BULATAN TIMES – Pembalap Jepang, Ai Ogura, mengungkap alasan di balik keputusannya menolak kesempatan naik ke MotoGP melalui Honda beberapa tahun lalu. Ia mengaku belum merasa siap menghadapi persaingan kelas utama dan ingin meraih gelar juara dunia terlebih dahulu.
Penjelasan itu disampaikan Ogura dalam wawancara eksklusif dengan Crash.net saat Grand Prix Indonesia 2026 di Mandalika. Wawancara tersebut dipublikasikan pada Minggu (18/10/2026), ketika pembalap berusia 25 tahun itu telah menjadi pemenang balapan MotoGP dan dipastikan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha mulai 2027.
“Saya menolak Honda karena belum siap untuk MotoGP,” kata Ogura, dikutip dari wawancara Crash.net.
Selain persoalan kesiapan, Ogura ingin memiliki setidaknya satu gelar juara dunia sebelum meninggalkan kelas menengah. Keinginan tersebut kemudian tercapai ketika ia menjuarai Moto2 pada 2024.
Ogura Pilih Bertahan di Moto2 daripada Naik Bersama Honda
Ogura memiliki hubungan panjang dengan Honda sebelum bergabung dengan Trackhouse Aprilia. Ia meniti karier melalui Asia Talent Cup, kemudian memperkuat Honda Team Asia di Moto3 sejak 2019.
Pembalap asal Kiyose, Jepang, itu naik ke Moto2 bersama Honda Team Asia pada 2021. Setahun kemudian, ia terlibat dalam persaingan gelar dunia dan sempat memimpin klasemen sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Augusto Fernández.
Pada 2023, Ogura kembali menjalani musim bersama Honda Team Asia. Saat peluang untuk naik ke kelas MotoGP melalui LCR Honda terbuka menjelang musim berikutnya, ia memilih melanjutkan karier di Moto2.
Keputusan tersebut membawanya bergabung dengan MT Helmets-MSI pada 2024. Bersama tim barunya, Ogura menggunakan sasis Boscoscuro dan mencatat tiga kemenangan serta lima podium tambahan.
Konsistensi hasil sepanjang musim membuatnya memastikan gelar juara dunia Moto2 ketika kompetisi masih menyisakan dua balapan.
Ogura mengakui perjalanan kariernya tidak direncanakan secara terperinci sejak beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, pilihan yang tersedia bagi seorang pembalap bergantung pada hasil yang dicapai dan situasi pada setiap musim.
Ia juga menyatakan puas dengan keputusan-keputusan yang telah diambil, termasuk saat tidak memanfaatkan peluang promosi bersama Honda.
Dari Juara Moto2 hingga Pemenang MotoGP Bersama Aprilia
Setelah menjadi juara dunia Moto2, Ogura akhirnya naik ke MotoGP pada 2025 bersama Trackhouse Racing yang menggunakan motor Aprilia.
Pada musim debutnya, ia langsung menunjukkan kemampuan bersaing dengan finis kelima dalam balapan pembuka di Thailand.
Perkembangan tersebut berlanjut pada 2026. Ogura mencatat kemenangan pertamanya di kelas MotoGP pada Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026).
Kemenangan itu mengakhiri penantian Jepang selama 22 tahun sejak Makoto Tamada menjuarai Grand Prix Jepang pada 2004.
Catatan Ogura juga memiliki arti tersendiri karena ia menjadi pembalap Jepang pertama yang memenangi balapan kelas utama dengan motor dari pabrikan non-Jepang. Sebelumnya, para pemenang MotoGP asal Jepang meraih kemenangan menggunakan Honda atau Yamaha.
Dalam Grand Prix Indonesia di Mandalika pada 11 Oktober 2026, Ogura kembali menunjukkan daya saing bersama Trackhouse. Ia finis keempat setelah bersaing dengan Pedro Acosta dari KTM pada fase akhir balapan.
Baca Juga: Marc Marquez Menang Sprint MotoGP Mandalika 2026, Rebut Puncak Klasemen
Ai Ogura Bersiap Pindah ke Yamaha pada MotoGP 2027
Perjalanan Ogura akan memasuki babak baru setelah musim 2026 berakhir.
Yamaha secara resmi mengumumkan pada 1 Juli 2026 bahwa Ogura akan bergabung dengan tim pabrikan untuk musim 2027 dan 2028. Ia bakal menjadi rekan setim Jorge Martín, juara dunia MotoGP 2024 yang juga telah menandatangani kontrak dua musim.
Kepindahan tersebut membuat Ogura meninggalkan Trackhouse setelah dua musim membela tim satelit Aprilia.
Yamaha akan memasuki musim 2027 dengan perubahan besar pada regulasi teknis MotoGP, termasuk penggunaan mesin berkapasitas 850cc menggantikan mesin 1.000cc.
Dalam wawancara yang sama dengan Crash.net, Ogura menjelaskan pendekatannya terhadap tantangan bersama pabrikan Jepang tersebut.
Ia memandang tugas utama pembalap adalah memacu motor secepat mungkin dan memberikan masukan kepada tim. Adapun keputusan mengenai bagaimana masukan tersebut digunakan dalam pengembangan motor merupakan tanggung jawab Yamaha.
Baca Juga: Alex Rins Kecewa Tak Diberi Kesempatan Tes Yamaha 850cc sebelum Tinggalkan MotoGP











