25 °c
Ashburn
24 ° Sen
18 ° Sel
Minggu, September 13, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut

Tita by Tita
3 minggu ago
in NASIONAL
2
Karhutla Makin Sulit Dipadamkan

Karhutla Makin Sulit Dipadamkan (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

0
SHARES
9
VIEWS

BULATANTIMES.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah di tengah musim kemarau yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi kering membuat sejumlah titik kebakaran lebih sulit ditangani, sementara ketersediaan sumber air di beberapa lokasi mulai menjadi persoalan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penanganan karhutla masih berlangsung melalui operasi darat dan udara. Salah satu tantangan yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air, selain angin kencang dan akses menuju lokasi kebakaran yang tidak selalu mudah.

Baca Juga: 335 Konsesi di Sumatra-Kalimantan Terindikasi Ada Titik Api

Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman

Keterbatasan air menjadi masalah penting dalam pemadaman kebakaran hutan, terutama ketika api berada di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

BNPB melaporkan kondisi tersebut terjadi dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, misalnya, operasi penanganan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang, akses menuju titik api yang sulit, hingga keterbatasan sumber air.

Sebagian titik api juga berada di wilayah pertambangan dan perkebunan yang tidak seluruhnya dapat dijangkau melalui operasi water bombing.

Kondisi ini membuat pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Tim di lapangan harus menggabungkan operasi darat dengan dukungan udara untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi.

Baca Juga: Modus Karhutla Riau: Pura-Pura Mancing Sebelum Pembakaran

Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah

Dalam laporan BNPB pada 24 Agustus 2026, karhutla masih ditemukan di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 35 hektare.

Kebakaran juga dilaporkan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan luas sekitar lima hektare. Sementara di Nabire, Papua Tengah, kebakaran yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga 23 Agustus diperkirakan telah membakar sekitar 396,13 hektare lahan.

Untuk wilayah prioritas di Kalimantan, pemerintah terus mengerahkan operasi darat dan udara.

Di Kalimantan Barat, misalnya, operasi water bombing pada 23 Agustus dilakukan dengan empat unit helikopter. Dalam delapan sortie, tercatat 223 kali penjatuhan air dengan total sekitar 1,052 juta liter air.

Baca Juga: Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Kalimantan Masih Jadi Wilayah Perhatian

Kondisi di Kalimantan menjadi salah satu perhatian utama karena sejumlah wilayah mengalami kondisi kering dan munculnya titik panas.

Data BNPB pada 20 Agustus menunjukkan satelit NOAA-20 mendeteksi 1.487 hotspot di Kalimantan. Konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.

Angka hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit dan tidak boleh langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.

Setiap indikasi titik panas tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Musim Kemarau Membuat Risiko Meningkat

Faktor cuaca turut memperberat situasi. BMKG menyebut kondisi El Niño kategori sangat kuat dan IOD positif menjadi faktor yang mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dalam prakiraan periode 25-31 Agustus 2026, BMKG mencatat musim kemarau semakin meluas. Pada dasarian II Agustus, sekitar 79,9 persen wilayah Indonesia atau 559 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Curah hujan yang rendah membuat kerentanan terhadap kekeringan dan karhutla meningkat di sejumlah wilayah. Meski demikian, BMKG masih memprakirakan adanya potensi hujan lokal di beberapa daerah.

Pemerintah Perkuat Operasi Darat dan Udara

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman dari darat.

Operasi udara dengan helikopter water bombing terus dilakukan di sejumlah wilayah. Pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan yang membutuhkan.

BMKG bersama BNPB, TNI AU, OIKN, dan Pemerintah Kalimantan Timur, misalnya, menjalankan OMC pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mengatasi defisit air sekaligus mengantisipasi karhutla.

Langkah tersebut menjadi penting karena pemadaman akan semakin sulit apabila kondisi lahan terus kering dan sumber air semakin terbatas.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Di tengah kondisi yang kering, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan yang rawan terbakar. Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Pencegahan menjadi sangat penting karena kebakaran kecil dapat berkembang menjadi lebih luas ketika didukung kondisi angin dan vegetasi yang kering.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Catatan redaksi: Istilah hotspot dalam artikel ini tidak disamakan dengan jumlah kebakaran terverifikasi. Data titik panas merupakan hasil pemantauan satelit dan tetap memerlukan verifikasi di lapangan.

Tags: BMKGBNPBKarhutlaKebakaran Hutan

Related Posts

Virgo Transport 8 saat masih bernama Ferry Kurushima
NASIONAL

Update Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Orang Masih Dicari

September 13, 2026
Ilustrasi kapal tanker di laut
NASIONAL

Kapal Tanker Pertamina Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 8 di Laut Jawa

September 13, 2026
Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak
NASIONAL

Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa

September 13, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Apple Siapkan Sistem Keamanan Rumah

Apple Siapkan Sistem Keamanan Rumah Canggih Berbasis AI

September 5, 2026
Yoriko Angeline Dilamar Aldio Oekon

Yoriko Angeline Dilamar Aldio Oekon di Paris, Momen Romantis di Versailles

September 4, 2026
iPhone 18 Pro Segera Meluncur, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

iPhone 18 Pro Segera Meluncur, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

September 4, 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Barat

September 5, 2026
Ilustrasi satelit dengan panel surya di orbit Bumi

AS Kaitkan Citra Satelit China dengan Serangan Iran ke Pangkalan di Yordania

Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 San Marino

Veda Ega Pratama Finis P18 di Moto3 San Marino 2026, Kembali Gagal Raih Poin

Virgo Transport 8 saat masih bernama Ferry Kurushima

Update Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Orang Masih Dicari

Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia

IHSG Anjlok 1,43 Persen Sepekan, Asing Jual Saham Rp 3,36 Triliun

Ilustrasi satelit dengan panel surya di orbit Bumi

AS Kaitkan Citra Satelit China dengan Serangan Iran ke Pangkalan di Yordania

September 13, 2026
Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 San Marino

Veda Ega Pratama Finis P18 di Moto3 San Marino 2026, Kembali Gagal Raih Poin

September 13, 2026
Virgo Transport 8 saat masih bernama Ferry Kurushima

Update Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Orang Masih Dicari

September 13, 2026
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia

IHSG Anjlok 1,43 Persen Sepekan, Asing Jual Saham Rp 3,36 Triliun

September 13, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times