Bulatan Times – September 2026 menjadi bulan yang berat bagi pengguna Windows 11. Pembaruan keamanan yang dirilis Microsoft pada 8 September memunculkan sejumlah masalah, mulai dari Remote Desktop yang tidak stabil, perangkat audio USB kehilangan suara, File History gagal melakukan backup, hingga gangguan login pada komputer yang terhubung ke domain perusahaan.
Masalah tidak berhenti pada satu pembaruan. Setelah Microsoft merilis patch darurat di pertengahan September, sebagian gangguan memang diperbaiki, tetapi beberapa bug tetap terbuka. Pembaruan pratinjau pada 22 September kemudian membawa persoalan lain yang baru dikonfirmasi awal Oktober.
Rangkaian tersebut membuat September disebut sebagai bulan paling bermasalah bagi Windows 11 sepanjang Januari–September 2026 dalam penelusuran Windows Latest. Namun, penilaian itu bukan peringkat resmi dari Microsoft.
Baca Juga: Windows 11 26H2 Mulai Digulirkan, Begini Cara Update dan Cek Apakah PC Kebagian
Masalah bermula dari pembaruan 8 September
Pembaruan keamanan bulanan Patch Tuesday, KB5124008, dirilis pada 8 September untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2.
Dalam beberapa hari setelah distribusi dimulai, Microsoft mengonfirmasi gangguan pada Remote Desktop Services atau RDS. Di sejumlah lingkungan perusahaan, koneksi Remote Desktop bisa terputus setelah beberapa menit, proses login gagal, atau server berhenti merespons ketika menyiapkan sesi jarak jauh.
Gangguan tersebut juga dapat membuat Microsoft Management Console, RDS Licensing Diagnoser, File Explorer, bahkan halaman Windows Update berhenti merespons.
Masalah lain muncul pada aplikasi yang menggunakan mesin virtual Linux berbasis Hyper-V. Folder dari Windows yang dibagikan ke mesin virtual melalui Plan9 bisa tidak terlihat, sehingga aplikasi yang bergantung pada mekanisme tersebut ikut terganggu.
Microsoft kemudian merilis pembaruan darurat KB5129195 pada 14 September untuk memperbaiki Remote Desktop dan masalah folder bersama Plan9.
Audio USB ikut bermasalah
KB5124008 juga menyebabkan masalah pada sebagian perangkat USB Audio Class 1.0.
Gejalanya berbeda-beda. Beberapa perangkat menampilkan Code 10 di Device Manager, tidak menghasilkan suara, membuat kontrol volume tidak merespons, atau menyebabkan halaman pengaturan suara tidak dapat digunakan.
Patch darurat 14 September memperbaiki masalah tertentu pada audio multikanal, termasuk mode delapan kanal dan 3D.
Namun, masalah utama seperti perangkat tidak bisa dimulai atau tidak menghasilkan suara belum sepenuhnya selesai. Hingga status terbaru yang dipublikasikan Microsoft, isu tersebut masih berstatus mitigated, bukan resolved.
Artinya, Microsoft sudah mengurangi sebagian dampaknya, tetapi belum menganggap masalah tersebut selesai sepenuhnya.
File History sempat gagal membuat backup
Pengguna File History juga terdampak setelah memasang pembaruan September.
Pada sebagian perangkat, Windows tidak dapat membuat atau memperbarui backup meskipun drive eksternal atau lokasi jaringan sebenarnya masih terhubung dengan benar.
Windows dapat menampilkan pesan Reconnect your drive, sementara waktu backup terakhir tidak berubah. Versi file yang sebelumnya disimpan juga bisa tidak muncul melalui menu Previous Versions.
Microsoft baru mencantumkan perbaikannya pada pembaruan pratinjau KB5124010 tanggal 22 September.
Dengan kata lain, bug File History berlangsung lebih lama dibanding masalah Remote Desktop yang sudah mendapat patch darurat pada pertengahan bulan.
Baca Juga: Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah
Komputer perusahaan juga mengalami masalah login
Gangguan lain menyentuh perangkat yang terhubung ke domain Active Directory.
Pada konfigurasi tertentu yang menggunakan Credential Guard, komputer dapat kehilangan hubungan kepercayaan dengan domain setelah update September terpasang.
Akibatnya, pengguna bisa gagal login menggunakan kredensial domain yang sebenarnya benar. Login offline dengan kredensial yang sudah tersimpan sebelumnya masih dapat berfungsi pada sebagian perangkat.
Masalah ini berkaitan dengan Machine Identity Isolation. Microsoft menjelaskan fitur tersebut mulai menghormati konfigurasi kebijakan yang sebelumnya sudah disiapkan, termasuk pada lingkungan yang belum memenuhi persyaratan penerapannya.
Status isu tersebut pada akhir September sudah mitigated, tetapi Microsoft masih menyiapkan penyelesaian lebih lanjut.
Layar hitam tidak sepenuhnya berasal dari patch September
Ada pula laporan mengenai layar hitam setelah pengguna login dan Windows Explorer gagal memuat desktop.
Namun, kasus ini perlu dibedakan dari bug yang benar-benar bermula pada 8 September.
Microsoft melacak persoalan layar hitam tersebut ke pembaruan pratinjau Agustus KB5120998 dan pembaruan setelahnya. Masalah paling banyak ditemukan pada lingkungan Azure Virtual Desktop yang menggunakan FSLogix.
Jadi, September memperpanjang atau membawa bug tersebut ke pembaruan berikutnya, tetapi bukan menjadi titik awal masalahnya.
Microsoft telah menyediakan Known Issue Rollback sebagai mitigasi sambil menyiapkan perbaikan permanen.
Patch 22 September membawa bug aplikasi AC-3
Masalah baru muncul dari KB5124010, pembaruan pratinjau yang dirilis 22 September.
Microsoft pada 2 Oktober mengonfirmasi bahwa aplikasi tertentu yang membutuhkan decoding audio AC-3 atau Dolby Digital dapat gagal dibuka atau tertutup tiba-tiba.
Dampaknya tergantung pada cara aplikasi menggunakan komponen audio Windows. Game, media player, dan sejumlah aplikasi produktivitas termasuk kategori yang berpotensi terpengaruh.
Banyak aplikasi modern tidak mengalami masalah karena membawa decoder audionya sendiri dan tidak bergantung pada komponen AC-3 bawaan Windows.
Hingga 7 Oktober, masalah ini masih berstatus confirmed dan Microsoft menyatakan perbaikannya akan hadir pada pembaruan berikutnya.
Tidak semua bug September masih terbuka
Pengguna tidak perlu menganggap seluruh pembaruan September masih bermasalah.
Remote Desktop dan folder bersama Plan9 sudah diperbaiki melalui pembaruan darurat 14 September. File History mendapatkan perbaikan mulai 22 September.
Sebaliknya, persoalan USB Audio Class 1.0 masih belum dinyatakan selesai sepenuhnya, sementara bug aplikasi yang membutuhkan AC-3 baru dikonfirmasi pada awal Oktober.
Microsoft tetap menyarankan pengguna memasang pembaruan terbaru yang tersedia karena update kumulatif berikutnya membawa perbaikan dari rilis sebelumnya sekaligus pembaruan keamanan.
Menghapus seluruh pembaruan September tanpa memastikan jenis masalah yang dialami juga bukan langkah yang ideal karena dapat menghilangkan perlindungan keamanan yang sudah dipasang.









