22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEADLINE

Asap Karhutla Terdeteksi di Atas Jakarta, BMKG Sebut Belum Capai Permukaan

Sebaran asap karhutla terpantau di atmosfer Jakarta pada 16 Oktober. BMKG menyatakan asap belum mencapai permukaan tanah.

Tita by Tita
16 Oktober 2026, 14.06 WIB
in HEADLINE, NASIONAL
Ilustrasi warga mengenakan masker di jembatan penyeberangan dengan gedung perkotaan dan jalan raya yang tampak berkabut di belakangnya

Gambar ilustrasi asap karhutla di tengah kota. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atmosfer DKI Jakarta pada Jumat (16/10/2026) pagi. Asap yang dikaitkan dengan kebakaran di Kalimantan tersebut dilaporkan telah mencapai wilayah udara ibu kota. Namun, asap itu belum menyentuh permukaan tanah.

Ketua Tim Analisis dan Pengelolaan Citra Satelit dan Deteksi Petir BMKG, Alpon Sepriando, menjelaskan bahwa keberadaan asap terpantau melalui citra satelit Himawari-9 pada pukul 08.00 WIB.

Alpon menyebut sebaran asap secara horizontal sudah mencapai kawasan Jakarta. Namun, secara vertikal, partikel tersebut masih berada di lapisan atmosfer atas. Asap berpotensi turun dalam konsentrasi tipis apabila kondisi angin melemah.

Temuan terbaru itu belum membuktikan bahwa kabut yang terlihat di Jakarta maupun penurunan kualitas udara di permukaan berasal dari karhutla Kalimantan.

Sebaran Asap Meluas hingga Banten dan Jawa Barat

Pemantauan satelit BMKG pada Jumat pagi memperlihatkan sebaran asap mencakup sejumlah wilayah Pulau Jawa. Di antaranya termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Di Kalimantan, asap juga terpantau pada lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Pergerakan asap dipengaruhi arah angin pada berbagai lapisan atmosfer. Di wilayah Jawa bagian barat, sebaran yang terpantau bergerak menuju tenggara hingga barat daya.

Sebaran asap pada citra satelit menunjukkan keberadaan partikel di atmosfer. Namun, informasi ini tidak secara langsung menggambarkan konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.

BMKG Sebelumnya Sebut Asap Belum Mengarah ke Jakarta

Pada Rabu (14/10/2026), Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyampaikan bahwa wilayah Jakarta dan Jabodetabek belum termasuk kawasan yang terdeteksi dalam peta sebaran asap karhutla.

Saat itu, asap dari sejumlah wilayah Sumatra terpantau bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sebaran dari Kalimantan juga terdeteksi mencapai wilayah Sarawak, Malaysia.

Perkembangan pada 16 Oktober menunjukkan cakupan asap yang lebih luas dibandingkan pemantauan sebelumnya, termasuk keberadaannya di atmosfer Jakarta.

Meski demikian, perubahan sebaran tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan paparan asap karhutla di permukaan kota. Tanpa dukungan pengukuran kualitas udara terbaru, hal itu belum dapat dipastikan.

Kalimantan Masih Menjadi Wilayah Rawan Karhutla

Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah.

Dalam pemantauan pada 14 Oktober 2026, BMKG mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia. Sebanyak 346 titik berada di Kalimantan, sedangkan Sumatra mencatat 505 titik.

Titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang terdeteksi satelit. Jumlah tersebut tidak selalu sama dengan jumlah kebakaran yang telah dipastikan petugas di lapangan.

Di Kalimantan Tengah, pemerintah masih memperkuat penanganan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting. Upaya tersebut termasuk menyiapkan sumur bor tambahan, personel gabungan, dan dukungan pemadaman udara.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan dan Riau: Operasi Tanjung Puting Diperkuat, Taman Pekanbaru Ditutup

Penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana karhutla juga berlangsung di Kalimantan. Bareskrim Polri pada 14 Oktober mengumumkan sembilan perusahaan perkebunan sawit berstatus tersangka dalam perkara kebakaran di tiga provinsi.

Baca Juga: Polri Tetapkan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla di Kalimantan

DLH Jakarta Belum Temukan Pengaruh Asap Karhutla di Permukaan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sebelumnya menyatakan kualitas udara ibu kota belum menunjukkan pengaruh dari karhutla Sumatra dan Kalimantan. Pernyataan ini didasarkan pada pemantauan hingga 14 Oktober 2026.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan pengukuran kualitas udara serta pemodelan pergerakan polutan untuk mengetahui kemungkinan masuknya asap dari luar Jakarta.

Pemodelan dilakukan menggunakan sistem Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory (HYSPLIT), yang digunakan untuk memperkirakan lintasan pergerakan partikel di atmosfer.

Hingga 14 Oktober, pemodelan pada permukaan serta ketinggian 1.000 dan 2.000 meter belum menunjukkan lintasan angin yang mendukung masuknya polutan karhutla. Polutan itu berasal dari Sumatra dan Kalimantan ke Jakarta.

DLH DKI juga mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada periode 1–14 Oktober berada dalam rentang 35–75 mikrogram per meter kubik. Menurut instansi tersebut, pola perubahannya belum memperlihatkan lonjakan tajam. Hal itu dibandingkan fluktuasi harian yang biasa terjadi di Jakarta.

Source: BMKG
Tags: BMKGJakartaKalimantan TengahKarhutla

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times