Bulatan Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan 7–11 September 2026 dalam tekanan. Indeks terkoreksi 1,43 persen secara mingguan dan berakhir di level 6.541,377, turun dari 6.636,475 pada pekan sebelumnya.
Tekanan juga terlihat dari arus dana asing. Sepanjang sepekan, investor asing tercatat melakukan jual bersih sekitar Rp 3,36 triliun di pasar saham Indonesia.
Kapitalisasi Pasar BEI Ikut Menyusut
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kapitalisasi pasar turun 1,32 persen menjadi Rp 11.446 triliun dari Rp 11.599 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian juga melemah 14,88 persen menjadi Rp 16,36 triliun dari Rp 19,22 triliun. Sementara rata-rata volume transaksi harian turun 26,34 persen menjadi 36,09 miliar lembar saham.
Rata-rata frekuensi transaksi harian ikut turun 7,07 persen menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta kali pada pekan sebelumnya.
Asing Masih Catat Jual Bersih
Pada perdagangan Jumat (11/9/2026), investor asing mencatatkan jual bersih Rp 690,19 miliar. Secara tahun berjalan, nilai jual bersih asing mencapai Rp 71,415 triliun.
Dibandingkan catatan pekan sebelumnya sekitar Rp 68,05 triliun, kenaikan nilai jual bersih kumulatif itu menunjukkan arus keluar asing sekitar Rp 3,36 triliun sepanjang pekan.
Sejumlah Saham Tetap Menguat
Meski IHSG melemah, tidak semua saham bergerak turun. Sejumlah emiten pertambangan justru menjadi penopang indeks sepanjang pekan.
AMMN menjadi salah satu kontributor positif terbesar setelah menguat 10,71 persen. Saham lain seperti MDKA, UNTR, AADI, dan ANTM juga mencatatkan penguatan dan membantu menahan penurunan IHSG lebih dalam.
Pasar Masih Waspadai Tekanan Global
Pergerakan pasar pada pekan berikutnya masih akan dipengaruhi sentimen global, arah arus dana asing, serta perkembangan nilai tukar rupiah dan harga komoditas.
Investor juga akan mencermati apakah tekanan jual asing berlanjut atau mulai mereda setelah IHSG terkoreksi selama sepekan.











