12 °c
Moscow
12 ° Sen
12 ° Sel
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah

Microsoft melihat AI semakin banyak digunakan dalam serangan siber, dari pencarian celah hingga phishing dan pengembangan malware.

Editor by Editor
24 detik ago
in TEKNO & SAINS
0
AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat

Gambar ilustrasi AI.

0
SHARES
0
VIEWS

Bulatan Times – Kecerdasan buatan tidak hanya mengubah cara orang bekerja. Kini, AI untuk serangan siber juga mulai banyak dimanfaatkan. Di dunia keamanan siber, teknologi yang sama kini juga membantu penjahat digital bergerak lebih cepat. Selain itu, mereka bisa mencari celah lebih efisien dan mengotomatisasi sebagian tahapan serangan.

Microsoft dalam Digital Defense Report 2026 menyebut AI mulai digunakan pelaku ancaman dalam berbagai aktivitas. Aktivitas itu meliputi pencarian kerentanan, pengintaian target, phishing, pengembangan malware dan exploit. Selanjutnya, AI juga digunakan dalam aktivitas setelah sebuah sistem berhasil ditembus.

Microsoft memperingatkan bahwa AI membuat serangan siber bisa dijalankan dengan kecepatan dan skala yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak waktu serta tenaga manusia.

Perubahan itu membuat perlombaan antara penyerang dan pihak yang bertahan semakin ketat. Bukan hanya soal siapa memiliki teknologi paling canggih, tetapi siapa yang lebih cepat menemukan celah, membaca ancaman, dan mengambil tindakan.

Baca Juga: OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Waktu dari Celah Ditemukan hingga Diserang Makin Pendek

Salah satu perubahan yang disorot Microsoft adalah menyusutnya waktu antara ditemukannya sebuah kerentanan dengan saat celah tersebut mulai digunakan dalam serangan.

Menurut laporan itu, median waktu dari penemuan kerentanan di dunia nyata hingga tahap weaponization kini berada jauh di bawah 24 jam.

Masalahnya, organisasi sering membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk menambal celah kritis yang terbuka ke internet. Microsoft menyebut proses remediasi pada kasus semacam itu dapat memakan waktu sekitar 30 hingga 60 hari.

Kesenjangan tersebut memberi penyerang kesempatan bergerak sebelum sistem sempat diperbaiki.

AI juga mempercepat proses pencarian kelemahan perangkat lunak. Teknologi yang sama sebenarnya dapat digunakan tim keamanan untuk menemukan masalah lebih awal. Namun, manfaatnya berlaku dua arah: penyerang juga bisa memakainya untuk menemukan target dan mengembangkan serangan dengan lebih cepat.

AI Mulai Mengambil Porsi Lebih Besar dalam Rantai Serangan

Microsoft melihat penggunaan AI berkembang dari sekadar alat bantu manusia menuju sistem yang mampu mengarahkan sebagian aktivitas serangan secara otomatis.

Dalam lingkungan pengujian terkendali, Microsoft bahkan menemukan sistem AI frontier yang mampu menjalankan rangkaian serangan kompleks hingga 32 tahap. Namun perusahaan menegaskan bahwa serangan siber kompleks di dunia nyata saat ini masih umumnya membutuhkan arahan manusia.

Jadi, kemunculan AI belum berarti hacker tinggal menekan satu tombol lalu seluruh serangan berjalan sendiri.

Yang berubah adalah banyak pekerjaan teknis yang sebelumnya membutuhkan waktu, keterampilan, dan tenaga besar kini bisa dipercepat. Bahkan, pekerjaan tersebut bisa diulang atau diserahkan sebagian kepada AI.

AI menurunkan hambatan bagi pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan dalam jumlah lebih besar sekaligus mempercepat proses dari pengintaian hingga eksploitasi.

Baca Juga: Pembuat Claude Peringatkan Risiko AI bagi Manusia dalam Dokumen IPO

Kasus EvilTokens Tunjukkan Cara Penjahat Siber Memakai AI

Gambaran tersebut bukan sekadar skenario teoritis.

Pada September 2026, Microsoft mengungkap EvilTokens, platform kejahatan siber yang menggunakan AI untuk membantu pelaku menganalisis kotak masuk email korban.

Sistem itu tidak hanya membantu membuat pesan palsu. AI digunakan untuk mencari hubungan terpercaya di dalam email. Selain itu, AI mengidentifikasi siapa yang memiliki kewenangan pembayaran dan menentukan orang yang paling cocok ditiru untuk menjalankan penipuan finansial.

Sejak muncul pada Februari 2026, EvilTokens dikaitkan dengan lebih dari 12.000 akun email yang diretas di lebih dari 10.000 organisasi.

Microsoft bersama sejumlah mitra kemudian menyita 50 situs yang digunakan platform tersebut dan menonaktifkan lebih dari 150 domain pendukung. Dua pria juga ditangkap oleh tim kejahatan siber Metropolitan Police Inggris terkait dugaan pengoperasian layanan tersebut.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana AI bisa membantu pelaku memahami struktur sebuah organisasi dalam waktu jauh lebih singkat. Hal itu terjadi setelah memperoleh akses ke akun korban.

Aparat dan Tim Keamanan Juga Mulai Memakai AI

AI bukan hanya berada di tangan penyerang.

Microsoft mengatakan teknologi serupa dapat digunakan tim keamanan untuk menemukan risiko lebih cepat. Selain itu, teknologi ini menghubungkan sinyal ancaman, melakukan investigasi secara terus-menerus, hingga merespons serangan dengan kecepatan mesin.

Dalam penanganan EvilTokens, misalnya, Microsoft menggunakan reverse engineering dan perangkat berbasis AI untuk menganalisis bukti. Berikutnya, perangkat AI mencari infrastruktur yang digunakan pelaku.

Penegak hukum juga mulai memanfaatkan AI untuk membantu memilah barang bukti digital, menghubungkan identitas dari berbagai sumber data. Selain itu, AI juga menelusuri aliran dana, hingga mendeteksi media sintetis.

Karena itu, persoalannya bukan sederhana soal hacker memiliki AI sedangkan aparat tidak.

Ancaman sebenarnya adalah kecepatan serangan berbasis AI yang meningkat lebih cepat daripada kemampuan sebagian organisasi untuk mendeteksi, menambal, dan merespons celah keamanan.

Microsoft menilai fondasi lama seperti perlindungan identitas, pembatasan hak akses, keamanan perangkat lunak, pengelolaan celah, dan prinsip Zero Trust tetap menjadi bagian penting dari pertahanan.

AI membuat perlombaan itu semakin cepat, tetapi kelemahan dasar yang selama ini dimanfaatkan penyerang belum hilang.

Source: Microsoft
Tags: AIartificial intelligenceCybersecurityInternetMicrosoft

Related Posts

Ilustrasi HP Infinix, itel, dan TECNO untuk daftar harga Oktober 2026
GADGET

Harga HP Infinix, itel, dan TECNO Oktober 2026, Mulai Rp999 Ribu

Oktober 5, 2026
Ilustrasi proses pembaruan Windows 11 26H2 melalui Windows Update
TEKNO & SAINS

Windows 11 26H2 Mulai Digulirkan, Begini Cara Update dan Cek Apakah PC Kebagian

Oktober 4, 2026
Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI
TEKNO & SAINS

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Oktober 4, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
Ilustrasi warga dan petugas meninjau rumah rusak akibat gempa di Sumba Barat Daya

Update Gempa Sumba Barat Daya: Lansia Meninggal, 20 Rumah Terdampak, 62 Gempa Susulan

Oktober 4, 2026
Marc Marquez memimpin di MotoGP Jepang 2026

Marc Marquez Menang MotoGP Jepang 2026, Jarak ke Martin Tinggal 2 Poin

Oktober 4, 2026
Ilustrasi pesawat medis Latitude Air Ambulance di bandara

Puing Pesawat Medis Bermuda-Boston Ditemukan, Enam Orang Masih Dicari

Oktober 4, 2026
AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat

Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah

Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang

Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang: Jorge Martin Cuma Unggul 2 Poin atas Marc Marquez

Marc Marquez merayakan kemenangan MotoGP Jepang 2026

MotoGP Indonesia 2026: Marquez Bicara Soal Belum Pernah Finis di Mandalika

Ilustrasi emas Venezuela di fasilitas pemurnian Amerika Serikat

Emas Venezuela Masuk AS lewat Kesepakatan Trump, Kilang Enggan Memprosesnya

AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat

Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah

Oktober 5, 2026
Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang

Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang: Jorge Martin Cuma Unggul 2 Poin atas Marc Marquez

Oktober 5, 2026
Marc Marquez merayakan kemenangan MotoGP Jepang 2026

MotoGP Indonesia 2026: Marquez Bicara Soal Belum Pernah Finis di Mandalika

Oktober 5, 2026
Ilustrasi emas Venezuela di fasilitas pemurnian Amerika Serikat

Emas Venezuela Masuk AS lewat Kesepakatan Trump, Kilang Enggan Memprosesnya

Oktober 5, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times