Bulatan Times – Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok tetap melayani penerbangan meski banjir masih mengganggu sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan bandara.
Airports of Thailand (AOT) menyatakan penerbangan dan operasional di dalam bandara berjalan seperti biasa. Namun, perjalanan darat menuju dan meninggalkan terminal belum sepenuhnya normal karena genangan masih memengaruhi akses di sejumlah titik.
Salah satu layanan yang terdampak adalah taksi berargo. Pemerintah Thailand menyebut layanan taksi tersebut dihentikan sementara, sementara penumpang diminta menggunakan pilihan transportasi lain dan menyediakan waktu perjalanan lebih panjang.
Baca Juga: Banjir Bangkok Berdampak pada 700 Ribu Orang, Satu WNI Sempat Terjebak di Hotel
Penerbangan Tidak Terganggu
Hujan deras pada Sabtu (26/9/2026) sempat menyebabkan air menggenangi sebagian taxiway di sisi selatan Bandara Don Mueang.
Petugas bandara kemudian meminta pesawat menghindari bagian yang tergenang sembari melakukan pemompaan air.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menghentikan aktivitas lepas landas maupun pendaratan. AOT memastikan tidak ada kebutuhan untuk mengubah jadwal penerbangan akibat genangan di taxiway tersebut.
Upaya mengurangi genangan sempat terkendala tingginya permukaan air di kanal sekitar bandara, termasuk Bang Bua, Khlong 2, dan Prem Prachakon.
Pada pembaruan berikutnya, pemerintah Thailand kembali menegaskan seluruh penerbangan dan layanan bandara tetap berjalan normal.
Taksi Berargo Dihentikan Sementara
Masalah utama bagi penumpang justru berada di luar terminal.
Layanan taksi berargo untuk sementara tidak tersedia karena banjir di jalan sekitar bandara dan risiko kendaraan mengalami kerusakan saat melewati genangan.
Penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi atau layanan jalan raya disarankan melewati Don Mueang Tollway yang memiliki akses langsung menuju terminal.
Jalur tersebut menjadi salah satu pilihan untuk menghindari ruas jalan permukaan yang masih terdampak genangan.
Bus Bangkok Mass Transit Authority rute A1 hingga A4 juga masih beroperasi. Namun, perjalanan dapat mengalami keterlambatan dan titik naik-turun penumpang untuk sementara dipindahkan ke gedung Service Hall.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Nepal Melonjak Tembus 1.000 Orang
Kereta Red Line Masih Bisa Digunakan
Transportasi berbasis rel masih menjadi pilihan bagi penumpang yang ingin menghindari kondisi jalan raya yang tidak menentu.
Kereta komuter Red Line yang menghubungkan Krung Thep Aphiwat dengan Rangsit tetap beroperasi selama banjir. Pemerintah Thailand meminta penumpang memantau pembaruan layanan sebelum melakukan perjalanan karena kondisi transportasi dapat berubah mengikuti situasi genangan.
Layanan rel lain di Bangkok seperti Airport Rail Link, BTS, dan MRT juga masih beroperasi. Namun, waktu tambahan tetap perlu disiapkan ketika perjalanan menuju stasiun melewati kawasan terdampak banjir.
Penumpang Diminta Datang Lebih Awal
AOT mengimbau penumpang penerbangan internasional tiba di bandara sekitar tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
Untuk penerbangan domestik, penumpang disarankan sudah berada di terminal dua jam sebelum jadwal terbang.
Imbauan tersebut bukan karena proses penerbangan di dalam bandara berhenti, melainkan untuk mengantisipasi waktu perjalanan menuju Don Mueang yang lebih panjang akibat banjir dan kepadatan lalu lintas.
Gangguan perjalanan juga mendorong sejumlah maskapai memberikan fleksibilitas kepada penumpang yang kesulitan mencapai bandara. Thai AirAsia, Nok Air, Thai Lion Air, dan Thai Vietjet termasuk maskapai yang menawarkan opsi perubahan penerbangan bagi penumpang terdampak banjir pada periode 26–28 September.
Banjir Bangkok Masih Ganggu Transportasi
Don Mueang bukan satu-satunya titik transportasi yang terdampak kondisi banjir Bangkok.
Pemerintah Thailand menyatakan Bandara Suvarnabhumi juga tetap dibuka. Namun, wisatawan diminta mengecek kondisi rute perjalanan karena sejumlah jalan di ibu kota masih tergenang.
Hujan ekstrem yang melanda Bangkok sejak akhir pekan sebelumnya menyebabkan banjir luas dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Pemerintah kemudian menetapkan 28 dan 29 September sebagai hari libur khusus di Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan untuk mengurangi perjalanan serta kemacetan selama penanganan banjir berlangsung.











