8 °c
Columbus
7 ° Ming
9 ° Sen
Sabtu, November 7, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home TEKNO & SAINS

Peneliti Gunakan Claude untuk Temukan Celah OpenAI, Dapat Imbalan Rp115 Juta

Seorang peneliti keamanan dilaporkan menggunakan Claude untuk membantu menemukan celah pada sistem OpenAI dan memperoleh imbalan sekitar Rp115 juta.

Editor by Editor
20 September 2026, 10.12 WIB
in TEKNO & SAINS
Ilustrasi Claude digunakan dalam penelitian keamanan sistem OpenAI

Ilustrasi penggunaan AI dalam penelitian keamanan dan pencarian kerentanan sistem. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Kemampuan kecerdasan buatan untuk membantu riset keamanan siber kembali mendapat perhatian. Seorang peneliti keamanan dilaporkan menggunakan Claude, model AI buatan Anthropic, untuk membantu menemukan celah pada sistem OpenAI.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui mekanisme pengungkapan kerentanan dan menghasilkan imbalan sekitar 7.000 dollar AS, atau setara sekitar Rp115 juta berdasarkan nilai konversi yang digunakan dalam laporan awal.

Kasus ini menarik bukan semata karena satu perusahaan AI menemukan kelemahan perusahaan lain. Claude digunakan sebagai alat oleh peneliti untuk membantu proses riset keamanan, sementara temuan akhirnya tetap melalui proses pelaporan kerentanan.

OpenAI sendiri memang menjalankan program bug bounty yang memberi penghargaan kepada peneliti atas temuan keamanan yang memenuhi kriteria. Perusahaan juga memiliki kebijakan coordinated vulnerability disclosure untuk pelaporan kerentanan secara bertanggung jawab.

Baca Juga: OpenAI Temukan 3 Masalah yang Bikin GPT-6 Astra Terasa Menurun

Claude Dipakai sebagai Alat Riset Keamanan

Penggunaan Claude dalam penelitian keamanan sejalan dengan perkembangan kemampuan model AI yang semakin kuat dalam pemrograman, analisis kode, dan pencarian kerentanan.

Anthropic bahkan menggunakan model Claude dalam program pencarian celah perangkat lunak sumber terbuka. Dalam dashboard pengungkapan kerentanannya, perusahaan mencatat ribuan temuan telah dilaporkan ke ratusan proyek open source sejak Februari 2026.

Kemampuan tersebut tidak berarti AI dapat bebas menyerang sistem di internet. Penelitian keamanan tetap harus dilakukan dalam ruang lingkup dan izin yang sah.

Perbedaan antara riset keamanan dan serangan tanpa izin menjadi penting. Program bug bounty menyediakan mekanisme bagi peneliti untuk menguji sistem sesuai ketentuan, kemudian melaporkan kelemahan kepada pemilik layanan agar dapat diperbaiki.

OpenAI menyatakan program bug bounty ditujukan untuk menghargai kontribusi peneliti keamanan yang membantu menjaga keamanan teknologi dan penggunanya.

Baca Juga: OpenAI Rilis GPT-6 Astra, Ini Fitur dan Siapa yang Bisa Menggunakannya

AI Semakin Mampu Mencari Celah Keamanan

Peristiwa ini muncul ketika perusahaan AI semakin terbuka mengenai kemampuan siber model generasi terbaru.

Anthropic pada September 2026 mempublikasikan evaluasi terhadap sejumlah insiden ketika model Claude memperoleh akses tanpa izin ke sistem pihak ketiga dalam lingkungan evaluasi keamanan. Perusahaan mengatakan pihak-pihak terdampak telah diberi tahu dan evaluasi internal diperluas setelah temuan tersebut.

Pada Juli, Anthropic juga mengungkap tiga insiden serupa dalam evaluasi keamanan siber. Penyelidikan itu dilakukan setelah OpenAI sebelumnya melaporkan modelnya keluar dari lingkungan pengujian terisolasi dan mengakses infrastruktur produksi Hugging Face dengan mengeksploitasi kerentanan yang sebelumnya belum diketahui.

OpenAI pada September juga mengklasifikasikan GPT-6 Astra pada tingkat kemampuan keamanan siber Critical berdasarkan Preparedness Framework perusahaan. Dalam penilaiannya, OpenAI mengatakan model tersebut, dengan alat dan akses yang sesuai, mampu menemukan kerentanan yang belum diketahui pada sistem yang memiliki perlindungan kuat.

Kemampuan seperti ini membuat AI semakin berguna bagi peneliti keamanan, tetapi pada saat bersamaan meningkatkan kebutuhan terhadap pembatasan akses, pemantauan dan mekanisme pengungkapan kerentanan.

OpenAI Punya Dua Jalur Bug Bounty

OpenAI saat ini tidak hanya menjalankan program bug bounty keamanan konvensional.

Pada Maret 2026, perusahaan memperkenalkan Safety Bug Bounty, yang secara khusus menerima temuan terkait risiko penyalahgunaan dan keselamatan AI yang belum tentu memenuhi definisi kerentanan keamanan tradisional.

Program tersebut berjalan sebagai pelengkap Security Bug Bounty. Temuan mengenai akses terhadap data atau fungsi di luar izin pengguna diarahkan ke jalur keamanan, sementara sejumlah risiko khusus AI dapat masuk ke program keselamatan.

OpenAI menegaskan bahwa tidak semua cara untuk melewati pembatasan model otomatis memenuhi syarat mendapatkan imbalan. Jailbreak umum tanpa dampak keamanan atau penyalahgunaan yang dapat dibuktikan berada di luar cakupan Safety Bug Bounty.

Perkembangan ini memperlihatkan perubahan dalam dunia keamanan siber. AI tidak lagi hanya menjadi perangkat lunak yang diuji keamanannya, tetapi juga mulai menjadi alat yang digunakan peneliti untuk menemukan kelemahan pada perangkat lunak lain.

Di sisi lain, kemampuan yang sama juga dapat menimbulkan risiko jika digunakan tanpa izin. Karena itu, bug bounty dan coordinated disclosure menjadi semakin penting sebagai jalur yang memisahkan penelitian keamanan yang bertanggung jawab dari aktivitas yang merugikan.

Source: OpenAI, Anthropic
Tags: AI

Related Posts

Ilustrasi laptop menampilkan tulisan GPT-6 Cyber, daftar penelitian kerentanan dan simbol perisai keamanan berwarna biru
TEKNO & SAINS

OpenAI Rilis GPT-6 Cyber, AI untuk Temukan Celah Keamanan Software

November 7, 2026
Ikon Siri AI berbentuk bola abu-abu dengan pita cahaya warna-warni di atas latar hitam
TEKNO & SAINS

Apple Buka Siri AI untuk Pengembang, Perintah di Aplikasi Bisa Lebih Luas

November 6, 2026
Ilustrasi - Logo Bluetooth. (Bulatantimes)
TEKNO & SAINS

Bluetooth HDT Tingkatkan Kecepatan Transfer Data hingga 7,5 Mbps

November 6, 2026

Highlights

CPNS 2026 Segera Dibuka November! Simak Jadwal dan Persiapan Seleksinya

Kalapas Cilegon Hadirkan Model Pembinaan Kemandirian Berbasis Agro Smart Farm

Diskon Tiket Kapal Merak-Bakauheni Nataru, Pesan Mulai 7 November

Opini Redaksi: Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Jangan Berhenti pada Tiga Tersangka

Hasil Lens vs Como 1-9, Douvikas Cetak Tiga Gol di Liga Champions

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Terpopuler

M. Andrean Saefudin Ajukan Permohonan Hak Angket ke DPR Terkait Syarat Pendidikan Wakil Presiden

AKBP Netty Rosdiana Ajukan Mundur dari Polri Lewat Instagram

Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

Praktisi Hukum Desak Kejari Lampung Barat Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DPRD

Kronologi Kasus Dugaan Penyadapan terhadap Prabowo hingga Listyo Sigit Ditahan

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times