Jakarta, Bulatan Times – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memperkuat antisipasi cuaca ekstrem pada Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Petugas melakukan upaya tersebut dengan mengoordinasikan lintas instansi serta memitigasi risiko transportasi nasional.
“Informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional. Utamanya, hal ini berlaku dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana,” kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Kementerian Perhubungan antisipasi cuaca ekstrim
Dia mengatakan Kementerian Perhubungan memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta pengelola prasarana. Petugas mengambil langkah ini untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem selama angkutan libur akhir tahun.
Langkah antisipasi meliputi pemetaan titik rawan banjir dan longsor. Hal ini dilakukan guna mendukung pengambilan keputusan operasional serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun nasional.
Mitigasi keselamatan layanan transportasi
Pemerintah juga menyiapkan mitigasi terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang. Selain itu, upaya ini bertujuan mempengaruhi keselamatan layanan transportasi laut maupun moda transportasi lainnya selama Natal dan Tahun Baru berlangsung.
Selain mitigasi cuaca, Kemenhub menyiapkan jalur alternatif sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan perjalanan. Dengan demikian, distribusi penumpang tetap berjalan aman dan terkendali selama momentum tersebut.
Baca juga: BMKG: Hujan Ringan Diprakirakan di Banyak Wilayah
Menhub menegaskan informasi cuaca harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Tujuannya untuk meminimalkan risiko keselamatan dan menjaga kelancaran pelayanan transportasi kepada masyarakat luas.
Evaluasi penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru
Petugas juga memanfaatkan hasil evaluasi penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru sebelumnya sebagai dasar untuk menyempurnakan langkah mitigasi. Evaluasi ini juga bermanfaat untuk peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan transportasi akibat faktor cuaca dan lingkungan.
Kementerian Perhubungan meminta seluruh operator menyusun rencana operasi yang memuat pengendalian risiko, kesiapan penanganan keadaan darurat, serta penyesuaian langkah apabila kondisi lapangan berubah sewaktu-waktu.
Melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan mitigasi cuaca ekstrem, Kementerian Perhubungan menargetkan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 berlangsung aman dan selamat. Selain itu, pelaksanaan ini bertujuan memberikan kepastian layanan bagi masyarakat.





