BULATAN TIMES — Portugal membuka perjalanan di UEFA Nations League 2026/2027 dengan situasi yang menarik. Mereka datang sebagai juara bertahan, memiliki pelatih baru, dan masih mengandalkan Cristiano Ronaldo yang kini semakin dekat dengan tonggak 1.000 gol sepanjang karier.
Portugal akan menjamu Wales di Estádio José Alvalade, Lisbon, pada Kamis malam waktu setempat atau Jumat, 25 September 2026 pukul 01.45 WIB. Laga tersebut menjadi pertandingan pertama Grup A4 yang juga dihuni Norwegia dan Denmark.
Bagi Portugal, pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin pertama. Laga melawan Wales juga menandai awal proyek baru setelah Jorge Jesus mengambil alih kursi pelatih tim nasional.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Bersama Portugal, Masuk Skuad Pertama Jorge Jesus
Portugal Memulai Babak Baru
Portugal memasuki Nations League dengan status juara bertahan.
UEFA mencatat mereka menjadi negara pertama yang dua kali memenangi turnamen tersebut setelah meraih gelar pada 2019 dan kembali menjadi juara pada 2025. Karena itu, target Portugal kali ini bukan sekadar lolos dari fase grup, tetapi mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama Eropa.
Perubahan terbesar justru terjadi di sisi lapangan.
Jorge Jesus kini memimpin Portugal setelah era Roberto Martinez berakhir seusai Piala Dunia 2026. Laga melawan Wales menjadi pertandingan kompetitif pertama dalam periode kepelatihan baru tersebut.
Dengan skuad yang tetap berisi pemain berpengalaman seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Ruben Dias dan Cristiano Ronaldo, tantangan Jesus adalah menemukan keseimbangan antara pemain senior dan generasi berikutnya.
Cristiano Ronaldo Tinggal 21 Gol Lagi
Sorotan terbesar tentu tetap tertuju kepada Cristiano Ronaldo.
Menjelang pertandingan ini, Ronaldo tercatat telah mencetak 979 gol resmi sepanjang karier seniornya, terdiri dari 833 gol untuk klub dan 146 bersama tim nasional Portugal. Dengan demikian, ia membutuhkan 21 gol lagi untuk mencapai angka 1.000.
Jumlah 146 gol bersama Portugal juga membuat Ronaldo tetap menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional pria.
UEFA mencatat ia telah mengoleksi 233 penampilan bersama Portugal sebelum laga pembuka Nations League ini. Jika tampil melawan Wales, jumlah tersebut akan kembali bertambah.
Menariknya, usia 41 tahun belum membuat Ronaldo menutup pintu dari tim nasional.
Mengutip Reuters, Ronaldo masih memandang target 1.000 gol sebagai pencapaian yang ingin dikejarnya, bahkan setelah sempat mempertimbangkan pensiun dari timnas seusai Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Baru, Lewati Ibrahimovic dan Salem Al-Dawsari
José Alvalade Punya Arti Khusus untuk Ronaldo
Ada sisi lain yang membuat pertandingan ini terasa berbeda.
Estádio José Alvalade merupakan kandang Sporting CP, klub tempat Ronaldo mengawali karier profesional sebelum pindah ke Manchester United pada 2003.
Artinya, perjalanan menuju 1.000 gol kali ini berlangsung di tempat yang punya hubungan kuat dengan awal kariernya.
Namun, mencapai angka 1.000 tentu bukan perkara satu pertandingan. Dengan 979 gol saat ini, Ronaldo membutuhkan 21 gol lagi.
Laga melawan Wales lebih realistis dipandang sebagai kesempatan berikutnya untuk memangkas jarak menuju angka tersebut, bukan laga yang akan langsung menghasilkan gol ke-1.000.
Wales Datang sebagai Tim Promosi
Wales bukan lawan yang bisa dipandang hanya sebagai pelengkap grup.
Mereka kembali ke League A setelah mendapatkan promosi dari League B pada Nations League sebelumnya. UEFA juga mencatat Wales belum pernah meraih kemenangan ketika terakhir bermain di League A pada edisi 2022/2023.
Tim yang ditangani Craig Bellamy itu membawa pendekatan berbeda dibanding Portugal.
Portugal memiliki lebih banyak pemain dengan pengalaman di level elite Eropa, sementara Wales cenderung mengandalkan organisasi permainan dan disiplin sebagai satu kesatuan.
Kondisi tersebut membuat laga berpotensi menjadi ujian pertama bagi Jorge Jesus untuk melihat seberapa cepat ide permainannya dipahami pemain.
Portugal Punya Kenangan Baik Melawan Wales
Pertemuan Portugal dan Wales juga mengingatkan pada semifinal Euro 2016.
Saat itu Portugal menang 2-0 melalui gol Cristiano Ronaldo dan Nani, sebelum akhirnya melaju ke final dan menjadi juara Eropa.
UEFA masih mencatat pertandingan tersebut sebagai salah satu pertemuan paling menonjol kedua negara.
Namun kondisi kedua tim saat ini tentu sudah berubah jauh.
Portugal berada dalam era pelatih baru, sedangkan Wales kini memiliki generasi pemain dan struktur tim berbeda di bawah Bellamy.
Karena itu, hasil pertandingan sepuluh tahun lalu lebih tepat menjadi konteks sejarah daripada patokan pertandingan saat ini.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun Tahun 2026
Portugal Tetap Punya Keunggulan Kualitas Skuad
Di atas kertas, kedalaman skuad menjadi salah satu kekuatan terbesar Portugal.
Selain Ronaldo, Portugal memiliki sejumlah pemain yang terbiasa bermain dalam pertandingan besar di level klub. Bruno Fernandes menawarkan kreativitas, Vitinha menjadi pengatur ritme, sedangkan Ruben Dias membawa pengalaman di lini belakang.
Nuno Mendes juga menjadi salah satu pemain yang disorot UEFA menjelang pertandingan pembuka Nations League ini setelah tampil menonjol dalam kampanye sebelumnya.
Tetapi kualitas individu saja belum tentu menjamin permainan langsung berjalan mulus.
Pergantian pelatih berarti ada penyesuaian sistem, pembagian peran, serta pola permainan baru yang harus dibangun dalam waktu singkat.
Itulah salah satu alasan pertandingan melawan Wales menjadi menarik.
Wales Bisa Memanfaatkan Masa Transisi Portugal
Dari sudut pandang Wales, fase transisi Portugal dapat menjadi peluang.
Tim tamu tidak memiliki kewajiban memainkan sepak bola terbuka. Mereka bisa memilih tampil rapat, menjaga ruang di antara lini, kemudian mencoba menyerang ketika Portugal kehilangan bola.
Situasi seperti itu bisa menguji kesabaran Portugal.
Jika tuan rumah terlalu bergantung kepada aksi individu, Wales berpeluang membuat pertandingan berjalan lebih ketat daripada yang diperkirakan.
Sebaliknya, apabila Portugal mampu membangun permainan dengan cepat dan menghubungkan lini tengah dengan Ronaldo serta penyerang lain, kualitas individu mereka dapat menjadi pembeda.
Laga Pertama yang Penting bagi Jorge Jesus
Bagi Jorge Jesus, hasil pertandingan akan menjadi kesan pertama dari era barunya bersama tim nasional.
Portugal masih akan menghadapi Norwegia pada 27 September, Denmark pada 1 Oktober, lalu kembali bertemu Norwegia pada 4 Oktober. Setelah itu, fase grup berlanjut pada November.
Jadwal tersebut membuat Portugal tidak punya terlalu banyak waktu untuk bereksperimen.
Memulai kompetisi dengan hasil positif akan memberi ruang lebih besar kepada Jesus untuk membangun tim tanpa tekanan berlebihan.
Di sisi lain, Wales datang dengan motivasi membuktikan bahwa promosi mereka ke League A bukan sekadar keberhasilan sesaat.
Maka pertandingan di Lisbon memiliki dua cerita sekaligus: Portugal memulai era baru, sementara Ronaldo kembali melanjutkan perjalanan panjang menuju angka 1.000.











