22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Apa Itu Lempeng Tektonik?

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
19 Agustus 2026, 17.47 WIB
in NASIONAL
Apa Itu Lempeng Tektonik?

Gambar ilustrasi di buat oleh AI

Bulatantimes – Lempeng tektonik adalah kepingan besar batuan yang menyusun kulit terluar Bumi. Lapisan ini disebut litosfer, terdiri dari kerak dan bagian atas mantel Bumi, dengan ketebalan sekitar 100 kilometer.

Lempeng-lempeng ini tidak diam. Mereka mengapung dan bergerak di atas lapisan astenosfer yang bersifat plastis, dengan kecepatan rata-rata 2 hingga 10 sentimeter per tahun. Gerakan lambat inilah yang selama ratusan juta tahun membentuk benua, samudra, dan pegunungan seperti yang kita kenal hari ini.

Jenis Lempeng Tektonik

Secara umum, lempeng Bumi dibagi menjadi dua kategori:

  • Lempeng benua — lebih tebal namun ringan, tersusun dari batuan granit
  • Lempeng samudra — lebih tipis namun padat, tersusun dari batuan basal

Bumi memiliki tujuh lempeng utama, di antaranya Lempeng Pasifik, Eurasia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, dan Indo-Australia. Selain itu terdapat puluhan lempeng kecil seperti Lempeng Filipina dan Lempeng Nazca.

Tiga Jenis Batas Lempeng

Pertemuan antar lempeng disebut batas lempeng. Di sinilah aktivitas geologi paling intens terjadi.

1. Batas Divergen Dua lempeng saling menjauh. Magma naik mengisi celah dan membentuk kerak baru. Contohnya Mid-Atlantic Ridge di dasar Samudra Atlantik.

2. Batas Konvergen Dua lempeng saling bertumbukan. Lempeng yang lebih padat menunjam ke bawah dalam proses yang disebut subduksi. Proses ini menghasilkan palung laut, gunung berapi, dan gempa besar.

3. Batas Transform Dua lempeng bergeser menyamping. Tidak ada kerak yang dibuat atau dihancurkan, tetapi gesekannya memicu gempa dangkal. Contoh terkenalnya adalah Sesar San Andreas di California.

Apa Penyebab Pergerakan Lempeng?

Penggerak utamanya adalah panas dari inti Bumi. Panas ini menciptakan arus konveksi di mantel, di mana material panas naik dan material dingin turun. Arus ini menarik dan mendorong lempeng di atasnya.

Dua mekanisme lain turut berperan. Slab pull terjadi ketika tepi lempeng yang menunjam menarik sisa lempengnya. Ridge push terjadi ketika kerak baru di pematang mendorong lempeng menjauh.

Dampak bagi Indonesia

Indonesia terletak di titik pertemuan tiga lempeng besar: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Posisi ini menjadikan Indonesia salah satu wilayah paling aktif secara geologi di dunia.

Konsekuensinya nyata. Zona subduksi di selatan Jawa dan barat Sumatra menghasilkan gempa berkekuatan besar dan berpotensi memicu tsunami. Deretan gunung berapi aktif dari Sumatra hingga Nusa Tenggara juga merupakan produk langsung dari proses subduksi ini.

Baca Juga: Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya

Namun ada sisi positifnya. Aktivitas tektonik memberi Indonesia tanah vulkanik yang sangat subur, cadangan mineral melimpah, dan potensi energi geotermal terbesar di dunia.

Mengapa Memahaminya Penting?

Teori lempeng tektonik yang dirumuskan pada 1960-an menjelaskan mengapa gempa dan letusan gunung tidak terjadi secara acak, melainkan terkonsentrasi di jalur tertentu.

Pemahaman ini menjadi dasar pemetaan zona rawan bencana, penyusunan standar bangunan tahan gempa, dan pengembangan sistem peringatan dini tsunami. Bagi negara seperti Indonesia, pengetahuan ini bukan sekadar teori ilmiah, melainkan bagian penting dari upaya mitigasi bencana.

Penulis: Angga Rian Pramana Putra

Tags: Cincin Api PasifikGempa BumiLempeng TektonikSains

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times