22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Hotspot Sumsel Melonjak Jadi 3.026 Titik, Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

BPBD Sumsel mencatat 3.026 hotspot dalam 24 jam hingga 30 September pagi. OKI menjadi wilayah terbanyak, sementara ISPU Palembang mencapai 366 atau kategori berbahaya.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
30 September 2026, 12.43 WIB
in NASIONAL
Ilustrasi petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan dengan dukungan helikopter water bombing

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman darat dan water bombing. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan kembali melonjak pada Rabu (30/9/2026).

Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sumatera Selatan hingga pukul 06.00 WIB mencatat 3.026 hotspot dalam pemantauan 24 jam terakhir.

Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Wilayah tersebut mencatat 1.375 hotspot, disusul Musi Banyuasin 777 titik dan Banyuasin 642 titik.

Lonjakan titik panas terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan masih ditangani di sejumlah daerah. Dampaknya mulai terlihat jelas pada kualitas udara, terutama di Palembang yang pada Rabu pagi masuk kategori berbahaya.

Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla

OKI Catat 1.375 Hotspot

Ogan Komering Ilir menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak dalam pembaruan BPBD Sumsel.

Berikut sebaran hotspot hingga Rabu pagi:

Wilayah Hotspot
Ogan Komering Ilir 1.375
Musi Banyuasin 777
Banyuasin 642
Muara Enim 72
Ogan Ilir 43
Musi Rawas Utara 26
OKU 23
Musi Rawas 16
Lahat 15
OKU Timur 13
PALI 8
OKU Selatan 7
Palembang 5
Empat Lawang 2
Prabumulih 1
Pagaralam 1

Total seluruh daerah tersebut mencapai 3.026 hotspot.

BPBD Sumsel menyatakan penanganan masih difokuskan pada wilayah dengan aktivitas kebakaran tinggi, termasuk OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Palembang.

Di OKI, beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal, dan Sungai Menang.

Udara Palembang Berbahaya, ISPU Capai 366

Lonjakan hotspot berjalan bersamaan dengan memburuknya kualitas udara.

Pada pukul 06.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU di Palembang tercatat 366 dan masuk kategori berbahaya.

PALI berada pada angka 278 atau kategori sangat tidak sehat.

Musi Rawas mencatat ISPU 150, Musi Banyuasin 144, dan Lahat 103 yang masuk kategori tidak sehat. Muara Enim berada di angka 68, sedangkan Prabumulih 64 atau kategori sedang.

Kabut asap juga menekan jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Pada pukul 06.00 WIB jarak pandang dilaporkan sekitar 600 meter, meski hingga menjelang siang belum dilaporkan adanya gangguan penerbangan.

Baca Juga: Asap Karhutla Meluas dari Kalimantan hingga Papua, Warga Diminta Waspada

Puluhan Kejadian Karhutla Ditangani dalam Sehari

BPBD Sumsel masih melakukan patroli darat dan udara, pemadaman, serta water bombing di wilayah prioritas.

Hasil patroli pada 29 September mencatat 69 kejadian karhutla dalam sehari. OKI menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 32 kejadian, disusul Palembang 10 dan Musi Banyuasin tujuh kejadian.

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 29 September, BPBD Sumsel mencatat 4.040 kejadian karhutla dengan indikasi luas lahan terbakar sekitar 1.926,2 hektare.

Tim gabungan terus melakukan penanganan melalui operasi darat dan udara karena sebagian kebakaran terjadi di kawasan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan.

Hotspot Tidak Sama dengan Jumlah Kebakaran

Angka 3.026 perlu dibaca sebagai jumlah deteksi titik panas, bukan berarti terdapat 3.026 lokasi kebakaran yang sudah dipastikan di lapangan.

Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang dideteksi satelit. Satu lokasi kebakaran dapat menghasilkan lebih dari satu hotspot, sementara titik yang terdeteksi tetap membutuhkan verifikasi lapangan.

Perbedaan metode dan periode pemantauan juga dapat menghasilkan angka berbeda antar-dashboard.

Sebagai contoh, Kementerian Kehutanan sebelumnya mencatat 365 hotspot high confidence secara nasional hingga 28 September pukul 21.00 WIB. Data itu berbeda cakupan dan waktu dengan data BPBD Sumsel pada 30 September sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Lonjakan Terjadi setelah Sempat Turun

Pergerakan hotspot Sumsel dalam beberapa hari terakhir cukup fluktuatif.

Data yang dikutip dari BPBD menunjukkan jumlah titik panas sempat turun pada 27–28 September, sebelum kembali melonjak pada 29 dan 30 September.

Laporan pada 29 September pagi mencatat 1.776 hotspot di Sumatera Selatan, dengan 1.290 di antaranya berada di lahan gambut. Mayoritas saat itu terkonsentrasi di OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Pembaruan berikutnya pada 30 September menunjukkan angka telah mencapai 3.026 hotspot dalam pemantauan 24 jam.

Source: BPBD Sumatera Selatan, Kompas.com
Tags: BPBDKarhutlaSumatera Selatan

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times