Bulatan Times – Emas asal Venezuela bernilai ratusan juta dolar yang masuk ke Amerika Serikat melalui kebijakan perdagangan pemerintahan Donald Trump dilaporkan masih tertahan di gudang karena kilang pemurnian enggan memprosesnya.
Logam yang dikirim bukan emas batangan siap jual, melainkan gold doré, campuran emas semi-murni yang masih harus dilebur dan dimurnikan sebelum dapat dipasarkan sebagai emas batangan standar.
Laporan investigasi The New York Times yang kemudian dikutip sejumlah media industri menyebut penolakan kilang berkaitan dengan kesulitan memastikan emas tersebut tidak terhubung dengan kelompok kriminal, korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, atau kerusakan lingkungan di sepanjang rantai pasoknya.
Kekhawatiran itu muncul meskipun pemerintah AS secara hukum telah membuka jalur bagi perdagangan dan pemurnian emas Venezuela.
Baca Juga: AS-China Sepakati Tarif Lebih Ringan untuk Barang Senilai Rp537,5 Triliun per Arah
Kilang Harus Bisa Membuktikan Asal Emas
Kilang besar tidak cukup hanya menerima emas dan melebur kembali logam tersebut. Mereka harus mengetahui asal tambang, pihak yang memasok, jalur pengangkutan, hingga pihak lain yang terlibat sebelum emas sampai ke fasilitas pemurnian.
London Bullion Market Association (LBMA), yang standar pemurniannya digunakan luas dalam perdagangan emas global, mewajibkan kilang dalam daftar Good Delivery memiliki sistem pelacakan asal emas dan rantai kepemilikannya.
Dokumen yang harus diperiksa dapat mencakup bukti lokasi tambang, dokumen pengangkutan, berat dan kadar emas, serta catatan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok.
Untuk pasokan dari wilayah berisiko tinggi, pemeriksaan menjadi lebih ketat. Kilang harus menilai risiko pelanggaran HAM, pendanaan kelompok bersenjata, pencucian uang, korupsi, dan berbagai bentuk kejahatan dalam rantai pasok.
Risiko bagi perusahaan pemurnian juga bersifat komersial. Pelanggaran serius terhadap standar responsible sourcing dapat mengancam status kilang dalam LBMA Good Delivery List dan membatasi aksesnya ke pasar emas London.
Kesepakatan Emas Venezuela Dimulai Maret 2026
Pembukaan perdagangan emas Venezuela ke AS dimulai pada awal Maret.
Minerven, perusahaan tambang emas milik negara Venezuela, mencapai kesepakatan dengan perusahaan perdagangan komoditas Trafigura untuk memasok sekitar 650 kilogram hingga 1 ton gold doré bagi pasar Amerika Serikat.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kesepakatan itu kepada Reuters dan menyatakan Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum turut membantu prosesnya atas arahan Trump.
Pada 6 Maret, Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS menerbitkan General License 51 yang membuka transaksi tertentu untuk emas asal Venezuela. Izin tersebut kemudian beberapa kali diperbarui.
Trafigura pada Maret menyatakan akan membeli gold doré hanya dari operasi yang dimiliki Minerven, bukan dari pemasok pihak ketiga. Perusahaan juga menyatakan akan membangun program responsible sourcing agar pasokan tersebut memenuhi standar pasar internasional.
Baca Juga: Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor
Minerven Pernah Dijatuhi Sanksi AS
Riwayat Minerven menjadi salah satu faktor yang membuat asal-usul emas Venezuela mendapat perhatian ketat.
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Minerven pada 2019. Saat itu pemerintah AS menuding sektor emas Venezuela berkaitan dengan praktik korupsi, kerusakan lingkungan, penggunaan merkuri berbahaya, serta aktivitas kriminal di kawasan pertambangan.
Minerven tetap disebut sebagai perusahaan yang terkena sanksi ketika kesepakatan dengan Trafigura berjalan pada 2026. Namun, lisensi khusus OFAC memungkinkan transaksi tertentu tetap dilakukan tanpa mencabut seluruh kerangka sanksi terhadap Venezuela.
Trafigura menyatakan pembelian dibatasi pada emas dari tambang milik Minerven untuk menghindari material dari pihak ketiga di kawasan Orinoco Mining Arc, wilayah yang sebelumnya dikaitkan dengan eksploitasi pekerja dan kelompok kriminal.
AS Izinkan Pemurnian, tetapi Wajib Ada Jejak Rantai Pasok
Aturan terbaru OFAC dalam General License 51C secara eksplisit mengizinkan ekspor, penjualan, penyimpanan, pembelian, pengangkutan, hingga pemrosesan dan pemurnian mineral asal Venezuela, termasuk emas, oleh entitas AS yang memenuhi ketentuan.
Artinya, emas Venezuela yang berada di AS tidak tertahan karena larangan federal untuk memurnikannya.
Namun, aturan yang sama mewajibkan pihak yang melakukan transaksi menyerahkan dokumentasi mengenai rencana uji tuntas rantai pasok untuk menentukan chain of custody mineral tersebut. Laporan juga harus mencakup pihak yang terlibat, jumlah, deskripsi, harga pembelian, waktu transaksi, serta pembayaran kepada pemerintah Venezuela.
Pelaporan pertama harus dilakukan paling lambat 10 hari setelah transaksi pertama dan kemudian diperbarui setiap 30 hari selama transaksi berlangsung.











