24 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Sab
24 ° Ming
Jumat, Oktober 30, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Kualitas Udara Kalbar Bahaya Karhutla, Jarak Pandang 1 Km

Tita by Tita
2 September 2026, 12.23 WIB
in NASIONAL
Kualitas Udara Kalbar Bahaya Karhutla

Gambar ilustrasi

BULATANTIMES.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis peringatan darurat kabut asap di Pulau Kalimantan. Pasalnya, status kualitas udara kalbar bahaya karhutla telah mengaburkan jarak pandang hingga di bawah satu kilometer.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan demi keselamatan pernapasan. Polusi partikulat debu pekat menyelimuti sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat sejak beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut

BNPB Laporkan Jarak Pandang Menyusut Drastis

Awalnya, titik panas kebakaran hutan dan lahan hanya membakar sebagian kecil kawasan gambut kering. Pembakaran sisa vegetasi liar memicu kemunculan titik api sporadis di beberapa area terpencil.

Namun, hembusan angin kencang mempercepat penjalaran api menuju kawasan perbatasan permukiman warga. Asap pembakaran gambut bawah tanah mengepul tebal dan sukar padam oleh penyiraman biasa.

Bahkan, kepulan asap tebal mengganggu arus lalu lintas darat di Pontianak dan Kubu Raya. Pengemudi kendaraan bermotor terpaksa menyalakan lampu utama pada siang hari guna menghindari tabrakan.

“Kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat masuk kategori berbahaya dengan visibilitas sangat terbatas,” tulis laporan BNPB, dikutip dari Kompas.tv.

Lonjakan Angka ISPU dan Kebijakan Sekolah Daring

Sementara itu, alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatatkan angka melebihi ambang batas 300. Konsentrasi debu halus PM2.5 melonjak tinggi akibat partikel abu pembakaran lahan gambut.

Kategori warna hitam pada indikator ISPU menunjukkan ancaman serius bagi kelompok rentan dan anak-anak. Menghirup udara penuh jelaga secara terus-menerus memicu bahaya infeksi pernapasan bagi warga.

Selain itu, Dinas Pendidikan setempat mengalihkan kegiatan belajar mengajar menuju metode pembelajaran jarak jauh. Sekolah meliburkan aktivitas tatap muka sementara waktu demi menjaga imunitas saluran pernapasan siswa.

Lebih lanjut, fasilitas kesehatan daerah membagikan ratusan ribu masker medis kepada para pengguna jalan raya.

“Kami menyiagakan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan pasien infeksi saluran pernapasan akut,” ungkap petugas kesehatan daerah, dilansir Tempo.co.

Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla

Percepatan Modifikasi Cuaca dan Pemadaman Udara

Di sisi lain, Satgas Karhutla mempercepat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca lewat penyemaian natrium klorida. Pesawat khusus milik TNI AU menyemai garam dapur ke dalam bibit awan potensial.

Armada helikopter water bombing menjatuhkan ribuan liter air tepat di atas pusat kobaran lahan gambut. Tim satgas gabungan mengerahkan puluhan sorti penerbangan demi meredam kepulan asap dari udara.

Kendati demikian, petugas darat tetap menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran. Akses medan gambut yang amblas turut memperlambat mobilisasi mesin pompa air milik pemadam.

Dengan demikian, koordinasi terpadu lintas instansi berupaya keras memulihkan kembali mutu udara yang bersih.

Sumber: Kompas.tv, Tempo.co, dan BMKG.

Baca berita nasional terkini hari ini hanya di bulatantimes.com

Tags: BMKGBNPBKarhutlaKebakaran Hutan

Related Posts

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengenakan batik dan kacamata saat diwawancarai wartawan
NASIONAL

KPK Periksa Ipar Eks Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan

Oktober 29, 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG jika Tak Terserap Hingga Akhir Oktober

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times