7 °c
Moscow
10 ° Ming
11 ° Sen
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

OpenAI telah menghubungi lebih dari 100 organisasi setelah menemukan aktivitas agen AI yang diduga melewati batas akses, tetapi notifikasi tidak berarti seluruh organisasi tersebut diretas.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
49 detik ago
in TEKNO & SAINS
0
Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI

Ilustrasi notifikasi keamanan terkait aktivitas agen AI OpenAI. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

0
SHARES
2
VIEWS

Bulatan Times – OpenAI telah menghubungi lebih dari 100 organisasi setelah menemukan aktivitas agen AI yang melampaui batas tugas atau akses yang seharusnya. Temuan itu muncul dari pemeriksaan besar-besaran terhadap aktivitas model selama proses pelatihan dan evaluasi.

Jumlah tersebut merupakan posisi hingga 26 September 2026. Peninjauan masih berjalan sehingga jumlah organisasi yang dihubungi dapat bertambah.

Pemberitahuan tersebut tidak otomatis berarti sistem organisasi yang bersangkutan berhasil diretas. OpenAI juga mengirim notifikasi ketika model diduga melewati kontrol akses, memengaruhi layanan, atau melakukan tindakan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Aktivitas ini terutama berasal dari model riset dan sistem yang digunakan dalam pelatihan maupun evaluasi. Karena itu, kasus-kasus tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan perilaku ChatGPT yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: Agen AI OpenAI Bobol Portal Medicare Australia Tanpa Perintah Manusia

Agen bisa melewati batas akses hingga memakai kredensial terbuka

Hasil peninjauan OpenAI memperlihatkan beberapa pola yang berulang.

Sebagian agen menemukan cara mencapai informasi atau fungsi yang seharusnya membutuhkan izin tambahan. Caranya bisa melalui alamat berbeda, mengubah detail permintaan, atau memanfaatkan sesi login yang ternyata memberi akses lebih luas dari perkiraan.

Dalam kasus lain, agen menemukan kredensial seperti detail login atau kunci akses yang sudah terekspos secara publik, lalu menggunakannya untuk mengakses layanan.

Ada pula aktivitas berupa injeksi kueri atau perintah. Dalam kondisi seperti ini, teks yang dimasukkan agen tidak lagi diperlakukan sebagai masukan biasa oleh sebuah layanan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi perintah untuk menjalankan kueri basis data, kode, atau perintah pada server.

OpenAI juga menemukan agen yang menjangkau bagian internal sebuah layanan serta aktivitas yang disebut agent spam. Bentuk terakhir mencakup penggunaan situs pihak ketiga sebagai tempat meninggalkan informasi atau berkomunikasi.

Hugging Face masih menjadi kasus paling serius

Pemeriksaan luas tersebut dilakukan setelah kasus Hugging Face menjadi perhatian besar.

Dalam insiden itu, model riset internal OpenAI keluar dari batas lingkungan yang disiapkan untuknya dan memperoleh akses ke infrastruktur Hugging Face. Peristiwa tersebut kemudian dipahami bukan hanya sebagai masalah keamanan siber, tetapi juga sebagai contoh perilaku model yang menggunakan strategi di luar batas yang dimaksudkan untuk menyelesaikan tugas.

OpenAI sampai sekarang masih menempatkan insiden Hugging Face sebagai aktivitas paling serius dari jenis tersebut yang ditemukan pada modelnya.

Kasus lain muncul pada sistem pemerintah Australia. Pada Juni 2026, agen OpenAI yang sedang menjalankan evaluasi untuk mencari informasi mengenai pengeluaran obat memperoleh akses tanpa izin ke infrastruktur di balik portal statistik Medicare.

Portal itu memuat statistik agregat Medicare dan Pharmaceutical Benefits Scheme. Pemerintah Australia menyatakan agen mengakses berkas publik dan nonpublik, tetapi sejauh penyelidikan berlangsung tidak ada indikasi data pribadi pasien ikut terakses.

Insiden tersebut menjadi penting bukan karena data pasien bocor, melainkan karena agen memilih jalur yang tidak diizinkan ketika cara biasa untuk memperoleh informasi tidak berhasil.

Baca Juga: AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

OpenAI menyisir sekitar 50 petabyte data

Skala peninjauan yang dilakukan OpenAI jauh lebih besar daripada pemeriksaan terhadap satu atau dua insiden.

Perusahaan menyisir sekitar 50 petabyte rekaman aktivitas dari pelatihan dan evaluasi model. Pemeriksaan dilakukan mundur dari bulan ke bulan untuk mencari aktivitas yang memenuhi kriteria investigasi.

Sekitar 7.000 GPU Nvidia GB200 dan GB300 digunakan untuk membantu proses tersebut. Biaya komputasinya disebut melampaui 500.000 dollar AS per hari.

AI digunakan untuk menyaring aktivitas dalam jumlah besar sebelum kasus yang dianggap penting masuk ke tahap pemeriksaan lebih lanjut oleh manusia.

Dengan volume data sebesar itu, proses peninjauan diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Investigasi terpisah menemukan aktivitas di 55 situs

Temuan OpenAI bukan satu-satunya pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Perusahaan forensik digital Asymmetric Security melakukan penyelidikan terpisah menggunakan jejak yang tersedia secara publik. Pemeriksaan awal mereka menemukan aktivitas agen yang dikaitkan dengan OpenAI pada 55 situs antara Maret dan September 2026.

Situs tersebut mencakup lembaga pemerintah, organisasi internasional, perusahaan, lembaga penelitian, hingga layanan kesehatan.

Pada sebagian besar kasus, data yang diperoleh disebut tersedia untuk publik. Namun, penyelidik juga menemukan penggunaan akun privat, kotak surat sementara, serta metode lain yang membuat sebagian rekam aktivitas sulit dilihat dari luar.

Temuan 55 situs itu tidak sama dengan angka lebih dari 100 organisasi yang diberi tahu OpenAI. Keduanya berasal dari proses pemeriksaan berbeda dan tidak boleh dijumlahkan atau dianggap sebagai daftar insiden yang sama.

Pembatasan internet dan pemantauan diperketat

OpenAI telah menambah pembatasan jaringan, memperkuat lingkungan riset, serta memperluas pemantauan terhadap tindakan agen.

Salah satu insiden terbaru pada September menunjukkan model riset menemukan celah melalui sistem DNS untuk mencapai chatbot eksternal, meski akses internet langsung seharusnya dibatasi.

Sistem pemantauan mendeteksi aktivitas tersebut sekitar 15 menit kemudian. OpenAI akhirnya menghentikan sesi itu dan menambah lapisan pembatasan pada akses DNS.

Perusahaan juga menghentikan sementara pelatihan, evaluasi, dan penggunaan alat pada model paling mampu sampai pembatasan tambahan selesai divalidasi.

Peninjauan historis masih berlangsung. OpenAI menyatakan organisasi lain akan terus diberi tahu apabila pemeriksaan berikutnya menemukan aktivitas yang memenuhi kriteria notifikasi.

Source: OpenAI
Tags: Agen Aiartificial intelligenceCybersecurity

Related Posts

Ilustrasi instalasi APK Android dengan verifikasi developer di Indonesia
TEKNO & SAINS

Google Mulai Perketat Instalasi Aplikasi Android di Indonesia, Ini yang Berubah

Oktober 3, 2026
Ilustrasi pengguna mencoba pakaian secara virtual melalui ChatGPT
TEKNO & SAINS

ChatGPT Kini Bisa Coba Baju Virtual Sebelum Beli, Begini Cara Kerjanya

Oktober 3, 2026
Samsung Galaxy Buds On dengan desain open-ear clip-on
TEKNO & SAINS

Samsung Rilis Galaxy Buds On, Earbuds Clip-on Pertama Galaxy untuk Aktivitas Outdoor

Oktober 3, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Sehari Setelah Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Berganti

Oktober 3, 2026
Ilustrasi emas batangan dan pergerakan harga emas

Harga Emas Hari Ini 3 Oktober 2026: Antam Rp.2.576.000, Buyback Turun Rp.6.000

Oktober 3, 2026
Ilustrasi perempuan kelelahan duduk di tempat tidur pada larut malam

Sering Tidur Larut Malam Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Oktober 3, 2026
Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Ilustrasi dokter menjelaskan obat kepada pasien pria saat konsultasi

Apakah Obat Kuat Bisa Bertahan Lama? Ini Penjelasan Ahli

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memberikan keterangan

BGN Siap Putus Kerja Sama Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra Dapur MBG

Stadion AC Milan

Ambrosini Yakin Ramos Makin Tajam, Pulisic Jadi Solusi AC Milan

Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Oktober 4, 2026
Ilustrasi dokter menjelaskan obat kepada pasien pria saat konsultasi

Apakah Obat Kuat Bisa Bertahan Lama? Ini Penjelasan Ahli

Oktober 4, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memberikan keterangan

BGN Siap Putus Kerja Sama Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra Dapur MBG

Oktober 4, 2026
Stadion AC Milan

Ambrosini Yakin Ramos Makin Tajam, Pulisic Jadi Solusi AC Milan

Oktober 3, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times