Bulatan Times – Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mengakui timnya masih bermasalah dalam bertahan dan menyelesaikan peluang setelah kalah 0-1 dari Brighton & Hove Albion di Etihad Stadium, Sabtu (31/10/2026).
Maresca merasa kekalahan tersebut memiliki kemiripan dengan hasil saat Manchester City takluk 1-2 dari Aston Villa sepekan sebelumnya. Dalam kedua pertandingan itu, City memiliki kesempatan mencetak gol, tetapi gagal mendapatkan hasil yang diharapkan.
Dua kekalahan beruntun tersebut sekaligus mengakhiri awal musim Manchester City yang sebelumnya mencatat tujuh kemenangan berturut-turut di Liga Inggris.
Maresca Akui Kesalahan Bertahan Terus Berulang
Gol kemenangan Brighton tercipta pada menit ke-11 melalui Yasin Ayari setelah Matheus Nunes gagal menghalau umpan Diego Gomez di dalam kotak penalti.
Maresca menilai kesalahan yang berujung gol seperti itu seharusnya dapat dihindari. Ia juga mengakui persoalan serupa sudah beberapa kali muncul dalam dua hingga tiga pertandingan terakhir.
“Kami kebobolan gol-gol yang seharusnya bisa dihindari,” kata Maresca, dikutip dari laman resmi Manchester City.
Menurut Maresca, kesalahan individu merupakan bagian dari sepak bola. Namun, timnya perlu memperbaiki cara menghadapi situasi tersebut agar tidak kembali kehilangan gol akibat kelengahan sendiri.
Baca Juga: Man City vs Brighton 0-1: Gol Ayari, City Kalah Beruntun di Liga Inggris
City Ciptakan 21 Tembakan, tetapi Gagal Mencetak Gol
Selain kesalahan bertahan, Maresca menyoroti kegagalan Manchester City memanfaatkan peluang.
Dalam pertandingan melawan Brighton, City melepaskan 21 tembakan dengan enam percobaan tepat sasaran. Namun, tidak satu pun berbuah gol.
Iliman Ndiaye termasuk pemain yang memperoleh kesempatan mencetak gol. Matheus Nunes juga sempat memaksa kiper Brighton, Bart Verbruggen, melakukan penyelamatan, sedangkan sundulan Nico O’Reilly pada menit-menit terakhir melebar dari sasaran.
Maresca menilai respons pemain setelah tertinggal sebenarnya sudah baik. City menguasai permainan dalam waktu cukup lama, terutama sepanjang babak kedua ketika mereka berulang kali memasuki area pertahanan Brighton.
Namun, penguasaan bola dan banyaknya peluang belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Maresca menginginkan para pemain lebih efektif ketika memperoleh kesempatan di dalam kotak penalti.
Meski gagal mencetak gol ke gawang Brighton, Manchester City telah mengoleksi 20 gol dalam sembilan pertandingan Liga Inggris musim ini. Catatan tersebut masih termasuk yang tertinggi di kompetisi.
Masalah Serupa Sudah Muncul saat Melawan Aston Villa
Maresca sebelumnya juga mengeluhkan penyelesaian akhir Manchester City setelah kalah 1-2 dari Aston Villa pada 24 Oktober 2026.
Saat itu, City menguasai 63 persen penguasaan bola dan mencatat tujuh tembakan tepat sasaran, tetapi hanya mampu mencetak satu gol melalui Erling Haaland.
Dalam pertandingan tersebut, Maresca turut menyoroti cara timnya menghadapi serangan balik yang berujung gol Aston Villa.
Di antara dua kekalahan liga itu, Manchester City sempat menyingkirkan Brighton dari Carabao Cup melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2.
Baca Juga: Manchester City Singkirkan Brighton dari Carabao Cup
Maresca menegaskan bahwa dua kekalahan liga belum membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan tim. Ia mengingatkan bahwa kompetisi baru berjalan sembilan pertandingan dan sejak awal City tidak menganggap mereka akan memenangkan setiap laga.
Manchester City selanjutnya dijadwalkan bertandang ke markas RB Leipzig pada Rabu (4/11/2026) waktu Jerman dalam lanjutan Liga Champions.





