TAIPEI, BULATAN TIMES – Topan Champi mengganggu aktivitas di sebagian besar wilayah Taiwan pada Jumat (23/10/2026). Pemerintah setempat meliburkan kantor dan sekolah, menghentikan perdagangan saham, serta membatalkan ratusan penerbangan untuk menghadapi ancaman angin kencang dan hujan deras.
Bencana tersebut telah menewaskan satu orang dan melukai 94 lainnya, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI). Jumlah korban itu tercatat dalam laporan Pusat Operasi Darurat Nasional Taiwan hingga pukul 06.30 waktu setempat.
Korban meninggal merupakan seorang pria yang terseret ombak di kawasan pantai Pulau Xiaoliuqiu, Kabupaten Pingtung, pada Kamis (22/10/2026). Petugas menemukan korban dan membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Dari 94 orang terluka, sebanyak 30 orang mengalami kecelakaan sepeda motor atau kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 16 orang terluka akibat terjatuh dan sepuluh lainnya tertimpa benda, termasuk papan reklame atau pohon.
Salah seorang korban luka merupakan WNI. Informasi mengenai kondisi medis dan identitas korban belum disampaikan kepada publik.
Ratusan Penerbangan Dibatalkan, Pasar Saham Tutup
Penutupan kantor dan sekolah pada Jumat diberlakukan di hampir seluruh Taiwan, termasuk Taipei, New Taipei, Taichung, Kaohsiung, dan sejumlah wilayah lainnya.
Pengecualian berlaku di Kinmen serta sebagian wilayah Kabupaten Taitung. Pemerintah setempat menetapkan kebijakan sesuai ancaman cuaca di masing-masing daerah.
Gangguan juga meluas ke penerbangan domestik dan internasional. Sebanyak 262 penerbangan domestik dibatalkan, sementara pembatalan penerbangan internasional mencapai ratusan jadwal.
Bursa Efek Taiwan menghentikan perdagangan sepanjang Jumat. Penyelesaian transaksi yang jatuh tempo pada hari tersebut dijadwalkan ulang sesuai ketentuan pasar.
Meski sebagian besar kegiatan dihentikan, sejumlah layanan transportasi umum masih beroperasi. Kereta cepat Taiwan tetap berjalan, sementara layanan kereta bawah tanah di Taipei mengalami pengurangan operasional.
Baca Juga: AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan
Lebih dari 1.200 Warga Dievakuasi
Pusat Operasi Darurat Nasional Taiwan mencatat 1.286 orang telah dievakuasi hingga Jumat pukul 08.00 waktu setempat.
Sebanyak 576 orang berasal dari Hualien, 351 dari Yilan, 278 dari New Taipei, dan 79 dari Taoyuan. Dua warga lainnya dievakuasi dari Nantou dan Yunlin.
Langkah evakuasi dilakukan ketika wilayah pegunungan dan pesisir menghadapi risiko hujan ekstrem, angin kencang, serta gelombang tinggi.
Badan Meteorologi Taiwan mencatat pusat Topan Champi berada sekitar 320 kilometer di timur-timur laut Eluanbi, ujung selatan Taiwan, pada Jumat pukul 08.00. Kecepatan angin maksimum di dekat pusat badai mencapai 155 kilometer per jam, dengan embusan hingga 191 kilometer per jam.
Radius angin badai mencapai 320 kilometer dan telah memasuki sebagian wilayah daratan Taiwan.
Baca Juga: Wapres AS JD Vance Tak Ikut Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel
Hujan Terlebat Diperkirakan Berlangsung hingga Sabtu
Badan Meteorologi Taiwan memperkirakan curah hujan paling tinggi berlangsung pada Jumat hingga Sabtu (24/10/2026) pagi.
Wilayah pegunungan di Taiwan utara dan timur laut menghadapi ancaman hujan lebat, terutama Kabupaten Yilan yang berpotensi mengalami hujan sangat ekstrem.
Champi diperkirakan bergerak mendekati perairan timur laut Taiwan sebelum berbelok ke utara. Pergerakannya diperkirakan melambat mulai Jumat malam sehingga pengaruh angin dan hujan dapat berlangsung lebih lama.
Peringatan cuaca juga mencakup kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitar Taiwan. Otoritas meminta masyarakat menghindari pantai serta aktivitas di wilayah pegunungan selama cuaca berbahaya.












