Bulatan Times – Dua gempa bumi mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan Aceh Jaya pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat magnitudo masing-masing M5,9 dan M5,7. Keduanya tidak berpotensi tsunami.
Gempa di Sumba Barat Daya terjadi lebih dulu pada pukul 05.55.52 WIB. Sekitar 42 menit kemudian, gempa kedua terjadi di wilayah Aceh Jaya pada pukul 06.37 WIB.
Informasi awal yang disebarkan BMKG mencatat magnitudo M6,1 untuk Sumba dan M5,9 untuk Aceh Jaya. Parameter tersebut kemudian diperbarui setelah analisis lanjutan menjadi M5,9 di Sumba Barat Daya dan M5,7 di Aceh Jaya.
Baca Juga: Gempa M5,6 Guncang Maluku Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Sumba Barat Daya Terasa hingga Bima
Gempa Sumba Barat Daya berpusat di laut sekitar 29 kilometer barat daya Kodi pada koordinat 9,84 Lintang Selatan dan 118,90 Bujur Timur. BMKG menetapkan kedalamannya 30 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Guncangan paling kuat tercatat pada skala VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Sumba Barat Daya. Pada tingkat ini, getaran dirasakan seluruh penduduk dan dapat membuat banyak orang terkejut hingga keluar dari bangunan.
Intensitas IV MMI tercatat di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Sementara Bima merasakan getaran pada skala III MMI.
Hingga pukul 06.25 WIB, BMKG mencatat satu aktivitas gempa susulan setelah gempa Sumba. Hasil pemodelan tsunami memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
BNPB menyatakan kondisi wilayah terdampak masih kondusif pada pemantauan Minggu pagi. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan, sementara BPBD masih melakukan pemantauan lapangan.
Baca Juga: Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 6.409 Kali
Gempa Aceh Jaya Berpusat di Laut Barat Daya Calang
Gempa berikutnya terjadi di Aceh Jaya. Analisis terbaru BMKG memperbarui magnitudonya menjadi M5,7, dengan episenter pada koordinat 4,55 Lintang Utara dan 95,08 Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut sekitar 56 kilometer barat daya Calang dengan kedalaman 55 kilometer.
BMKG menyebut gempa Aceh Jaya berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng dan memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Guncangan mencapai skala IV MMI di Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bhakti, Calang, dan Jantho. Di Meulaboh, gempa dirasakan pada intensitas III MMI.
Pada informasi cepat sebelum analisis diperbarui, gempa sempat tercatat M5,9 dengan kedalaman 26 kilometer dan pusat sekitar 68 kilometer barat daya Calang. Data dirasakan awal mencatat guncangan hingga Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Selatan, Pidie Jaya, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Sigli.
Hasil analisis lanjutan BMKG memastikan gempa Aceh Jaya tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.10 WIB, belum tercatat aktivitas gempa susulan.
BMKG Minta Warga Waspadai Gempa Susulan
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan.
Informasi terbaru mengenai gempa dan kemungkinan aktivitas susulan dapat dipantau melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal resmi InaTEWS.











