Bulatan Times – Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United kembali menjadi sorotan setelah timnya kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026). Meski tekanan semakin besar, Carrick masih berharap memimpin Setan Merah ketika menghadapi AS Roma di Liga Champions.
Kekalahan dari Chelsea membuat Manchester United belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan beruntun di seluruh kompetisi. Catatan tersebut menjadi rentetan tanpa kemenangan terpanjang klub sejak November 1988.
Carrick sebelumnya mendapat kesempatan mempertahankan pekerjaannya setelah Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth. Namun, kesempatan tersebut tidak menghasilkan kemenangan ketika tim bertandang ke London.
Hingga seusai pertandingan, belum ada pengumuman resmi Manchester United mengenai pemecatan Carrick ataupun jaminan bahwa ia akan tetap memimpin pertandingan berikutnya.
Carrick Masih Berharap Memimpin MU Melawan Roma
Carrick memberikan tanggapan mengenai masa depannya setelah pertandingan melawan Chelsea.
Ketika ditanya apakah dirinya masih berharap menjadi pelatih Manchester United saat menghadapi Roma, Carrick menjawab bahwa ia memperkirakan tetap memimpin tim.
“Saya hanya ingin mempersiapkan para pemain untuk pertandingan tengah pekan,” ujar Carrick, dikutip dari Reuters, Sabtu (31/10/2026).
Pelatih berusia 45 tahun tersebut memilih memusatkan perhatian pada persiapan pertandingan berikutnya daripada membicarakan kemungkinan kehilangan pekerjaan.
Carrick juga menilai Manchester United sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk unggul pada babak pertama melawan Chelsea. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang membuat timnya tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.
Kekalahan dari Chelsea Menambah Tekanan
Manchester United kembali menghadapi masalah setelah Morgan Rogers membuka keunggulan Chelsea pada menit ke-50.
Situasi semakin sulit ketika Lisandro Martinez menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Wesley Fofana. Pelanggaran tersebut menghasilkan penalti yang diselesaikan Cole Palmer untuk membawa Chelsea unggul 2-0.
Carrick tidak menyalahkan Martinez secara pribadi setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa kartu merah dan gol kedua membuat keadaan semakin sulit bagi Manchester United.
Baca Juga: Hasil Chelsea vs MU 2-0: Martinez Kartu Merah, Carrick Makin Tertekan
Kekalahan tersebut menjadi kekalahan ketiga beruntun Manchester United setelah sebelumnya takluk dari Como 1907 di Liga Champions dan Bournemouth di Liga Inggris.
Para pendukung MU yang hadir di Stamford Bridge masih memberikan tepuk tangan kepada Carrick setelah pertandingan. Namun, kemarahan juga diarahkan kepada pimpinan klub dan sejumlah pemain menyusul hasil buruk yang terus berlanjut.
Manajemen MU Sebelumnya Sudah Membahas Posisi Carrick
Sebelum menghadapi Chelsea, posisi Carrick telah menjadi bahan pembicaraan di lingkungan manajemen Manchester United.
Kepala eksekutif Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox mengadakan pembahasan di pusat latihan Carrington pada Senin (26/10/2026), sehari setelah kekalahan dari Bournemouth.
Manajemen akhirnya memutuskan tetap memberikan kesempatan kepada Carrick untuk memimpin pertandingan melawan Chelsea.
Baca Juga: Michael Carrick Batal Dipecat, Manchester United Beri Kesempatan Lawan Chelsea
Eddie Howe dan Julian Nagelsmann sebelumnya termasuk nama yang dikaitkan dengan kemungkinan penggantian pelatih Manchester United. Namun, klub belum mengumumkan penunjukan salah satu kandidat tersebut.
Manchester United kini dijadwalkan menjamu AS Roma pada pertandingan keempat fase liga Liga Champions, Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB, di Old Trafford.
MU baru mengumpulkan satu kemenangan dari tiga pertandingan Liga Champions musim ini. Mereka mengalahkan Sabah pada laga pembuka, kemudian kalah dari Atletico Madrid dan Como 1907.





