JAKARTA, BULATAN TIMES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara pada Minggu (18/10/2026). Sejumlah provinsi lainnya juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, meskipun kondisi cuaca di sebagian kota besar masih didominasi cerah berawan dan hujan ringan.
Jakarta diprakirakan cerah berawan sepanjang hari. Sementara itu, hujan ringan berpeluang mengguyur Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Pontianak, dan sejumlah kota di wilayah timur Indonesia.
BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi kabut asap dan penurunan jarak pandang di sebagian Sumatra dan Kalimantan. Kondisi tersebut berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau.
Aceh dan Sumatera Utara Siaga Hujan Lebat
Berdasarkan peringatan dini BMKG yang berlaku pada 18 Oktober 2026, Aceh dan Sumatera Utara masuk kategori Siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Sementara itu, status Waspada hujan sedang hingga lebat berlaku di sejumlah wilayah Sumatra, yakni Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Barat.
Di Kalimantan, potensi hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Peringatan serupa juga mencakup Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Status peringatan tingkat provinsi tidak berarti seluruh kabupaten dan kota akan mengalami hujan dengan intensitas yang sama. Kondisi hujan dapat berbeda menurut lokasi dan waktu terjadinya pertumbuhan awan.
Prakiraan Cuaca Sumatra dan Jawa Hari Ini
Di Pulau Sumatra, BMKG memperkirakan hujan ringan terjadi di Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu.
Kota Banda Aceh, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami udara kabur. Wilayah Tanjungpinang juga perlu mewaspadai hujan yang dapat disertai petir.
Untuk Pulau Jawa, Jakarta dan Semarang diprakirakan cerah berawan, sedangkan Yogyakarta berawan.
Bandung dan Surabaya berpotensi mengalami kondisi berawan tebal. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur Serang.
Prakiraan khusus wilayah DKI Jakarta menunjukkan kondisi cerah berawan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu sejak pagi hingga malam.
Suhu udara Jakarta diprakirakan berada pada kisaran 29–31 derajat Celsius.
Cuaca Kalimantan Masih Diwarnai Kabut dan Hujan Lokal
Di Kalimantan, kondisi cuaca berbeda antara wilayah yang masih mengalami udara kabur dan daerah yang berpotensi diguyur hujan.
Palangka Raya diprakirakan mengalami asap atau kabut, sedangkan Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur.
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Samarinda, dan Tanjung Selor.
Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian karena penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan: Warga Samarinda Tewas, 200 Brimob Dikirim ke Kalteng
Bali, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar serta Kupang diprakirakan berawan. Mataram berpotensi diguyur hujan ringan.
Untuk Sulawesi, Makassar diprakirakan cerah berawan. Hujan ringan berpeluang terjadi di Mamuju dan Palu, sedangkan Kendari berpotensi mengalami asap atau kabut.
Di wilayah Maluku, hujan ringan diprakirakan mengguyur Ternate, sementara Ambon berpotensi mengalami udara kabur.
Cuaca di Papua juga bervariasi. Manokwari dan Jayapura diprakirakan hujan ringan, sedangkan Sorong, Nabire, dan Merauke berpotensi mengalami udara kabur. Wilayah Jayawijaya diprakirakan mengalami asap atau kabut.
Sebagian Wilayah Masih Kering, Risiko Karhutla Belum Berakhir
Meski hujan diprakirakan terjadi di sejumlah daerah, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau.
Dalam pembaruan prakiraan mingguan pada 15 Oktober, BMKG mencatat sekitar 76 persen zona musim di Indonesia masih mengalami kemarau. Kondisi tersebut terutama mencakup sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mendukung berkurangnya pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Namun, aktivitas gelombang atmosfer dan pertemuan angin masih memungkinkan terbentuknya hujan secara lokal, termasuk hujan yang dapat disertai petir serta angin kencang.
Baca Juga: Asap Karhutla Terdeteksi di Atas Jakarta, BMKG Sebut Belum Capai Permukaan
BMKG turut mengingatkan potensi angin kencang di Lampung, Banten, dan Jawa Barat dalam prakiraan periode 16–18 Oktober.
Peringatan dini cuaca jangka pendek dapat berubah mengikuti perkembangan awan hujan. Informasi terbaru untuk wilayah masing-masing tersedia melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi BMKG.











