Bulatan Times – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut perputaran dana judi online terus meningkat sepanjang 2024. Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu, 6 November 2024, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan nilainya telah mencapai Rp283 triliun.
Tanggal tersebut penting karena laporan lama sempat menuliskan 6 Oktober. Siaran resmi PPATK mencatat rapat berlangsung di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, pada 6 November 2024.
Rp283 Triliun hingga Semester II
Menurut keterangan Ivan yang diberitakan ANTARA pada hari yang sama, perputaran dana judi online pada semester pertama 2024 mencapai Rp174,56 triliun. Memasuki semester kedua, nilai yang terpantau naik menjadi Rp283 triliun.
PPATK juga membandingkan perkembangan tersebut dengan nilai Rp104,42 triliun pada 2022 dan Rp327,05 triliun pada 2023. Data itu menunjukkan transaksi berlangsung dalam skala besar, meski istilah “perputaran dana” tidak sama dengan jumlah uang yang benar-benar disetor pemain.
Salah satu pola yang disorot adalah nominal transaksi yang makin kecil dan tersebar. Setoran dapat dilakukan mulai dari sekitar Rp10.000, sehingga jumlah transaksi menjadi semakin masif dan penelusuran aliran dananya lebih rumit.
Data Penuh 2024 Mencapai Rp359,81 Triliun
Angka Rp283 triliun adalah posisi yang disampaikan pada awal November, bukan total akhir tahun. Dalam Laporan Tahunan PPATK 2024 yang terbit pada 2025, total perputaran dana aktivitas perjudian online sepanjang 2024 tercatat Rp359,81 triliun dalam sekitar 209,57 juta transaksi.
PPATK melaporkan langkah pencegahan dan pemberantasan turut menekan nominal deposit dari Rp7,89 triliun menjadi Rp6,29 triliun pada triwulan IV 2024. Pemerintah juga membentuk Desk Pemberantasan Perjudian Daring untuk menggabungkan penindakan, penelusuran aliran dana, pemblokiran, dan edukasi publik.
Judi online membawa risiko kerugian finansial, utang, dan persoalan sosial. Masyarakat yang menghadapi kecanduan atau dampak ekonomi sebaiknya mencari bantuan keluarga, tenaga profesional, maupun layanan resmi dan tidak mengejar kembali kerugian dengan memasang taruhan baru.
Ikuti perkembangan kebijakan publik lainnya di kanal Nasional Bulatan Times.
Sumber: PPATK dan ANTARA, 6 November 2024; Laporan Tahunan PPATK 2024.










