Bulatan Times – Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing setelah bentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali. Enam orang terluka dalam kericuhan tersebut.
Lima korban luka merupakan warga setempat dan satu lainnya warga negara asing. Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini menyebut luka yang dialami korban antara lain akibat sabetan benda tajam pada bagian kaki dan tangan.
Para TKA yang dievakuasi kemudian dibawa ke Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan bersama Imigrasi. Hingga pembaruan terakhir, mereka masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami telah mengevakuasi dan mengamankan 75 WNA. Saat ini telah dibawa ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam,” kata Reza, dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: BSU Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja, Dibayar Sekaligus untuk Tiga Bulan
Protes Debu Berujung Bentrokan
Kericuhan bermula dari aksi warga pada Jumat, 2 Oktober 2026. Masyarakat memprotes debu yang muncul dari aktivitas pengangkutan material perusahaan di sekitar permukiman.
Aksi berlangsung di area operasional PT Askon dan kemudian berkembang menjadi bentrokan. Polisi masih mendalami urutan kejadian serta keterlibatan masing-masing pihak.
Dalam kericuhan tersebut, lima mobil operasional perusahaan rusak dan lima ekskavator dibakar. Kerusakan itu menjadi bagian dari materi penyelidikan kepolisian.
75 TKA Masih Diperiksa sebagai Saksi
Evakuasi 75 TKA dilakukan untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat dari lokasi bentrokan sekaligus memudahkan pemeriksaan. Mereka dibawa ke Mapolda Sulawesi Tengah setelah pengamanan dilakukan di kawasan Matarape.
Polisi berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memeriksa dokumen serta status administrasi para pekerja asing tersebut. Pemeriksaan itu tidak berarti seluruh TKA terlibat dalam kekerasan.
Penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi lain dan memeriksa barang bukti untuk mengetahui pemicu serta rangkaian bentrokan.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Dugaan Terorisme di Enam Provinsi
Personel Gabungan Disiagakan di Lokasi
Polres Morowali menyiagakan personel gabungan bersama Polres Konawe Utara dan unsur Brimob di kawasan Matarape. Pengamanan dilakukan untuk mencegah kericuhan berulang dan menjaga aktivitas warga di sekitar lokasi.
Kapolres meminta warga dan pihak perusahaan menahan diri selama proses penyelidikan berlangsung. Penanganan dugaan tindak pidana dalam bentrokan tersebut masih berjalan.











