22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Jumat, Oktober 30, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Musim Hujan 2026/2027 Mayoritas Mundur, Ini Jadwal Wilayah Menurut BMKG

BMKG memprediksi 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami awal musim hujan lebih lambat, dengan sebagian besar baru masuk musim hujan pada November-Desember 2026.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
3 Oktober 2026, 02.30 WIB
in NASIONAL
Ilustrasi hujan deras di kawasan perkotaan Indonesia

Ilustrasi hujan di kawasan perkotaan Indonesia. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Musim hujan 2026/2027 diperkirakan datang lebih lambat di sebagian besar Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Peralihan menuju musim hujan tidak berlangsung bersamaan. Sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026, tetapi cakupan yang lebih besar baru menyusul pada November dan Desember. BMKG mencatat 185 ZOM atau 24,66 persen luas daratan diprediksi mulai musim hujan pada November, sedangkan 266 ZOM atau 17,31 persen pada Desember.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau 9-12 September

Pergeseran tersebut terjadi saat El Niño berada pada kategori sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027. BMKG juga memantau Indian Ocean Dipole atau IOD positif yang ikut mengurangi pasokan uap air ke sebagian wilayah Indonesia.

Wilayah yang Mulai Musim Hujan Oktober-Desember 2026

Pada Oktober, musim hujan mulai muncul di sebagian Sumatera, sebagian Jawa Barat, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Maluku Utara, serta sejumlah wilayah Papua, termasuk Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan dan bagian timur Papua Tengah.

Gambaran awal musim hujan berdasarkan wilayah adalah sebagai berikut:

Periode Wilayah yang mulai memasuki musim hujan
Oktober 2026 Sebagian Sumatera, sebagian Jawa Barat, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan bagian timur Papua Tengah
November 2026 Sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan
Desember 2026 Sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan

Satu provinsi dapat muncul pada periode berbeda karena BMKG membagi wilayah berdasarkan Zona Musim, bukan hanya batas administratif provinsi. Kondisi satu daerah dalam provinsi yang sama dapat berbeda dari daerah lainnya.

Bengkulu hingga Sulawesi Selatan Mengalami Pergeseran

Perkiraan di tingkat daerah menunjukkan besarnya pergeseran tidak sama. Di Bengkulu, awal musim hujan diperkirakan berlangsung mulai akhir Oktober hingga November. Lebih dari separuh wilayah provinsi tersebut mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.

Sumatera Selatan diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November. Hujan sudah dapat muncul pada Oktober, tetapi intensitas dan distribusinya belum cukup untuk menunjukkan seluruh wilayah memasuki musim hujan.

Di Sulawesi Selatan, musim hujan yang biasanya mulai sekitar Oktober bergeser ke akhir November hingga awal Desember. Sementara di Nusa Tenggara Barat, kemarau berpeluang berlangsung sampai akhir November sehingga awal musim hujan baru dominan pada Desember.

Daerah Istimewa Yogyakarta juga diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat. BMKG setempat menyebut pergeserannya dapat mencapai lebih dari tiga dasarian atau lebih dari 30 hari dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga: Asap Karhutla Meluas dari Kalimantan hingga Papua, Warga Diminta Waspada

Musim Hujan Lebih Pendek di Separuh Wilayah Indonesia

Kemunduran awal musim tidak berarti seluruh Indonesia akan menerima hujan di bawah normal. BMKG memprediksi akumulasi curah hujan selama musim hujan tetap berada pada kategori normal di 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia. Sebanyak 147 ZOM diperkirakan mengalami hujan di atas normal dan 42 ZOM berada di bawah normal.

Durasi musim hujan justru diperkirakan lebih pendek dari normal pada 482 ZOM yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia. Sebanyak 60 ZOM mengalami musim hujan lebih panjang, sedangkan 40 ZOM diprediksi memiliki durasi yang sama dengan kondisi normalnya.

Puncak musim hujan diperkirakan terkonsentrasi pada tiga bulan. Sebanyak 155 ZOM mencapai puncaknya pada Desember 2026, 162 ZOM pada Januari 2027, dan 190 ZOM pada Februari 2027. Sebagian besar Sumatera dan Kalimantan lebih banyak mencapai puncak pada Desember, sedangkan sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Papua mendapat puncak yang lebih tersebar pada Januari hingga Februari.

BMKG masih meminta kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan pada masa transisi September-Oktober. Ketika musim hujan dan puncaknya mulai berlangsung, perhatian kemudian bergeser pada risiko banjir dan tanah longsor di wilayah yang memiliki kerawanan hidrometeorologi.

Source: BMKG; ANTARA
Tags: BMKG

Related Posts

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengenakan batik dan kacamata saat diwawancarai wartawan
NASIONAL

KPK Periksa Ipar Eks Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan

Oktober 29, 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG jika Tak Terserap Hingga Akhir Oktober

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times