Bulatan Times – Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung atau Teras LA di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini memiliki tampilan baru. Dinding kawasan tersebut dihiasi mural warna-warni bertema makanan dan fauna untuk menambah daya tarik tempat usaha sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
Mural itu diresmikan pada Minggu, 25 Oktober 2026, melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan, serta Jakarta Mural Community.
Lukisan yang menghiasi dinding Teras LA menampilkan berbagai unsur kuliner dan fauna. Kedua tema tersebut dipilih sesuai dengan kegiatan perdagangan yang berlangsung di kawasan itu.
Perubahan tampilan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Teras LA sebagai tempat yang dapat dikunjungi masyarakat untuk menikmati makanan, berbelanja, dan bersantai.
Baca Juga: Wisata Kuliner Banda Aceh: Sate Matang, Kuah Beulangong, dan Bebek Aceh
Mural Teras Lenteng Agung Dibuat Bersama Warga
Pembuatan mural melibatkan delapan seniman profesional dan sekitar 10 warga setempat.
Kegiatan tersebut sudah berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, sebelum karya mural diresmikan dua hari kemudian.
Para seniman tidak hanya menghadirkan lukisan sebagai penghias dinding. Warga sekitar juga dilibatkan dalam proses pembuatannya agar memiliki rasa kepedulian terhadap ruang publik tersebut.
Ketua Jakarta Mural Community, MS Untung, menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan seni yang dilakukan di Teras LA.
Desain mural juga mempertimbangkan masukan para pedagang melalui forum diskusi bersama. Unsur makanan dan fauna kemudian dipilih untuk menggambarkan karakter sentra usaha tersebut.
Dengan demikian, gambar yang ditampilkan tidak terlepas dari aktivitas pedagang dan jenis usaha yang berada di kawasan Lenteng Agung.
Diharapkan Menarik Lebih Banyak Pengunjung
Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiawati, berharap mural baru dapat membuat kawasan Teras Lenteng Agung semakin menarik bagi masyarakat yang melintas.
“Mudah-mudahan dengan adanya mural ini, masyarakat yang melintas bisa tertarik untuk mampir,” ujar Retno, dikutip dari laman Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
Menurut Retno, lingkungan yang lebih menarik diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk datang, menikmati kuliner, dan mendukung usaha para pedagang.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seniman, dan masyarakat.
Mural tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas Teras LA sebagai salah satu sentra usaha kecil di Jakarta Selatan.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Indonesia yang Wajib Dicoba, dari Rendang hingga Sate Lilit
Teras LA Memiliki Area Kuliner dan Fauna
Teras Lenteng Agung bukan kawasan perdagangan yang baru dibangun pada Oktober 2026.
Sentra tersebut telah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2025 sebagai tempat usaha yang lebih tertata, termasuk bagi pedagang yang terdampak penataan kawasan Barito, Jakarta Selatan.
Kawasan ini memiliki 125 kios yang terbagi menjadi 51 kios untuk usaha kuliner dan parsel serta 74 kios untuk pedagang fauna dan kebutuhan hewan.
Selain kios usaha, Teras LA dilengkapi area makan semi-terbuka, toilet, musala, tempat parkir, dan ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat.
Keberadaan dua kelompok usaha memungkinkan pengunjung menikmati makanan sekaligus melihat aktivitas perdagangan fauna dalam satu kawasan.
Baca Juga: Cara Mengajukan KUR 2026, Ini Syarat, Bunga, dan Pelaku Usaha yang Bisa Mendapatkannya
Lokasi Teras Lenteng Agung Dekat Stasiun KRL
Teras LA berada di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Lokasinya berada di seberang kawasan Stasiun KRL Lenteng Agung. Pengunjung yang menggunakan kereta dapat menuju sentra tersebut melalui akses penyeberangan yang menghubungkan area stasiun dengan kawasan sekitarnya.
Teras LA juga dapat dijangkau melalui layanan transportasi umum yang melintasi Jalan Raya Lenteng Agung.
Bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi, kawasan ini menyediakan area parkir.
Pengunjung dapat menemukan sejumlah kios makanan dan minuman serta area duduk yang menjadi bagian dari fasilitas sentra kuliner tersebut.





