WASHINGTON, BULATAN TIMES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyinggung kemungkinan mengganti nama Samudra Atlantik atau Pasifik menjadi Trump Ocean atau Ocean of the Americas. Gagasan tersebut disampaikan saat kampanye politik di Clarksville, Tennessee, Sabtu (10/10/2026).
Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika membahas perubahan nama sejumlah wilayah perairan yang sebelumnya dilakukan pemerintahannya.
Menurut laporan The Washington Post, Trump mengatakan Amerika Serikat telah memiliki teluk dan danau dengan nama baru yang mengacu pada Amerika. Ia kemudian menyebut kemungkinan penggunaan nama baru untuk sebuah sungai dan samudra.
“Kita bisa menyebutnya Trump Ocean atau Ocean of the Americas, semacam itu,” kata Trump, dikutip dari The Washington Post, Sabtu (10/10/2026). Pernyataan tersebut diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Trump belum menentukan apakah Samudra Atlantik atau Pasifik yang akan dipilih. Pernyataan tersebut juga belum disertai keputusan resmi untuk mengganti nama salah satu samudra.
Trump Tak Ingin Mengganti Nama Sungai Hudson dan Mississippi
Selain menyinggung nama samudra, Trump berbicara mengenai dua sungai besar di Amerika Serikat, yakni Sungai Hudson dan Mississippi.
Ia mengatakan tidak ingin mengubah nama Sungai Hudson karena menghormati Henry Hudson, penjelajah Inggris yang namanya digunakan untuk sungai tersebut.
Trump juga menyatakan nama Sungai Mississippi akan tetap dipertahankan. Ia mengaitkan keputusannya dengan kedekatan politiknya terhadap negara bagian Mississippi yang beberapa kali memberikan dukungan kepadanya dalam pemilihan presiden.
Gagasan penggantian nama samudra sebenarnya pernah disinggung Trump pada Agustus 2026. Saat itu, ia baru saja menandatangani perintah eksekutif mengenai perubahan nama Danau Ontario menjadi Lake America.
Baca Juga: Dua Gugatan di AS Persoalkan Dana Pemerintah untuk Iklan Promosi Trump
Teluk Meksiko dan Danau Ontario Sudah Diganti dalam Dokumen Federal AS
Pemerintahan Trump sebelumnya telah menetapkan perubahan nama sejumlah wilayah geografis dalam penggunaan resmi pemerintah federal Amerika Serikat.
Pada 20 Januari 2025, Trump menandatangani Perintah Eksekutif Nomor 14172 yang menginstruksikan penggunaan nama Gulf of America atau Teluk Amerika untuk wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai Teluk Meksiko.
Perintah tersebut juga mengatur pembaruan nama dalam dokumen dan peta yang digunakan lembaga pemerintah federal AS.
Langkah serupa dilakukan pada 27 Agustus 2026 melalui Perintah Eksekutif Nomor 14422. Trump menginstruksikan perubahan nama Danau Ontario menjadi Lake America dalam penggunaan resmi pemerintahannya.
Danau tersebut terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. Karena itu, keputusan Washington mengenai penamaan tidak otomatis mewajibkan Kanada menggunakan nama yang sama.
Baca Juga: Emas Venezuela Masuk AS lewat Kesepakatan Trump, Kilang Enggan Memprosesnya
Nama Samudra Tidak Otomatis Berubah di Seluruh Dunia
Berbeda dari danau atau wilayah perairan tertentu, Samudra Atlantik dan Pasifik merupakan kawasan laut sangat luas yang digunakan bersama oleh banyak negara.
Perubahan nama dalam dokumen pemerintah Amerika Serikat tidak dengan sendirinya menjadikan nama tersebut berlaku secara internasional.
Organisasi Hidrografi Internasional (IHO) bekerja sama dengan negara-negara anggotanya dalam pengembangan standar informasi geografis dan hidrografi, termasuk pemetaan wilayah laut.
Dalam keputusan organisasinya pada 2026, IHO menyetujui pengembangan standar S-130 yang memungkinkan kawasan laut memiliki identitas numerik untuk keperluan pemetaan digital. Negara-negara tetap dapat menggunakan nama pilihan masing-masing dalam produk dan layanan nasionalnya.
Dengan demikian, apabila Amerika Serikat kelak menetapkan nama baru bagi salah satu samudra, penggunaannya di peta dan dokumen negara lain tidak otomatis mengikuti keputusan Washington.











