Bulatan Times – Arsenal melanjutkan start sempurna di Liga Inggris 2026/2027 setelah mengalahkan Sunderland 2-0. Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya membuat Mikel Arteta puas.
Manajer Arsenal itu justru menyoroti keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Sunderland ketika pertandingan masih belum menghasilkan gol.
Arteta menilai keputusan seperti itu berpotensi memberikan konsekuensi besar, terutama dalam kompetisi seketat Premier League. Arsenal beruntung karena David Raya berhasil menggagalkan eksekusi Enzo Le Fée sehingga skor tetap imbang.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Usai Man United Kalah dari Man City, MU Terpuruk di Posisi 13
David Raya Jadi Penyelamat Arsenal
Momen penalti Sunderland menjadi salah satu titik penting pertandingan.
Wasit menunjuk titik putih setelah Ezri Konsa dinilai melakukan pelanggaran terhadap Dan Ballard. Arsenal memprotes keputusan tersebut, tetapi penalti tetap diberikan.
Le Fée maju sebagai eksekutor. Raya membaca arah tendangan dan melakukan penyelamatan penting dengan membelokkan bola ke tiang.
Penyelamatan tersebut menjadi semakin menentukan karena Arsenal kemudian mengambil alih momentum pertandingan.
Arteta menilai performa Raya pada momen itu memberikan pengaruh besar terhadap jalannya laga. Arsenal bukan hanya terhindar dari posisi tertinggal, tetapi mendapatkan kesempatan untuk mengendalikan pertandingan setelahnya.
Bruno Guimarães Cetak Gol Pertama
Arteta kemudian mendapatkan dampak langsung dari perubahan yang dilakukannya.
Bruno Guimarães, yang masuk pada awal babak kedua, hanya membutuhkan waktu singkat untuk memberikan kontribusi. Gelandang tersebut mencetak gol pembuka Arsenal dua menit setelah penyelamatan penalti Raya.
Gol itu menjadi torehan pertama Bruno bersama Arsenal sejak bergabung dengan klub London tersebut.
Kehadirannya sekaligus memberi Arteta pilihan baru di lini tengah. Arsenal memiliki Declan Rice dan sejumlah opsi lain, sementara Bruno menawarkan karakter berbeda dalam menggerakkan permainan dari lini kedua.
Baca Juga: Arsenal vs Chelsea: Duel Arteta dan Alonso, Siapa Menang?
Bukayo Saka Pastikan Kemenangan
Sunderland berusaha mengejar setelah tertinggal, tetapi Arsenal mampu mempertahankan keunggulan.
Pertandingan kemudian menghasilkan momen penting lainnya pada masa tambahan waktu. Reinildo Mandava melakukan pelanggaran terhadap Bukayo Saka dan mendapat kartu merah.
Saka mengambil sendiri penalti tersebut dan mengubahnya menjadi gol untuk memastikan kemenangan Arsenal 2-0.
Hasil tersebut memperpanjang awal sempurna Arsenal di Premier League. Sang juara bertahan juga menunjukkan pertahanan yang sulit ditembus dengan mencatat empat clean sheet dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi pada saat laga Sunderland selesai.
Arteta Tak Mau Arsenal Terlena
Meski meraih tiga poin, perhatian Arteta tetap tertuju pada detail-detail pertandingan.
Pendekatan itu bukan sesuatu yang baru. Arteta membangun Arsenal dengan penekanan kuat pada kesiapan menghadapi berbagai situasi tak terduga dan meminta pemain tidak menjadikan faktor eksternal sebagai alasan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.
Mentalitas tersebut menjadi semakin penting karena Arsenal musim ini berstatus juara bertahan. The Gunners merebut gelar Premier League musim lalu setelah penantian 22 tahun.
Kini tantangannya berbeda: bukan lagi mengejar gelar, melainkan mempertahankannya.
Start sempurna memberikan Arsenal fondasi awal yang kuat, tetapi Arteta tampaknya tidak ingin kemenangan membuat timnya mengabaikan detail yang suatu saat dapat menentukan hasil pertandingan.
Brighton Jadi Ujian Berikutnya
Setelah rangkaian pertandingan pertengahan pekan, Arsenal akan kembali menjalani Liga Inggris dengan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion.
Pertandingan Brighton vs Arsenal dijadwalkan berlangsung Sabtu, 19 September 2026 pukul 21.00 WIB.
Brighton bukan lawan yang bisa dianggap ringan. Mereka baru saja mencatat kemenangan besar 5-0 atas Coventry City pada pertandingan Liga Inggris terakhirnya.
Bagi Arsenal, laga tersebut menjadi kesempatan mempertahankan momentum sekaligus menjaga posisi dalam persaingan papan atas.
Arteta juga mempunyai alasan untuk tetap waspada. Kemenangan atas Sunderland memang menjaga catatan sempurna Arsenal, tetapi pertandingan itu memperlihatkan bagaimana satu keputusan atau satu momen dapat mengubah arah laga.











