Bulatan Times – Banjir yang melanda Bangkok berdampak pada sekitar 700 ribu orang atau 329 ribu rumah tangga hingga Senin (28/9/2026). Di tengah meluasnya genangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok juga menerima laporan seorang warga negara Indonesia yang ikut terdampak.
WNI tersebut sempat terjebak di hotel setelah akses jalan di sekitar tempatnya menginap tergenang. KBRI telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan memastikan kondisinya aman.
Hujan di Bangkok mulai mereda pada Senin setelah sistem tekanan rendah yang memicu hujan lebat bergerak menjauh. Namun, genangan masih bertahan di sejumlah kawasan, terutama wilayah timur ibu kota yang memiliki kanal dengan permukaan air tinggi.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Nepal Melonjak Tembus 1.000 Orang
Sekitar 329 Ribu Rumah Tangga Terdampak
Data Pemerintah Metropolitan Bangkok menunjukkan banjir telah memengaruhi sekitar 329 ribu rumah tangga atau kurang lebih 700 ribu penduduk dengan tingkat dampak yang berbeda-beda.
Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Saphan Sung, Suan Luang, dan Lak Si termasuk wilayah yang masih menghadapi genangan cukup berat.
Curah hujan pada malam sebelumnya mencapai sekitar 62 milimeter di Nong Chok, 55 milimeter di Lat Krabang, dan 52 milimeter di Min Buri.
Petugas terus menjalankan pompa dan pintu air untuk menurunkan permukaan kanal utama. Prioritas diberikan pada kanal Prawet Burirom, Lat Phrao, dan jaringan saluran di Bangkok timur agar air dari jalan dan permukiman dapat mengalir lebih cepat.
Sebagian jalan mulai kembali dapat dilalui. Kondisi di sejumlah bagian Jalan Phetchaburi membaik, sedangkan lalu lintas di Vibhavadi Rangsit juga berangsur lebih mudah meski genangan belum sepenuhnya hilang.
Ribuan Pasien Dipindahkan dari Wilayah Banjir
Banjir tidak hanya mengganggu lalu lintas. Pemerintah kota telah memindahkan sekitar 1.500 pasien terbaring dan warga yang membutuhkan perawatan dari wilayah terdampak menuju rumah sakit milik Pemerintah Metropolitan Bangkok.
Tim bantuan juga masih mendistribusikan makanan siap santap dan air minum serta menggunakan kendaraan berkolong tinggi dan perahu beralas datar untuk menjangkau kawasan yang sulit dilalui.
Pemerintah Thailand menetapkan 28 dan 29 September sebagai hari libur khusus di Bangkok serta tiga provinsi di sekitarnya, yakni Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan.
Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi aktivitas perjalanan sekaligus mempermudah penanganan banjir. Sektor perbankan dan pasar modal tetap beroperasi seperti biasa.
Di salah satu lokasi yang terdampak berat di Bang Kapi, genangan dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter di kompleks apartemen Klong Chan. Pasokan listrik dan sistem pompa air di bangunan tersebut ikut terganggu sehingga petugas mengevakuasi warga rentan, termasuk lansia dan orang sakit.
Baca Juga: 11 Proyek PLTA Nepal Hancur Akibat Banjir Bandang
Satu WNI Dilaporkan Terdampak
Kementerian Luar Negeri RI mencatat sekitar 2.500 WNI saat ini menetap atau berada di Thailand, termasuk di Bangkok dan daerah sekitarnya.
Hingga Senin, hotline KBRI Bangkok menerima satu laporan WNI yang terdampak langsung.
WNI tersebut tidak dilaporkan mengalami cedera. Masalah yang dihadapi adalah akses dari hotel tempatnya menginap yang tertutup genangan sehingga untuk sementara tidak dapat melakukan perjalanan.
KBRI terus berkomunikasi dengan komunitas Indonesia di Thailand dan memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
KBRI juga meminta WNI tidak memaksakan kendaraan melintasi jalan yang terendam dan mengecek kondisi rute sebelum bepergian.
Banjir Mulai Surut, Bangkok Timur Masih Jadi Perhatian
Kondisi pada Senin menunjukkan perbaikan dibandingkan dua hingga tiga hari sebelumnya. Sistem tekanan rendah telah bergerak menjauh sehingga peluang hujan dengan intensitas sebesar beberapa hari terakhir mulai menurun.
Meski begitu, air belum cepat surut di beberapa kawasan Bangkok timur. Kanal masih menampung air dari daerah tangkapan yang luas, termasuk aliran dari luar wilayah kota.
Hujan yang berlangsung sejak akhir pekan sebelumnya sempat menyebabkan genangan luas di jalan dan permukiman. Data Pemerintah Bangkok mencatat lebih dari 300 milimeter hujan terakumulasi di beberapa lokasi selama periode hujan berkepanjangan.
Pada Minggu, pemerintah pusat Thailand masih melaporkan banjir berlangsung di 25 provinsi serta seluruh 50 distrik Bangkok. Pembaruan itu mencatat 545.022 orang terdampak di 25 provinsi, sementara dampak di Bangkok pada saat itu dicatat terpisah. Data BMA sehari kemudian menunjukkan cakupan dampak di ibu kota telah mencapai sekitar 700 ribu orang.
WNI yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi hotline pelindungan KBRI Bangkok di +66 92 903 1103. Kemlu meminta warga Indonesia tetap mengikuti arahan otoritas Thailand selama penanganan banjir berlangsung.










