22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEADLINE

KPK Sebut Dana Siap Pakai BNPB Diduga Disalahgunakan, 5 Tersangka Ditahan

KPK mendalami dugaan pengondisian dana siap pakai BNPB untuk keuntungan pribadi. Lima tersangka ditahan, termasuk dua tenaga ahli Kepala BNPB.

Tita by Tita
14 Oktober 2026, 20.32 WIB
in HEADLINE, NASIONAL
Sejumlah orang mengenakan rompi tahanan oranye dikawal petugas di dalam gedung

Lima tersangka kasus dugaan korupsi BNPB dikawal petugas KPK. (Foto: Kompas)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Anggaran tersebut diduga dimanfaatkan melalui pengaturan pengadaan barang dan jasa yang melibatkan pihak internal BNPB dan perusahaan swasta untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, dugaan penyimpangan itu ditemukan dalam pendalaman operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (13/10/2026). Hingga Rabu (14/10/2026), KPK telah menetapkan dan menahan lima tersangka.

Menurut Setyo, penggunaan dana siap pakai tetap memiliki prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi, meskipun anggaran tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan penanganan bencana.

KPK menduga terjadi pengondisian dalam proses penyaluran anggaran, pelaksanaan pengadaan, hingga pemanfaatannya. Sejumlah pihak diduga bekerja sama dengan penyedia barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan di luar ketentuan.

Dalam keterangan kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu, Setyo secara khusus menyinggung Richard Erlangga, tenaga ahli Kepala BNPB Suharyanto.

Richard diduga memanfaatkan kedudukannya untuk menjalin hubungan dengan perusahaan penyedia jasa yang bekerja sama dengan BNPB.

Penyidik masih mendalami bentuk kesepakatan, peran masing-masing pihak, dan aliran dana yang berkaitan dengan pengadaan tersebut.

Lima Tersangka Ditahan, Dua di Antaranya Tenaga Ahli Kepala BNPB

KPK menetapkan lima tersangka setelah memeriksa 14 orang yang diamankan dalam OTT di lingkungan BNPB.

“Tersangka ada lima orang, sudah dimasukkan ke Rutan KPK juga semua,” kata Setyo, dikutip dari Suara.com, Rabu (14/10/2026).

Dua tersangka merupakan tenaga ahli Kepala BNPB, yakni Richard Erlangga dan Bima Setyawan.

Bima juga disebut KPK sebagai adik Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto.

Satu tersangka lainnya berasal dari unsur pejabat BNPB, yaitu Gabriel Purwaka Sigit. Ia menjabat Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK).

PPK merupakan pejabat yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kontrak pengadaan pemerintah.

Dua tersangka dari pihak swasta adalah Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian yang sebelumnya turut diamankan dalam OTT tidak termasuk lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Setyo, penentuan status hukum dilakukan berdasarkan dugaan perbuatan melawan hukum, tanpa mempertimbangkan hubungan keluarga maupun kedudukan seseorang.

Baca Juga: OTT KPK di BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sekretaris Utama Rustian

KPK Perbarui Nilai Uang yang Diamankan Jadi Rp. 3,3 Miliar

Perkembangan penyidikan juga disertai pembaruan nilai barang bukti yang diamankan KPK.

Pada Selasa malam, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penghitungan awal uang tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp. 1,4 miliar.

Namun, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan pembaruan pada Rabu malam bahwa jumlah uang yang diamankan kini sekitar Rp. 3,3 miliar.

KPK juga mengamankan aset kripto dan logam mulia berupa emas. Setyo menyebut nilai aset kripto diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sementara emas yang diamankan mencapai ratusan gram.

Nilai dan kepemilikan aset tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. KPK belum merinci jumlah uang yang diamankan dari masing-masing tersangka.

Barang bukti yang diamankan juga belum dapat disamakan dengan nilai kerugian negara, karena perhitungan kerugian dalam perkara tersebut belum diumumkan.

Baca Juga: Komisi VIII DPR Desak Dugaan Korupsi BNPB Diusut saat Bencana Melanda

Pengadaan dan Penggunaan Dana Bencana Masih Didalami

Dana siap pakai merupakan anggaran untuk mendukung kebutuhan penanganan keadaan darurat bencana.

Dalam perkara ini, KPK sedang menelusuri dugaan penyalahgunaan kewenangan ketika anggaran tersebut digunakan melalui kegiatan pengadaan yang melibatkan pihak swasta.

Penyidik belum mengumumkan secara terperinci paket pengadaan yang menjadi objek perkara, daerah penerima manfaat, maupun jenis bencana yang berkaitan dengan penggunaan anggaran tersebut.

KPK juga belum menetapkan bahwa dana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan atau bencana tertentu telah diselewengkan dalam perkara ini.

Pemeriksaan terhadap kelima tersangka dilanjutkan oleh Direktorat Penyidikan KPK untuk memperjelas dugaan pengondisian pengadaan dan pemanfaatan dana siap pakai kebencanaan.

Tags: Bima SetyawanBNPBKPKOTT KPKRichard Erlangga

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times