Bulatan Times – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia disebut tidak berencana maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029. Jalur politik yang tengah disiapkannya justru kembali ke parlemen dengan maju sebagai calon anggota legislatif dari Papua.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan rencana tersebut sudah disampaikan Bahlil dalam rapat internal partai. Keterangan Sarmuji sekaligus memperjelas pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sebelumnya menyebut dirinya dan Bahlil kemungkinan tidak maju dalam Pilpres 2029.
Rencana Bahlil maju sebagai caleg sebenarnya bukan informasi yang baru muncul pekan ini. Pada Februari 2026, Bahlil sudah menyampaikan keinginannya mengikuti pemilihan legislatif 2029.
Baca Juga: Nusron Wahid Sudah Mundur dari Pengurus Golkar, Tetap Berstatus Kader
Bahlil Disebut Ingin Maju dari Papua
Sarmuji menyebut Papua menjadi daerah yang dipilih Bahlil untuk rencana pencalonannya ke DPR.
Menurut dia, langkah itu berkaitan dengan target Golkar meningkatkan perolehan kursi di parlemen. Bahlil disebut ingin memberikan contoh kepada para menteri yang berasal dari Golkar agar turut mengambil tanggung jawab dalam memperkuat perolehan suara partai.
“Pak Bahlil pingin jadi caleg dari Papua. Pak Bahlil sudah menyampaikan rencana jadi caleg di rapat partai,” kata Sarmuji, dikutip dari detikNews.
Sarmuji mengatakan Bahlil ingin menunjukkan bahwa peningkatan kursi Golkar bukan hanya menjadi tugas struktur partai.
“Beliau ingin memberi contoh menteri lain dari Golkar agar ikut bertanggung jawab terhadap kenaikan kursi di parlemen,” ujar Sarmuji, dikutip dari detikNews.
Rencana Nyaleg Sudah Disampaikan Sejak Februari
Rencana menuju DPR pada 2029 telah disampaikan Bahlil beberapa bulan sebelumnya.
ANTARA pada Februari 2026 mencatat Bahlil mengumumkan keinginannya menjadi caleg pada Pemilu 2029. Dengan demikian, pernyataan terbaru Sarmuji bukan sekadar respons spontan terhadap pembicaraan mengenai Pilpres, melainkan konsisten dengan rencana yang sebelumnya sudah disampaikan Bahlil.
Rencana maju dari Papua juga sudah muncul jauh sebelum pernyataan Zulkifli Hasan pada September.
Konteks pembicaraan terbaru bermula dari pernyataan Zulhas dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Dalam pidatonya, Zulhas mengatakan dirinya dan Bahlil kemungkinan tidak maju sebagai calon presiden, sementara Muhaimin Iskandar disebut masih mempertimbangkannya.
Golkar Fokus Tambah Kursi Parlemen
Keinginan Bahlil maju sebagai caleg sejalan dengan agenda penguatan posisi Golkar di parlemen yang beberapa kali disampaikan elite partai.
Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham pada Juni lalu mengatakan fokus Bahlil adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan ketika muncul pembicaraan mengenai kemungkinan Bahlil masuk dalam kontestasi Pilpres 2029.
Dalam perkembangan terbaru, Golkar juga terus membangun komunikasi dengan partai lain. Pertemuan Golkar dan PKS pada 14 September, misalnya, menghasilkan penegasan komitmen kedua partai untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Bahlil sendiri pada 17 September turut menyampaikan pandangan mengenai rancangan aturan pemilu. Ia menilai ambang batas parlemen sebesar lima persen merupakan angka yang ideal, meskipun pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu masih berada pada tahap awal.
Baca Juga: Said Didu Soroti Pencopotan Purbaya dari Kursi Menkeu, Singgung Dua Kemungkinan
Karena Pemilu 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, keputusan pencalonan tetap dapat berubah mengikuti proses politik dan keputusan resmi partai. Namun berdasarkan keterangan Golkar hingga 20 September 2026, rencana yang sudah disampaikan Bahlil adalah maju sebagai calon anggota legislatif dari Papua, bukan mencalonkan diri sebagai presiden.










