu tersebut dengan benar.

Angka itu turun menjadi 44,8 persen pada peserta yang membaca ringkasan menyesatkan.

Mengutip keterangan Georgetown University, pemberitahuan bahwa ringkasan dibuat menggunakan AI tidak menghilangkan pengaruh informasi keliru terhadap ingatan peserta.

Penelitian Georgetown berbeda dari eksperimen MIT. Yang diuji bukan foto hasil editan, melainkan pengaruh informasi salah dalam ringkasan tertulis terhadap ingatan seseorang setelah menonton video.

Keduanya menunjukkan bahwa informasi yang diterima setelah melihat suatu peristiwa dapat memengaruhi apa yang kemudian dianggap sebagai ingatan atas peristiwa tersebut.

Baca Juga: Tips Menggunakan ChatGPT untuk Penjualan, dari Promosi hingga Follow Up

Mengapa Temuan Ini Penting untuk Pengguna AI?

Teknologi AI kini memungkinkan foto lama diperjelas, ekspresi wajah diubah, objek ditambahkan, dan gambar diam dibuat seolah bergerak.

Kemampuan tersebut berguna untuk kebutuhan kreatif, tetapi juga dapat mengaburkan perbedaan antara dokumentasi kejadian dan visual yang telah direkayasa.

Dalam penggunaan pribadi, foto keluarga yang telah diedit dapat menampilkan detail yang tidak pernah ada. Jika gambar itu dilihat kembali tanpa mengetahui perubahannya, seseorang berpotensi mencampurkan informasi baru dengan ingatan terhadap foto asli.

Risiko serupa menjadi perhatian ketika foto atau video dipakai untuk menggambarkan peristiwa publik, menyimpan catatan sejarah, atau mendukung keterangan saksi.

Meski demikian, penelitian MIT tidak mengukur seberapa sering dampak tersebut terjadi dalam kehidupan sehari-hari atau berapa lama ingatan keliru bertahan setelah seseorang terpapar visual AI.

Temuan laboratorium itu menunjukkan adanya potensi perubahan ingatan, bukan kepastian bahwa seluruh pengguna media sosial akan mengalami efek yang sama.

Cara Mengurangi Risiko Salah Mengingat Foto dan Video

Pengguna dapat membedakan foto dokumentasi asli dengan gambar yang telah dimodifikasi AI dengan menyimpan versi awal dan mencatat perubahan yang dilakukan.

Jika foto digunakan sebagai arsip keluarga, catatan kegiatan, atau bukti suatu kejadian, file asli sebaiknya tetap disimpan terpisah dari versi editannya.

Pemberian keterangan bahwa visual dibuat atau diubah menggunakan AI juga membantu orang lain memahami asal gambar tersebut.

Namun, label AI saja tidak selalu cukup untuk mencegah pengaruh informasi keliru terhadap ingatan, terutama ketika seseorang sudah menerima detail tambahan sebagai bagian dari kejadian yang dilihatnya.

Untuk informasi penting, pemeriksaan dapat dilakukan dengan membandingkan rekaman asli, waktu pengambilan gambar, keterangan saksi, dan sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Dalam konteks hukum dan pemeriksaan kejadian, perbedaan antara rekaman asli, hasil editan, dan ringkasan AI perlu dijaga. Penilaian atas suatu peristiwa tidak seharusnya hanya bertumpu pada ingatan seseorang setelah melihat materi yang sudah dimanipulasi.

Source: MIT Media Lab; Georgetown University
Tags: artificial intelligenceFoto AIIngatan Palsu

Related Posts

Ilustrasi laptop dan ponsel menampilkan logo ChatGPT, disertai panel manfaat konten, riset, dan produktivitas
TEKNO & SAINS

Tips Menggunakan ChatGPT untuk Penjualan, dari Promosi hingga Follow Up

Oktober 25, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi
GADGET

Harga Resmi iPhone Duo di Indonesia Mulai Rp. 45,68 Juta, Ini Daftarnya

Oktober 25, 2026
Ilustrasi layar laptop dengan logo PHP, kode program, tanda peringatan keamanan merah, dan siluet orang bertudung di belakang
TEKNO & SAINS

Dua Celah Kritis PHP Ditemukan, Pengguna Diminta Segera Update

Oktober 23, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menkeu Purbaya Pangkas ANggaran MBG

Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG jika Tak Terserap Hingga Akhir Oktober

Oktober 7, 2025
Ilustrasi helikopter menyiram air ke lahan terbakar sementara petugas memadamkan api dan pesawat melintas di kejauhan

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Oktober 25, 2026
Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia bernomor 72 di lintasan

Bezzecchi Sesalkan MotoGP Australia 2026 Batal, Fans Bertahan di Tengah Hujan

Oktober 25, 2026
Sejumlah pembalap motor melaju di lintasan basah dalam kondisi hujan

MotoGP Australia 2026 Dibatalkan, Helikopter Medis Tak Bisa Terbang

Oktober 25, 2026
Ilustrasi seseorang melihat dua versi foto keluarga berbeda di layar laptop, dengan visual otak dan fragmen ingatan di latar belakang

Foto dan Video AI Bisa Memicu Ingatan Palsu, Ini Temuan Studi MIT

Ilustrasi pekerja di kantor mengangkat formulir cuti disetujui di samping monitor game dan kalender 19 November 2026

Jelang Rilis GTA 6, Pengajuan Cuti Pekerja AS Meningkat

Ilustrasi helikopter menyiram air ke lahan terbakar sementara petugas memadamkan api dan pesawat melintas di kejauhan

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia bernomor 72 di lintasan

Bezzecchi Sesalkan MotoGP Australia 2026 Batal, Fans Bertahan di Tengah Hujan

Ilustrasi seseorang melihat dua versi foto keluarga berbeda di layar laptop, dengan visual otak dan fragmen ingatan di latar belakang

Foto dan Video AI Bisa Memicu Ingatan Palsu, Ini Temuan Studi MIT

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pekerja di kantor mengangkat formulir cuti disetujui di samping monitor game dan kalender 19 November 2026

Jelang Rilis GTA 6, Pengajuan Cuti Pekerja AS Meningkat

Oktober 26, 2026
Ilustrasi helikopter menyiram air ke lahan terbakar sementara petugas memadamkan api dan pesawat melintas di kejauhan

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Oktober 25, 2026
Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia bernomor 72 di lintasan

Bezzecchi Sesalkan MotoGP Australia 2026 Batal, Fans Bertahan di Tengah Hujan

Oktober 25, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times