Bulatan Times – Sebanyak 19 dari 22 pembalap MotoGP dilaporkan telah menandatangani surat bersama yang meminta jaminan keselamatan menjelang GP Qatar 2026 di Sirkuit Internasional Lusail pada 6-8 November.
Surat yang disampaikan kepada MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG) pada Minggu (1/11/2026) itu meminta penyelenggara kejuaraan bertanggung jawab langsung apabila situasi keamanan di Qatar memburuk.
Langkah tersebut muncul setelah serangkaian pertemuan antara pembalap dan pengelola kejuaraan sepanjang GP Australia serta GP Malaysia. Meski kekhawatiran terus disampaikan, MotoGP Group masih mempertahankan rencana penyelenggaraan balapan di Qatar.
Pembalap Minta Jaminan Tertulis dari MotoGP Group
Persoalan keselamatan perjalanan ke Qatar mulai mendapat perhatian serius para pembalap sejak rangkaian GP Australia pada Oktober.
Dalam pembahasan awal, para pembalap mengajukan sejumlah persyaratan sebelum bersedia mengikuti balapan di kawasan yang masih terdampak ketidakstabilan keamanan akibat konflik Timur Tengah.
Permintaan tersebut mencakup rencana evakuasi seluruh personel paddock, perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan, serta jaminan pemulangan apabila situasi keamanan memburuk.
Para pembalap juga meminta kepastian mengenai biaya akomodasi dan kepulangan jika penutupan wilayah udara membuat mereka tidak dapat meninggalkan Qatar sesuai jadwal.
Pembahasan berlanjut saat GP Malaysia. Pada Jumat (30/10/2026), para pembalap kembali mengadakan pertemuan tertutup di kantor komunikasi Yamaha di Sirkuit Sepang.
Pertemuan tersebut menghasilkan surat lanjutan yang kembali menegaskan permintaan agar MotoGP Group menjadi pihak yang memberikan jaminan langsung.
Para pembalap meminta konfirmasi tertulis paling lambat Minggu (1/11/2026) pukul 16.00 waktu Malaysia. Namun, permintaan agar penyelenggara mengambil tanggung jawab tersebut belum mencapai kesepakatan hingga batas waktu yang ditentukan.
Penyelenggara Tetap Yakin GP Qatar Bisa Digelar
Perbedaan utama antara pembalap dan pengelola kejuaraan terletak pada pihak yang harus menanggung tanggung jawab apabila terjadi keadaan darurat.
MotoGP Group menilai pemerintah Qatar telah memberikan jaminan keselamatan yang diperlukan, termasuk langkah penanganan apabila situasi regional memburuk.
Sementara itu, para pembalap menginginkan tanggung jawab langsung dari penyelenggara kejuaraan, bukan hanya mengandalkan jaminan pemerintah negara tuan rumah.
MotoGP Group telah berkoordinasi dengan pemerintah Qatar, pengelola Sirkuit Lusail, sejumlah kedutaan, serta penasihat keselamatan independen.
Dari penilaian tersebut, penyelenggara menyatakan belum menemukan informasi yang mengharuskan jadwal GP Qatar diubah.
Penyelenggara juga menegaskan bahwa kondisi keamanan akan terus dipantau dan keputusan dapat disesuaikan apabila muncul perkembangan baru yang memengaruhi keselamatan peserta.
Baca Juga: MotoGP Qatar Tetap Dijadwalkan 6-8 November Usai Rapat di Sepang
Yamaha Mundur dari GP Qatar 2026
Di tengah perbedaan pandangan tersebut, Yamaha mengambil keputusan untuk tidak mengikuti MotoGP Qatar 2026.
Pabrikan Jepang itu mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (1/11/2026) setelah kembali menilai situasi keamanan di Timur Tengah.
Yamaha menyatakan kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan belum dapat dicabut berdasarkan informasi keamanan yang tersedia. Keputusan tersebut diambil melalui penilaian internal perusahaan dan tidak bergantung pada langkah pengamanan yang disiapkan MotoGP Group.
Pengunduran diri Yamaha membuat empat pembalap yang menggunakan motor pabrikan tersebut tidak akan mengikuti balapan di Lusail.
MotoGP Group menyatakan kecewa terhadap keputusan Yamaha. Penyelenggara juga mengingatkan adanya kemungkinan konsekuensi kontraktual dan olahraga, dengan keputusan sanksi olahraga berada dalam kewenangan FIM sesuai peraturan kejuaraan.
Namun, belum ada sanksi olahraga final yang diumumkan terhadap Yamaha.
Baca Juga: Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026, Balapan Tetap Sesuai Jadwal
Surat 19 Pembalap Bukan Berarti Semuanya Absen
Meski 19 pembalap dilaporkan menandatangani surat bersama, keputusan tersebut tidak otomatis berarti mereka seluruhnya akan menolak tampil di GP Qatar.
Sejumlah penandatangan dilaporkan tetap mempersiapkan keberangkatan bersama tim masing-masing.
Tiga pembalap yang disebut tidak ikut menandatangani surat adalah Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Johann Zarco. Alasan masing-masing pembalap tidak ikut menandatangani dokumen tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Jack Miller termasuk pembalap yang secara terbuka menyampaikan keberatan untuk datang ke Qatar. Ia menilai situasi keamanan di kawasan sekitar negara tersebut masih mengandung ketidakpastian.
Di sisi lain, MotoGP Group menyatakan tim-tim selain Yamaha telah memberikan konfirmasi untuk mengikuti seri Qatar.
Hingga Selasa (3/11/2026), GP Qatar masih dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November, dengan balapan utama pada Minggu (8/11/2026). Jumlah pembalap yang benar-benar akan mengikuti rangkaian balapan masih bergantung pada keputusan masing-masing tim dan kondisi pembalap menjelang sesi latihan.





